Kontroversial Wasit Yudai Yamamoto, Paksa Arema Tergelincir di Lampung

Noval Lutfianto

10/03/2026

KONTROVERSIAL : Wasit asal Kyoto (Jepang), Yudai Yamamoto menjadi sorotan tajam dalan laga pekan ke-25 kompetisi BRI Super League 2025/2026, Selasa (10/03/2026) malam, Bhayangkara FC versus Arema FC, di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Bandar ampung, Lampung. (Foto : Dok. Istimewa)

BANDAR LAMPUNG, G-SPORTS.ID –Sudah jatuh tertimpa tangga“. Tak pelak peribahasa lawas yang berkonotasi nasib apes atau kesialan secara bertubi-tubi layak dialamatkan untuk skuad Arema FC.

Leading 1-0 hingga menit ke-74 dan kemenangan sudah di depan mata, di sisa 16 menit usia pertandingan. Apa lacur, dalam lanjutan kompetisi BRI Super League 2025/2026 pekan-25, Selasa (10/03/2026) malam, Hansamu Yama Pranata dan kawan-kawan harus pulang dengan tangan hampa.

Adalah wasit asal Kyoto (Jepang), Yudai Yamamoto tak ubahnya menjadi aktor dibalik kekalahan mengenaskan Arema. Takluk “kontroversial” 1-2 di tangan tuan rumah Bhayangkara FC, di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Lampung.

Laga sendiri berjalan dalam tempo dan intesitas tinggi sejak kick-off babak pertama hingga bubaran. Berlangsung di atas lapangan licin dengan genangan air hujan dan beratnya kondisi lapangan. Memaksa pemain kedua tim, kerap memperagakan permainan relatif keras.

Ditatap 4.357 orang penonton, laga diwarnai hujan enam kartu kuning dan merah. Menariknya keempat kartu merah, seluruhnya dihadiahkan wasit Yudai Yamamoto untuk kubu Arema FC. Dua kartu merah terjadi dalam 2×45 menit, untuk Gildson Pablo de Oliveira Silva (45’+8) dan Dalberto Luan Belo (70’).

Saat harus bermain dengan sembilan pemain itulah, Bhayangkara FC baru mampu memaksakan hasil kemenangan 2-1. Masing-masing melalui gol Jean Marie Privat Befolo Mbarga menit ke-75 dan gol penalti Moussa Sidibe menit ke-88.

Petaka kembali menghampiri tim asuhan pelatih Marcos Vinícius “Marquinhos” dos Santos Gonçalves asal Brazil tersebut. Lagi-lagi wasit Yudai Yamamoto relatif “ringan tangan” dan mengkartumerah Matheus “Blade” da Conceição Nascimento dan salah seorang ofisial Arema, Rahmat Taufiq Hentihu beberapa setelah laga usai.

“Terkait kartu merah, mengapa hanya Dalberto kartu merah. Pemain lawan (Slavko Damjanovic,red) juga harus kartu merah. Keduanya terlibat duel, tapi pemain lawan hanya kartu kuning. Setelah selesai laga Blade dapat kartu merah karena protes,” beber pelatih Arema FC, Marcos Santos.

“Tiga kartu merah bahkan empat kartu merah untuk kami dari wasit, tentu saja ini membuat malu sepak bola Indonesia yang sudah maju. Wasit dari luar negeri seharusnya lebih bertanggung jawab dan lebih tegas. Saya pikir wasit merusak pertandingan yang sudah berjalan menarik. Kedua tim bermain menyerang dan mencari gol.” .

Selain empat kartu merah, Yudai Yamamoto juga mengeluarkan enam kartu kuning. Masing-masing tiuga untuk Bhayangkara, Moisés Wolschick (40’), I Putu Gede Juni Antara (63’), dan Slavko Damjanovic (68’). Tiga lainnya untuk Arema, Joel Vinicius (23′), Gildson Pablo de Oliveira (35′), dan Roberto “Betinho” Pimenta Vinagre Filho (84’).

Sementara head coach Bhayangkara FC,Paul Christopher Munster berkomentar sebaliknya atas kemernangan timnya. Meski diraih setelah lawan bermain dengan sembilan pemain dan gol penentu dicetak lewat penalti.

