Generasi Papua di Arema 1987-2020

Administrator

19/04/2023

3 views
Brigjen TNI AD (Purn) Acub Zaenal, sang pionir kedatangan generasi pertama pemain-pemain asal Tanah Papua ke Bhumi Arema awal tahun 1987. (grafis : Menk Karmawan/g-sports-id)

MALANG, G-SPORTS.ID – Arema, Malang, dan Papua, seperti telah ditakdirkan berjodoh di dunai persepalbolaan. Karakter dan tipikal sepak bola Arema berciri khas Malang-an dengan Papua, memiliki  kesamaan,. Yakni keras tak kasar dan ngotot atau ngeyel  di atas lapangan hijau. 

Kehadiran pemain-pemain asal Tanah Papua di skuat Arema  sejak 1987 silam, membawa warna baru. Perpaduan yang klop gaya Malang-an dengan    goyang ala Yosim Pancar, tarian khas Tanah Papua.

Kehadiran generasi Papua seakan menjadi trade mark dan ikon tersendiri di tim berjuluk Singo Edan. Sepanjang 33 tahun musim kompetisi. Baik era kompetisi Galatama (1978-1994), Liga Indonesia (1994-2007), Indonesia Super League (2008-2016), maupun Liga 1 (2017-2020).

Adalah (alm) Brigadir Jenderal TNI (Purn) Acub Zaenal, Gubernur Irian Jaya (kini Papua,red) era 1973-1975 dan Pangdam XVII/Cenderawasih periode 1970-1973.

Dialah pionir kedatangan pemain-pemain asal Tanah Papua ke Bhumi Arema. Awal tahun 1987, pendiri tim Singo Edan kelahiran Malang,  19 September 1927 tersebut, sangat familiar dengan persepakbolaan di Malang dan Papua (dulu Irian Jaya,red).

“Kehadiran pemain-pemain asal Papua di Arema sejak tahun 1987 bahkan hingga saat ini 2020. Mampu memberikan warna tersendiri bagi Arema. Ada banyak pemain asal Papua  pernah membela Arema dan semuanya dimodali  bakat besar atau talenta luar biasa. Karakter  pemain Papua itu pas dan nyetel dengan karakter Arema yang keras,” beber penjaga gawang Arema era 1988-1994, Andy Muhammad Sukriyan

“Mereka memiliki mentalitas yang tinggi dan daya juang tinggi di lapangan, baik untuk pertandingan away apalagi home. Pekerja keras sama persis dengan kebanyakan pemain asli Malang,” imbuh pria yang kini staf pada Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang tersebut.

Acub Zaenal merupakan salah satu dari the Founding Fathers  Arema. Selain putranya (alm) Ir Lucky ‘Sam Ikul’ Andrianda Zainal. Dia tak tanggung-tanggung memboyong pemain-pemain generasi pertama Papua dan didaratkan ke  Malang awal Agustus 1987 silam. 

Jelang kompetisi Galatama VIII 1987/1988, Acub membawa enam pemain sekaligus. Mereka adalah Mecky Tata (penyerang), Baco Ivak Pieter (kiper), Stepanus Korwa (gelandang), dan Dominggus Nowenik (gelandang), Kemudian Elly Rumbiak (gelandang) dan talenta termuda usia 18 tahun ketika itu, Theodorus Bitbit (gelandang).

“Ebes Acub Zaenal itu bukan hanya milik Malang, tapi beliau itu bagi kami masyarakat di Papua. Beliau adalah juga Bapak sepak bola Papua. Beliau yang bangun sepak bola Papua awal 1970-an dan beliau juga yang punya ide dan meletakan batu pertama renovasi besar-besaran Stadion Mandala, Jayapura,” tutur (almarhum) Mecky Tata, striker kelahiran Abepura, Jayapura 19 September 1964 beberapa waktu lalu.  

“Ketika itu beliau menjadi Pangdam dan Gubernur saat masih bernama di Irian Jaya. Saya bangga, pernah beliau bilang saya anak angkatnya,” ungkap Mecky Tata, bomber haus gol dengna julukan Si Kepala Emasx yang meninggal dunia (18/4/2023) lalu itu. 

