Singgih Pitono, dari Lapangan Hijau ke Tambak Ikan Gurame

Administrator

09/03/2023

3 views
Asisten pelatih Arema FC, Singgih Pitono di tambak ikan guramenya, Desa Ngunut, Kabupaten Tulungagung (foto : Dok. Singgih Pitono)

TULUNGAGUNG, G-SPORTS. ID – Asisten pelatih Arema FC, Singgih Pitono  pasca usainya kompetisi BRI Liga 1 2022/2023,  memilih kembali ke kampung halamannya, di Desa Ngunut, Kabupaten Tulungagung. 

Jauh dari keramaian dan lebih nyaman menjadi alasan bagi mantan dtriker   Arema  era 1989-1996 tersebut, menyepi di kawasan pedesaan yang berjarak 107 kilometer dari Kota Malang itu.

“Kompetisi Liga 1 2022/2023 selesai tentu saja saya bisa pulang kampung dan betkumpul dengan keluarga di desa. Ya saya selama liburan ini nyaris tidak pernah keluar rumah, paling dekat ya ke lapangan desa atau halaman rumah untuk sekadar jogging atau olah raga saja, ” tutur ungkap top scorer Galatama 1990/1992 (21 gol) dan 1992/1993 (16 gol) tersebut. 

“Saya merasa  nyaman dengan suasana pedesaan, setelah hampir setahun full rutinitas kompetisi. ‘.

Namun ada kesibukan lain pasca berakhirnya kompetisi yang dilakukan mantan striker Timnas Indonesia Kings Cup Bangkok Thailand 1992 itu di desanya.

Selain aktivitas menjadi bagian dari Arema di jajaran pelatih, sejak 2014 hingga kini, Singgih juga berwiraswasta sebagai petani tambak ikan gurame. 

Bersama sang istri, mengelola empat kolam (tambak) ikan gurame. Di kampung halamannya, Desa Ngunut, Kabupaten Tulungagung, sebagai usaha di luar sepak bola. 

Selain juga ikut dampingi latihan Akademi Arema Ngunut, Tulungagung yang ia dirikan tahun 2011.

“Ya Alhamdulillah di luar sepak bola, bersama istri dan dibantu beberapa orang kampung. Mengelola usaha tambak ikan  gurame di halaman belakang rumah. Ada empat kolam tambak. Kalau libur kompetisi atau libur latihan saya selalu pulang. Waktu saya ya habis di tambak ikan.”imbuh Singgih. 

“Alhamdulillah  ini hobi yang menghasilkan  dan sekalian refreshing.   Panen tambak ikan gurame 5-6 bulan sekali. Bisa mencapai 20 kuintal, sekali panen” jelas striker Timnas Indonesia pada Kualifikasi Pra Piala Dunia Zona Asia Grup C di Singapura dan Qatar 1993 tersebut. 

• Asisten pelatih Arema FC, Singgih Pitono  di tambak ikan guramenya. (foto : Dok. Singgih Pitono)

Soal pembeli atau pemasaran ikan gurame. Singgih akui tak perlu repot-repot. Sebab pembeli lah yang datang sendiri ke tambak ikan di halaman belakang rumahnyanya. . 

“Alhamdulillah, jadi saya tidak perlu sampai menjual ke pasar atau menawarkan sendiri ke mana-mana. Pelanggan atau pembeli langsung ke rumah membeli ikan gurame, ” ungkap pemain yang memiliki andil membawa Arema menjuara Galatama XII 1992/1993 tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

Berita Terkait