Liverpool Krisis gara-gara Mo Salah

Administrator

12/11/2025

Mohamed Salah (kanan) menurun performanya, di antaranya karena sejumlah bintang seperti Trent Alexander-Arnold dan Luis Diaz telah pergi meninggalkan Liverpool. (Foto: Twitter Liverpool/Grafis: Menk Karmawan/G-Sports.id).
Mohamed Salah (kanan) menurun performanya, di antaranya karena sejumlah bintang seperti Trent Alexander-Arnold dan Luis Diaz telah pergi meninggalkan Liverpool. (Foto: Twitter Liverpool/Grafis: Menk Karmawan/G-Sports.id).

LIVERPOOL, G-SPORTS.ID – Mohamed Salah menjadi pemain yang mendapat perhatian besar dari krisis yang terjadi di Liverpool.

Bukan perhatian positif melainkan negatif karena penyerang sayap ini hanya mampu mencetak dua gol dalam 10 laga terakhir di semua ajang musim ini.

Padahal dalam periode yang sama di musim lalu, bintang asal Mesir ini terlibat dalam terciptanya 18 gol Liverpool.

Khusus di Liga Inggris musim ini, Mo Salah hanya mencetak empat gol dari 11 laga awal.

Setelah kekalahan Liverpool dari Manchester City (0-3) pada pekan lalu, fans Liverpool, publik sepak bola Inggris, dan pers kini tanpa ragu mulai menyampaikan opini bernada kritik.

“Kini, Mohamed Salah justru terlihat sebagai persoalan bagi Liverpool,” demikian salah satu pernyataan pers Inggris, The Sun.

Ya, Mo Salah kini menjadi salah satu beban bagi Liverpool setelah di musim-musim sebelumnya adalah pemain yang memberikan solusi.

Belum terlalu lama padahal ketika Mohamed Salah adalah salah satu favorit perah trofi Ballon d’Or 2025. Masih dalam usia 33 tahun, Mo Salah telah berada dalam puncak performa terbaiknya dan dinilai sebagai salah satu bintang dunia.

Dengan 34 gol dan 23 assist pada musim 2024/2025, Mohamed Salah adalah aktor utama dari sukses Liverpool meraih gelar Liga Inggris yang ke-20 dalam sejarah tim ini.

Berdasarkan statistik pencapaiannya itu pula, banyak yang menilai bahwa musim itu adalah musim terbaik dalam karier Mohamed Salah di Liverpool.

Karena rapor itu pula yang membuat Liverpool kemudian memberikan penghargaan di antaranya memperpanjang kontrak Mo Salah.

Namun demikian, versi terbaik dari bintang The Reds ini, justru lenyap dalam situasi krisis yang terjadi di tim asuhan Arne Slot ini.

BACA JUGA: Dedikasi, Semangat, dan Cinta Membuat Pep Guardiola Raih 1.000 Laga

Liverpool dalam kesulitan sementara Mohamed Salah menjadi pemain yang bukan dikenal selama ini. Itulah yang tengah terjadi di Liverpool saat ini.

Penilaian minus terhadap Mohamed Salah bukan hanya dari jumlah gol.

Selain hanya mampu mencetak dua gol dalam 10 laga terakhir Liverpool, bintang Timnas Mesir ini juga bukan pemain yang kerap memperlihatkan karakteristiknya.

Mohamed Salah selalu konstan dengan permainan dan gerakan yang tajam, variatif, profil yang biasa disaksikan para penggemar Liverpool.

Performa terakhirnya, saat lawan Manchester City, adalah versi negatif lainnya yang dapat ditempatkan dalam daftar mengecewakan di musim 2025/2026 ini.

Tentu saja, dari sisi Manchester City, pelatih Pep Guardiola memang berhasil menerapkan strategi dalam menjaga pergerakan Mo Salah.

Namun, fakta bahwa sepanjang pertandingan Mo Salah tidak siap ketika menghadapi duel satu lawan satu dengan bek kiri Man City, Nico O’Reilly di laga tersebut.

Ada tiga hingga empat kali momen saat Mohamed Salah kehilangan bola di kakinya ketika berhadapan dengan Nico O’Reilly.

Dalam situasi di laga itu pula, Mohamed Salah pun gagal dari aspek team work karena dirinya tidak membantu saat tim dalam situasi bertahan.

Situasi tersebut pun mendapat perhatian dari salah satu pundit dan juga pelatih serta mantan bintang Liga Inggris, Wayne Rooney.