Berlanjut pada Galatama 1988/1989 Arema juga diperkuat  empat pemain asal Papua, Galatama 1990 (empat pemain), Galatama 1990/1992 (tiga pemain), Galatama 1992/1993 (tiga pemain), dan Galatama 1993/1994 (empat pemain). 

Pada era kompetisi Liga Indonesia 1994/1995 hanya ada dua pemain Papua di skuat Arema, Liga Indonesia 1996/1997, 1997/1998, dan 1999/2000. Musim 2003 hanya ada satu pemain, 

Liga Indonesia Divisi I 2004 (empat pemain) dan Liga Indonesia Divisi Utama 2005 juga empat pemain. Begitu juga pada Liga Indonesia 2006 diperkuat empat pemain Papua. 

Pada Liga Indonesia 2007 ada tiga pemain Papua, Alexander Pulalo, Ortizan Bertilone Nusye Solossa, dan Ellie Aiboy. Namun Indonesia Super League 2008/2009 hanya menyisakan Alexander Pulalo,. Sama seperti musim 2011/2012 generasi Papua ada  Johan Ibo dan tahun 2013 diperkuat Engelberd Sani.

Indonesia Soccer Championship A 2016, Arema memiliki Oktavianus Maniani, disusul Liga 1 2017 mendatangkan Marko Markus Kabiay, dan Liga 1 2018 dengan Israel Wamiau. Kemudian alumni Arema FC U20, Zidane Pulanda gabung tim pada Liga 1 2019 bersama Ricky Kayame.

Kompetisi Liga 1 2020 yang terhenti pada laga pekan ketiga karena wabah pandemi COVID-19, Arema hanya memiliki Mariando Djonak Uropmabin. Tetapi dalam 10 musim, Arema tak diperkuat satupun pemain asal Papua. 

Total tercatat 25 pemain Papua pernah berkostum tim Singo Edan hingga Liga 2020. Termasuk yang tampil di Liga 3 2017 dan 2018 bersama Arema Indonesia, yakni Daud Irfan Kararbo dan (alm)  Yance Asep Dwi.

Masing-masing Liga Indonesia musim 1995/1996, 1998/1999, 2001, dan 2002, Kemudian ISL 2009/2010, 2010/2011, dan 2014, Kompetisi QNB League 2015, Liga 1 2021/2022, dan Liga 1 2022/2023 juga minus pemain asal Papua. 

Mecky Tata, bomber haus gol kelahiran Abepura, Jayaputa. 19 September 1964 menjadi pemain terlama memperkuat Arema (10 tahun). Bersama tim Singo Edan, dia mendapat julukan Si Kepala Emas, Lantaran sebagaian besar gol dicetaknya menggunakan tandukan kepala. 

25 Pemain Generasi Papua di Arema  1987-2020 

1. Mecky Tata (striker 1987-1998)

2. Baco Ivak Pieter (kiper 1987-1989)

3. Dominggus Nowenik (gelandang 1987-1995)

4. Stepanus Korwa (gelandang 1987-1993)

5. Theodorus Bitbit (gelandang 1987-1990)

6. Elly Rumbiak (gelandang 1987/1988 dan 1993/1994)

7. Yoseph Iyai (sayap kanan 1999-2000)

8. Charles Samuel Issack Horiq (striker 2003-2004)

9. Iskandar Sillas Rehabian Ohee (kiper 2004-2006)

10. Erol FX Iba (sayap kanan 2004-2006)

11. Marthen Tao (penyerang 2004-2006)

12. Alexander Pulalo (bek kiri 2005-2006)

13. Humberto Monim (strikerg 2005)

14. Ellie Aiboy (sayap kanan 2007-2008)

15. Ortizan BN Solossa (bek kanan 2007-2008)

16. Johan Ibo (bek sayap kanan 2011/2012)

17. Engelberd Sani (sayap kiri/sayap kanan 2013)

18. Oktovianus Maniani (sayap kiri 2016)

19. Marko Markus Kabiay (bek tengah/bek kanan 2017)

20. Daud Irfan Kararbo (striker 2017/Arema Indonesia Liga 3) 

21. Yance Asep Dwi (striker 2018/Arema Indonesia Liga 3)

22. Israel Wamiau (bek tengah/ bek kiri 2018)

23. Zidane Pulanda (striker 2019)

24. Ricky Kayame (strikerg 2019)

25. Mariando Djonak Uropmabin (striker 2020)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

Berita Terkait