BANDUNG, G-SPORTS.ID – Dramatis, unggul head to head menentukan Persib Bandung juara BRI Super League musim kompetisi 2025/2026.
Meskipun bbermain seri tanpa gol di pertandingan penutup dengan Persijap Jepara di Stadion GBLA, Sabtu (23/5/2026) dan kemenangan Borneo FC atas Malut United, 7-1 di hari yang sama, tidak menghambat langkah Tim Maung Bandung untuk meraih gelar hattrick, juara ketiga kalinya.
Secara matematis memang poin terakhir baik yang diperoleh Persib dengan Borneo FC sama, 79. Tetapi, secara head to head, Persib lebih unggul atas Pesut Etam.
Secara regulasi, apabila dua tim di pertandingan terakhir memperoleh poin yang sama maka akan ditentukan oleh opsi pertama yakni, rekor pertemuan kedua tim (head to head).
Untuk yang satu ini rekor Persib paling baik atas Borneo FC karena tim asuhan Bojan Hodak itu tidak terkalahkan. Pada putaran pertama di Bandung, 1 Desember 2025 Persib menang dengan skor 3-1 dan pada putaran kedua di Samarinda, 15 Maret 2026 bermain seri, 1-1.
Melalui head to head itulah yang menentukan Persib juara 2025/2026 dan Persib unggul agregat 4-2 atas Borneo FC di musim sekarang meskipun selisih gol Borneo lebih besar daripada Persib.
Kegembiraan campur haru pecah begitu wasit asal Korea Selatan, Ko Hyung-Jin meniup peluit akhir babak kedua. Ofisial serta para pemain cadangan yang ada di bench tumpah ruah ke lapangan.
Mereka saling berangkulan, saling berpelukan dengan uraian air mata. Sementara di hampir sudut tribun GBLA dentuman mercon saling bersahutan. Begitu pun flare yang disulut para bobotoh melengkapi pesta Persib dalam mempertahankan gelar juara kali ketiganya.
Tropi kasta tertinggi kompetisi di Tanah Air pun diangkat tinggi – tinggi setelah diterima kapten tim, Marc Klok dari Wakil Ketua Umum PSSI, Zainudin Amali.
Pesta pun berlanjut di luar stadion. Ribuan masyarakat Bandung turun ke jalan dan sepanjang Sabtu malam Kota Bandung dibisingkan oleh suara dari ribuan kendaraan roda dua.
Tak berhenti sampai disitu, pesta akan berlanjut keesokan harinya, Minggu (24/5/2026) ketika Sang Juara Sejati itu diarak keliling kota. Dipastikan, Kota Bandung menjadi lautan biru untuk ketiga kalinya dengan lima bintang juara kompetisi era profesional.
Keberhasilan Yang Bersejarah
Gelar juara tiga kali berturut-turut merupakan sejarah dari perjalanan Persib sejak dilahirkan pada 14 Maret 1933.
Lima kali juara di era Kompetisi Perserikatan diraih selang seling yaitu pada 1937, 1959/1961, 1986, 1989/1990 dan 1993/1994. Sementara di era profesional diantaranya pada Liga Indonesia musim kompetisi 1994/1995.
Setelah itu, 19 tahun Persib mengalami paceklik gelar dan baru meraih gelar lagi pada Kompetisi Indonesia Super League tahun 2014.
Setelah ditangani pelatih Kroasia, Bojan Hodak yang kala itu menggantikan pelatih asal Spanyol, Luiz Milla, menjadi sejarah pertama kali pelatih asing membawa Persib ke tangga juara sampai tiga kali berturut – turut, 2023/2024, 2024/2025 dan 2025/2026.
Dan yang terakhir sejarah yang tidak boleh dilupakan adalah Persib kini sudah terbiasa juara dengan kompetisi sistem liga. Sebelumnya, untuk menjadi juara harus melalui sistem Delapan Besar atau Champions Series. ***