“Mo Salah adalah pemain yang tugas utamanya adalah mencetak gol dan menciptakan peluang. Dia adalah satu dari sejumlah bintang terbaik Liga Inggris dalam enam atau tujuh tahun terakhir,” kata Wayne Rooney.

“Namun, dalam laga-laga besar seperti ini Anda harus lebih meningkatkan level Anda. Anda harus turun ke belakang, membantu rekan setim,” mantan bintang Manchester United ini menambahkan.

Yang terjadi justru sebaliknya. Peran minim Mo Salah membuat sisi kanan pertahanan Liverpool yang dijaga Conor Bradley mendapatkan tekanan massif dari penyerang Man City, Jeremy Doku.

“Conor Bradley mendapatkan momen yang sulit di laga ini, sendirian melakukan semuanya di sisi kanan pertahanan timnya,” kata Wayne Rooney.

“Harusnya Mo Salah turun dan membantu rekannya itu.”

Komentar atau penilaian senada juga muncul dari mantan bek Liverpool yang juga pernah memperkuat Manchester City, Jamie Carragher.

Menurutnya, ketika sebuah tim bermain tandang, yang harus menjadi perhatian adalah kesadaran bahwa tuan rumah akan memiliki ambisi besar dalam menyerang dan menguasai bola.

Berbeda jika Liverpool bermain di Anfield, di kandang sendiri. Dalam pertimbangan laga kandang dan tandang, Mo Salah pun menurut Carragher tidak harus selalu main, bergantung dari performanya saat itu.

BACA JUGA: The Best FIFA Football Awards 2025 Segera Ditentukan

“Mo Salah tentu saja harus selalu diturunkan ketika Liverpool main di Anfield karena dia luar biasa. Namun, di laga tandang dan di mana dia harus membantu full-back, Mo Salah tidak harus diturunkan,” dia menambahkan.

Rapor Lawan Man City

Menghadapi Manchester City yang berakhir dengan kekalahan tersebut, Mohamed Salah tidak dapat melepaskan satu tembakan pun ke arah gawang.

Selain itu, pemilik nomor 11 Liverpool ini sering melewatkan peluang terbaik. Lalu, tidak satu pun dribble yang berhasil.

Dari tiga kali menggiring bola, tidak satu pun sukses. Total, dia kehilangan bola di kakinya 17 kali, lalu hanya empat kali menang dari 11 duel.

Lalu, sejauh musimm ini berjalan, Mohamed Salah hanya mencetak lima gol dan memberikan tiga assist dari 16 pertandingan (14 di antaranya sebagai starter).

Bandingkan dengan musim lalu (2024/2025) dalam periode yang sama. Dalam 16 laga awal musim lalu itu, dia mampu mengukir statistik mengagumkan: 9 gol dan 9 assist.

Tentu saja, bukan rahasia bahwa kini banyak lawan yang sudah menjadikan Mohamed Salah sebagai target.

Faktor banyaknya pemain bintang Liverpool yang pergi diawal musim ini juga dinilai menjadi salah satu penyebab.

Seperti diketahui, Liverpool telah melepas Trent Alexander-Arnold atau Luis Diaz, dua pemain yang click dengan permainan Mo Salah.

Trent Alexander-Arnold contohnya yang telah pergi ke Real Madrid, bek kanan ini total telah 319 laga main bersama Mo Salah.

Dari jumlah tersebut, ada 19 gol tercipta dari kerja sama keduanya yaitu 13 gol Mo Salah assist dari Trent Alexander-Arnold dan 6 gol Trent assist dari Mo Salah.

Namun, bagaimana pun itu menjadi tantangan yang wajar dan Mohamed Salah harus mengatasinya.

Masalahnya, dalam usianya yang 33 tahun, ada kesan bahwa saat-saat terbaik itu sudah berlalu. Yang pasti, ini menjadi tantangan besar bagi Mo Salah.

Menemukan Kembali performa terbaiknya adalah cara Liverpool untuk bangkit dari krisis yang mereka alami saat ini. (Irfan Sudrajat/G-Sports.id)

Perbandingan Statistik Mo Salah di Liga Inggris dalam Dua Musim Terakhir

2025/2026

11 Laga awal
4 Gol
2 Assist
6 Keterlibatan terciptanya gol Liverpool

2024/2025

11 Laga awal
8 Gol
6 Assist
14 Keterlibatan terciptanya gol Liverpool

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

Berita Terkait

PSF Academy