Aroma Duo Iberian, Persebaya vs Arema tak Lagi Laga Super Bigmatch

Administrator

29/04/2023

4 views
DERBI JATIM : Derbi Jawa Timur pada pekan ke-13 kompetisi BRI Liga 1 2023/2024, Sabtu (23/09/2023) sore ini, tuan rumah Persebaya Surabaya versus Arema FC, di Stadion GBT, Surabaya. (ilustrasi : Noval Lutfianto/G-Sports.id)

SURABAYA, G-SPORTS.ID – Laga Derbi Jawa Timur, tuan rumah Persebaya Surabaya kembali jumpa “rival abadinya” Arema FC, di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Sabtu (23/09/2023) sore nanti. Laga pekan ke-13 kompetisi BRI Liga 1 2023/2024 ini, menjadi pertemuan ke-38 kedua tim.

Sejak pertamakali mereka bersua pada tanggal 29 Agusuts 1992 silam, di Stadion Gajayana, Kota Malang. Dalam laga uji coba  yang dimenangi Arema 2-0 ketika itu. Hanya saja, laga sore ini, dari kacamata kapasitas kualitas performa teknis kedua tim. Tak lagi bisa masuk kategori sebuah laga super bigmatch sekali pun. 

Tak lagi sementereng atau segemerlap 35 pertemuannya sebelumnya (1992-2022). Sebelum terjadinya Tragedi Kanjuruhan yang merenggut korban 135 Aremania-Aremanita meninggal dunia. Dalam laga kedua tim pada Sabtu malam kelam 1 Oktober 2022 lalu, di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang. 

Bahkan kini posisi klasemen keduanya tak lagi berada di habitat alsinya, yakni papan atas. Tim Bajul Ijo, julukan Persebaya Surabaya bertenger di papan tengah. Meraih poin 18 dan defisit  gol 13-15 (-2 gol). Singo Edan bahkan terdampar di papan bawah urutan ke-16 dengan torehan nilai 10 dan juga defisit gol 12-22 (-10 gol), 

Laga sore ini tak sekadar Derbi Jatim saja. Namum juga Derbi Iberian Peninsula. Maklum saja pelatih kedua tim sama-sama  berasal dari kawasan Iberian Peninsula atau Semenanjung Iberia di daratan Eropa barat dan barat daya. 

Pelatih Arema, José Fernando dari Portugal. Sedangkan pelatih Persebaya, Josep Gombau Balague asal Spanyol. Dua negara Latin-Euro yang merupakan rival abadi dalam sepak bola di Eropa. Sama-sama bergaya sepak bola latin-nya Eropa, namun dengan karakter bermain berbeda.     

“Dalam sepak bola, apa pun bisa terjadi. Apa yang bisa kita lakukan adalah menghadapi pertandingan di depan mata. Hanya tersedia tiga poin, bisa untuk kami, bisa juga untuk tim lawan, atau kadang berakhir imbang. Arema harus berusaha merebut 3 poin itu dari kandang Persebaya,” ujar head coach Arema FC, José Fernando Martins Valente.

Pelatih kelahiran Meinedo, Porto (Portugal), 22 Juli 1959 tersebut, menyebut sukses tidaknya timnya mendulang poin penuh di kandang lawan. Juga sangat bergantung kepada usaha atau kerja keras dan mental solid sepanjang 2×45 menit Charles Raphael de Almeida dan kawan-kawan. 

Dalam 14 laga kedua berlangsung di Stadion Gelora 10 November Tambasari dan Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya sebelumnya (1995-2019). Persebaya unggul atas Arema 9-1, empat kali imbang dan selisih gol 26-10. 

Satu-satunya kemenangan Arema atas Persebaya di Surabaya tereadi pada babak final Piala Gubernur Jawa Timur 2013 silam. Digelar tertutup di Stadion Bumimoro TNI-AL Surabaya (24/12/2013) untuk kemenangan Arema 1-0.

“Kita harus bisa menunjukkan sebagai sebuah tim yang kompeten dalam pertandingan tersebut. Soal hasilnya, mari kita lihat bersama nanti seperti apa di atas lapangan selema 90 menit. Perlu diingat, tak ada hal yang tak mungkin dalam sepak bola. Tak jarang tim-tim papan bawah seperti kami bisa mengalahkan tim peringkat diatasnya,”tandas Fernando Valente.

Sementara itu, pelatih Persebaya Surabaya, Josep Gombau Balague akui persiapan timnya cukup matang. Bahkan pelatih kelahiran Amposta,  Montsià (Catalonia, Spanyol), 5 Juni 1976 itu, optimistis tim asuhannya mampu menaklukkan Arema FC. 

“Kami optimis dan cukup percaya diri, tim akan mampu mendapat tiga poin dalam pertandingan melawan Arema FC. Kami sudah melupakan kekalahan di Madura. Semua pemain saat ini dalam kepercayaan diri maksimal dan fokus mengalahkan Arema,” ungkap Josep Gombau.

BRI Liga 1 2023/2024 (pekan ke-13)
Sabtu, 23 September 2023
Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya
Persebaya Surabaya vs Arema FC 

Perkiraan susunan pemain
Persebaya Surabaya (4-4-2) : 52 Andhika Ramadhani (pg), 2 Arief Catur Pamungkas, 5 Dusan Stevanovic, 23 Kadek Raditya Maheswara,  3 Reva Adi Utama ©, 8 Andre Oktaviansyah, 10 Jose Pedro Magalhaes Valente, 7 Song Ui-young,  99 Bruno Moreira Soares, 9 Paulo Victor Costa Soares, 14 Sho Yamamoto 

Cadangan : 64 Aditya Arya Nugraha (pg), 50 Yohanes Kandaimu, 31 Riswan Lauhim, 36 Ripal Wahyudi, 96 Muhammad Hidayat, 12 Ahmad Nuri Fasya, 88 Muhammad Alwi Slamat, 74 Denny Agus Setiawan, 20 Muchamad Wildan Ramdhani Nugraha, 77 Muhamad Kasim Botan 
Pelatih : Josep Gombau Balague (Spanyol)

Arema FC (4-4-2) : 18 Julian García Schwarzer (pg), 58 Mikael Alfredo Tata, 6 Syaeful Anwar, 32 Charles Raphael de Almeida, 12 Muh Rifad Marasabessy, 7 Pablo Ángel Ariel Lucero, 14 Jayus Hariono, 8 Muhammad Arkhan Fikri, 41 Dendi Santoso ©, 27 Dedik Setiawan, 11 Charles Lokolingoy

Cadangan : 23 Teguh Amiruddin (pg), 15 Ichaka Diarra, 3 Bayu Aji, 19 Achmad Maulana Syarif, 97 Samsuddin, 21 Flabio Abio Soares, 17 Ginanjar Wahyu Ramadhani, 9 Evan Dimas Drmono, 86 Gregory “Greg’ Nwokolo, 10 Muhammad Rafli
Pelatih : José Fernando Martins Valente (Portugal)

Total head to head Persebaya vs Arema (1992-2023)
main 37, skor 14-16, seri 7, gol 42-42
Head to head Arema vs Persebaya di Malang (1992-2019)
main 15, skor 12-1, seri 2, gol 22-5
Head to head  Persebaya vs Arema di Surabaya (1995-2019)
main 14, skor 9-1, seri 4, gol 26-10

Head to head Persebaya vs Arema di tempat netral (1992-2022)

main 8, skor 4-3, seri 1, gol 11-10

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

Berita Terkait