“Yang paling penting adalah tim kami tiga poin. Ini kemenangan kelima kami dan tentu saja hasil yang sangat bagus bagi tim. Ini pertandingan yang sulit. Kami sudah tahu sejak awal bahwa Arema adalah tim yang kuat dan memiliki banyak pemain bagus, tentu saja membuat kami harus fokus seratus persen,” ungkap pelatih asal Belfast, Irlandia Utara tersebut.
.
“Kondisi lapangan juga tidak terlalu bagus karena hujan. Memasuki babak kedua, kami melakukan evaluasi dan perubahan taktik bagaimana membangun permainan. Akhirnya kami bisa mencetak gol dan melakukan skor balik 2-1.”.

Bhayangkara FC kini menempati pososi keenam klasemen papan atas mengolekksi nilai 41 dan selisih gol 32-27. Sedangkan Arema tetap di urutan ke-11 dengan poin 31 dan selisih gol 36-36.

BRI Super League 2025/2026
Selasa, 10 Maret 2026
Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Lampung
Bhayangkara FC vs Arema FC 2-1 (0-1)

Gol : Bhayangkara FC (Jean Marie Privat Befolo Mbarga 75′ ; Moussa Sidibe 88’pen) vs Arema FC 1 (Joel Vinicius Silva dos Anjos 45’+1)
KK : Bhayangkara FC (Moisés Wolschick 40’ ; I Putu Gede Juni Antara 63’ ; Slavko Damjanovic 68’11) : Arema FC (Joel Vinicius Silva
dos Anjos 23′ ; Gildson Pablo de Oliveira Silva 35′, 45’+8 ; Roberto Pimenta Vinagre Filho 84’)
KM : Arema FC (Gildson Pablo de Oliveira Silva 45’+8 ; Dalberto Luan Belo 70’ ; Matheus “Blade” da Conceição Nascimento/pasca laga
; Rahmat Taufiq Hentihu/ofial timn-/pasca laga)

PP : Purwidyastanto, ST (Semerang, Jawa Tengah)
Wasit : Yudai Yamamoto (Kyoto, Jepang)
VAR : Tommi Manggopa (Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara)
Penonton : 4.357 orang

Susunan pemain
Bhayangkara FC (4-3-4) : 1 Muchamad Aqil Savik/12 Awan Setho Raharjo 19’, 2 I Putu Gede Juni Antara, 4 Nehar Sadiki, 15 Slavko
Damjanovic , 58 Frengky Deaner Missa/11 Firza Andika 74’, 5 Moisés Wolschick, 7 Ryo Matsumura/20 Sani Rizki Fauzi 74’, 23 Wahyu
Subo Seto ©/22 Dendy Sulistyawan 74’, 37 Jean Marie Privat Befolo Mbarga, 10 Bernard Henri Cedric Doumbia, 17 Moussa Sidibe
Cadangan : 12 Awan Setho Raharjo (pg), 29 Rakasurya Handika Aryabagasakti (pg), 3 Vinicius Leonardo da Silva, 45 Rahmat Syawal,
19 TM Ichsan, 11 Firza Andika, 8 Ginanjar Wahyu Ramadhani, 72 Sho Yamamoto, 96 Ryan Kurnia, 20 Sani Rizki Fauzi, 9 Ilija Spasojevic,
22 Dendy Sulistyawan
Pelatih : Paul Christopher Munster (Irlandia Utara)

Arema FC (4-3-3) : 18 Gianluca Claudio Pandeynuwu/31 Lucas Henrique Frigeri 86′ (pg), 2 Ilham Rio Fahmi, 66 Hansamu Yama Pranata ©, 96 Muhammad Iksan Lestaluhu/87 Johan Ahmat Farizi 86′, 32 Gildson Pablo de Oliveira Silva, 77 Gustavo Franca Amadio, 25
Matheus “Blade” da Conceição Nascimento, 28 Roberto Pimenta Vinagre Filho, 94 Dalberto Luan Belo, 9 Joel Vinicius Silva dos
Anjos/14 Jayus Hariono 65′, 7 Gabriel Silva Costa/6 Sneyder Julian Guevara Munoz 86’
Cadangan : 31 Lucas Henrique Frigeri (pg), 87 Johan Ahmat Farizi, 4 Leo Guntara, , 23 M Anwar Rifai, 72 Bayu Setiawan, 14 Jayus
Hariono, 8 Arkhan Fikri, 6 Sneyder Julian Guevara Munoz, 11 Salim Akbar Tuharea, 12 Muhammad Rifad Marasabessy, 41 Dendy Santoso, 27 Dedik Setiawan
Pelatih : Marcos Vinícius “Marquinhos” dos Santos Gonçalves (Brazil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

Berita Terkait

PSF Academy