BANTUL, G-SPORTS.ID – PSIM Yogyakarta akan menjalani pertandingan perdananya pada malam hari di kandang sendiri pada pekan ke-22 BRI Super League 2025/26. Laskar Mataram akan menjamu Bali United FC di Stadion Sultan Agung, Bantul, Senin (23/2/2026) malam.
Memang, pertandingan lawan Bali United nanti memang menjadi laga istimewa bagi PSIM karena menjadi laga malam perdana PSIM di Stadion Sultan Agung, Bantul musim ini. Jadi makin terasa berbeda bahwa ini menjadi laga perdana Laskar Mataram di momen bulan Ramadan.
Motivasi tinggi yang ada menjadi modal positif bagi PSIM untuk dapat kembali ke trek kemenangan. Pasalnya, dari empat laga putaran kedua yang sudah dijalani, PSIM belum mampu kembali mencatat poin penuh.
Baca juga: https://g-sports.id/2026/02/18/selama-ramadan-psim-geser-latihan-rutin-pagi-jadi-sore-hari/
Dua kekalahan di pekan ke-18 dan 19 serta dua hasil imbang di pekan ke-20 dan 21 menjadi bukti PSIM belum kembali ke performa yang diharapkan guna bisa terus bersaing di papan atas.
Saat ini PSIM ada di peringkat ke-7 dengan 32 poin, terpaut tiga poin dari Persita yang ada di peringkat ke-6 dengan koleksi 35 poin dan sudah menjalani laga pekan ke-22.
Pelatih PSIM, Jean Paul Van Gastel mengatakan bahwa persiapan tim pada dasarnya tidak mengalami perubahan signifikan meski tetap ada yang berbeda.
“Persiapan kami pada dasarnya sama. Namun ini pertama kalinya kami bermain pada malam hari dengan lampu stadion menyala (di laga home). Ini akan menjadi pengalaman baru dan menarik tentunya bagi kami,” kata Van Gastel.
Baca juga: https://g-sports.id/2026/02/12/psim-siap-hentikan-tren-positif-persik/
Dia juga mengakui datangnya bulan Ramadan juga menjadi perhatian khusus untuk tim pelatih dalam penyusunan program latihan dan persiapan pertandingan. “Kickoff menjadi lebih malam. Saya sudah berkomunikasi dengan staf pelatih lokal yang punya pengalaman soal Ramadan untuk menentukan apa yang terbaik dilakukan,” dia menjelaskan.
Disisi lain, Bali United datang dengan tekad mengakhiri tren tanpa kemenangan dalam empat pertandingan terakhir. Pelatih Bali United Johnny Jansen menegaskan, situasi itu tidak mempengaruhi persiapan timnya.
“Hal yang paling penting adalah kami ingin menang. Persiapan kami berjalan baik dan kami datang dengan satu tujuan, meraih kemenangan,” kata Johny Jansen.
