Paris Saint-Germain dan Gelar Liga Champions Rp37 Triliun

Administrator

01/06/2025

Luis Enrique dan Nasser Al-Khelaifi berhasil membawa Paris Saint-Germain juara Liga Champions 2024/2025, Minggu (1/6/2025) dini hari WIB. (Foto: Twitter PSG/Grafis: Menk Karmawan/G-Sports.id).
Luis Enrique dan Nasser Al-Khelaifi berhasil membawa Paris Saint-Germain juara Liga Champions 2024/2025, Minggu (1/6/2025) dini hari WIB. (Foto: Twitter PSG/Grafis: Menk Karmawan/G-Sports.id).

MUNCHEN, G-SPORTS.ID – Setelah 15 tahun sejak di bawah kepemilikan Qatar Sports Investment, Paris Saint-Germain (PSG) akhirnya mengakhiri penantian gelar Liga Champions.

Sejarah sepak bola kini telah mencatat bahwa Sabtu (31/5/2025) atau Minggu (1/6/2025) dini hari WIB, Paris Saint-Germain adalah salah satu tim yang bergelar Liga Champions.

PSG meraih gelar tersebut di Stadion Allianz Arena, Muenchen (Jerman) setelah menang telak 5-0 atas klub besar Italia, Inter Milan.

Qatar Sports Investment (QSI) membangun PSG sejak mengambil alih tim asal Prancis ini pada 2011 silam.

Di Bawah kepemimpinan Nasser Al-Khelaifi yang juga sekaligus pemilik QSI dan Presiden PSG, misinya bukan hanya menguasai sepak bola domestik (Prancis) melainkan juga di ajang Eropa dalam hal ini gelar Liga Champions.

Namun, ternyata bukan harapan yang sederhana untuk mewujudkan impian tersebut.

Sejak Oktober 2011 ketika resmi sebagai pemilik PSG, Nasser Al-Khelaifi dengan QSI telah mengeluarkan total 2,283 miliar euro (sekitar Rp37,380 triliun), jumlah tersebut untuk mendatangkan sejumlah bintang berkelas dunia.

Di bawah kepemilikan Nasser Al-Khelaifi yang merupakan Emir of Qatar, PSG membeli sejumlah pemain, di antaranya dengan harga fantastis.

Neymar contohnya yang dibeli dengan nilai 222 juta euro, Kylian Mbappe dengan 180 juta euro, Kolo Muani di harga 95 juta euro, Kehvicha Kvaratskhelia 70 juta euro, Achraf Hakimi dengan 68 juta euro, Edinson Cavani di harga 64 juta euro, atau Angel Di Maria yang nilai transfernya mencapai 63 juta euro.

PSG juga mendatangkan bintang seperti Lionel Messi, dan di awal-awal kehadiran QSI dengan Zlatan Ibrahimovic, David Beckham, atau Marco Verratti.

Namun demikian, Minggu dini hari tadi, Nasser Al-Khelaifi telah menyaksikan bahwa sukses bukan hanya tentang memiliki banyak pemain bintang. Keberhasilan datang dari bagaimana menangani sebuah tim.

Luis Enrique menjadi salah satu faktor dari keberhasilan PSG mengakhiri penantian 15 tahun gelar Liga Champions. Pelatih asal Spanyol ini datang untuk membangun PSG dengan caranya.

Pada musim pertamanya menangani PSG pada 2023/2024, timnya telah melepas Lionel Messi dan Neymar. Lalu pada musim selanjutnya yaitu di musim ini, PSG juga melepas Kylian Mbappe ke Real Madrid.

“Kami akan menjadi tim yang lebih baik tanpa Kylian Mbappe,” kata Luis Enrique, di akhir musim lalu ketika PSG resmi melepas Kylian Mbappe ke Real Madrid dengan status bebas transfer.

Luis Enrique kemudian membuat Paris Saint-Germain menjadi tim yang lebih energik dan dihuni dengan sejumlah pemain muda yang lapar, seperti Ousmane Dembele, Desire Doue, ditambah dengan kehadiran Kvaratskhelia.

Yang terjadi kemudian, final Liga Champions menjadi milik Paris Saint-Germain. Les Parisiens memukul Inter Milan tanpa ampun sejak menit pertama laga bergulir.

Dimulai dengan gol Achraf Hakimi Ketika laga baru berjalan 12 menit setelah memanfaatkan assist Desire Doue. Delapan menit kemudian (menit ke-20), Desire Doue mencetak gol lewat assist Ousmane Dembele.

Paris Saint-Germain menambah keunggulan dengan mencetak tiga gol lagi. Desire Doue mencetak gol keduanya di laga malam final ini pada menit ke-63 memanfaatkan assist Vitinha.

Sedangkan dua gol PSG lainnya di babak kedua ditorehkan Khvicha Kvaratskhelia di menit ke-73, assist dari Ousmane Dembele dan gol Senny Mayulu di menit ke-86, assist dari Bradley Barcola.

Sepak bola kini “mengakui” Paris Saint-Germain sebagai juara Eropa, peraih trofi paling bergengsi antarklub di dunia.

“Luis Enrique adalah pelatih terbaik di dunia. Saya sangat bangga dengan Luis Enrique, pemain, pelatih, dan staf, serta suporter. Ini adalah keberhasilan kelompok yang Bersatu. Gelar ini untuk semua generasi pemain, pelatih, dan manajer yang telah menandai perjalanan PSG,” kata Nasser Al-Khelaifi.

10 Pembelian Termahal Paris Saint-Germain

1. Neymar: 222 Juta Euro, 2017 dari Barcelona

2. Kylian Mbappe: 180 Juta Euro, 2018 dari Monaco

3. Randal Kolo Mani: 75 Juta Euro, 2013 dari Eintracht Frankfurt

4. Khvicha Kvaratskhelia: 70 Juta Euro, 2025 dari Napoli

5. Goncalo Ramos: 65 Juta Euro, 2023 dari Benfica

6. Edinson Cavani: 64 Juta Euro, 2013 dari Napoi

7. Angel Di Maria: 63 Juta Euro, 2015 dari Manchester United

8. Achraf Hakimi: 60 Juta Euro, 2021 dari Inter Milan

9. Manuel Ugarte: 60 Juta Euro, 2023 dari Sporting CP

10. Joao Neves: 60 Juta Euro, 2024 dari Benfica

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

Berita Terkait

PSF Academy