Kejuaraan Taekwondo Terbesar Awal Tahun ITN Open IX Resmi Dimulai

Arief NK

15/02/2026

PARA Taekwondoin terbaik Jawa Barat tengah mendemokan kemahirannya dan ikut menyermarakan pem bukaan Kejuaraan Taekowondo ITN Open IX/2026 di Gymansium UPI Bandung, Sabtu (14/2026). (Foto: Arief K/G-SPORTS.ID)
PARA Taekwondoin terbaik Jawa Barat tengah mendemokan kemahirannya dan ikut menyermarakan pem bukaan Kejuaraan Taekowondo ITN Open IX/2026 di Gymansium UPI Bandung, Sabtu (14/2026). (Foto: Arief K/G-SPORTS.ID)

 

BANDUNG, G-SPORTS.ID – Kejuaraan Taekwondo Antarunited ITN Open IX/2026 secara resmi dimulai. Secara resmi pula kejuaraan tersebut dibuka Ketua Umum Pengprov Taekwondo Indonesia (TI)  di Gymnasium UPI Bandung, Sabtu (14/2/2026).

Hadir dalam pembukaan Master Suryana sekaligus penggagas ITN Open yang untuk pertama kalinya digelar pada 2016, silam dan Ketua Umum Pengcab TI Kota Bandung sekaligus mewakili seluruh peserta, Dedi Heryadi.

ITN Open IX/2026 yang berlangsung dua hari, 14 – 15 Februari 2026, itu detailnya diikuti 2.615 taekwondoin dari 24 Pengcab TI  dan 188 Unit Latihan di Jawa Barat.

Dengan peserta sebanyak itu, ITN Open pun saat ini masuk rekor even terbesar awal tahun 2026. Tidak heran, even tersebut nyaris tembus di angka 100 orang wasit  yang ikut terlibat diantaranya terdapat empat wasit internasional, 49 wasit nasional dan 42 wasit daerah.

“Usia sembilan tahun penyelenggaraan ITN menjadi fase penting dalam pendewasaan organisasi. Menurutnya, konsistensi selama hampir satu dekade harus diikuti dengan peningkatan kualitas tata kelola. Ibaratnya, usia sembilan tahun sudah lancar berjalan dan kalau usia sekolah sudah SD,” ujar Divie Ketua Umum Pengprov TI Jawa Barat menandaskan.

Meski demikian Divie mendorong agar perjalanan panjang ITN Open harus diiringi standar penyelenggaraan yang lebih profesional dengan menekankan pembenahan secara menyeluruh, baik dari sisi administrasi, teknis pertandingan, hingga pelayanan kepada peserta. Baginya, kualitas penyelenggaraan mencerminkan citra organisasi di mata publik.

“Karena itu, saya menitipkan tetap selalu berbenah bagi ITN Open, baik secara administrasi, secara penyelenggaraan maupun secara kualitas dalam menjamu karena lagi konsistensi pembenahan menjadi kunci menjaga kepercayaan peserta dan daerah Kejuaraan ITN Open IX, tahun ini diikuti perwakilan dari 24 kota dan kabupaten di Jawa Barat. Tingginya partisipasi tersebut menunjukkan antusiasme daerah dalam mendorong prestasi taekwondo,” ujar Divie menambahkan.

Divie berharap dari ajang ITN Open bisa kembali melahirkan atlet-atlet potensial untuk yang siap memperkuat pembinaan Jawa Barat di level yang lebih tinggi.

ITN Open bukan sekadar kejuaraan tahunan, akan tetapi sudah menjadi bagian dari sistem pembinaan berkelanjutan.

“Kompetisi yang sehat, menurutnya, akan mempercepat proses regenerasi atlet. Karena itu. Saya harapkan nanti ada bermunculan dari atlet-atlet yang ikut di kejuaraan ITN ini bisa muncul menjadi generasi pembinaan untuk Jawa Barat,” katanya mengungkapkan.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia Pelaksana ITN Open IX 2026, Didin Nurdiansyah, dari 2.615 atlet akan bertanding di dua nomor utama, yakni Kyorugi dan Poomsae.

“Kategori Kyorugi meliputi pra-kadet, kadet, junior, hingga senior, sementara poomsae mempertandingkan kelompok usia yang sama,” katanya menjelaskan.

Tahun ini pun kata Didin, ITN Open menyediakan beragam hadiah bagi para atlet terbaik dan juara umum.

“Selain kita siapkan trofi dan medali, hadiah utama berupa sepeda listrik untuk juara umum pertama dan kedua, serta sepeda lipat untuk juara umum ketiga. Juga ada kategori pemiliham atlet terbaik, penghargaan bagi juara umum satu dan dua mendapatkan sepeda listrik, dan juara umum tiga sepeda lipat,” katanya menambahkan.

Didin pun meyakini, seperti tradisi di ITN Open sebelumnya akan lahir dan bermunculan juara baru termasuk gelar juara umum yang tak pernah didominasi daerah maupun Unit pada penyelenggaraan ITN Open IX/2026

Indikator Kematangan Organisasi

Sementara itu. Ketua Pengcab TI Kota Bandung, Dedi Heryadi, juga mengapresiasi ITN Open tahun ini.

Ia menilai, konsistensi penyelenggaraan ITN yang telah memasuki edisi kesembilan selalu dibarengi dengan peningkatan kualitas penyelenggaraan menjadi indikator kematangan organisasi setiap tahunnya.

“Alhamdulillah ITN ini secara konsisten sudah sembilan kali dan penyelenggaranya makin membaik. Seperti yang tadi Pak Ketum bilang, harus balance antara kualitas dan kualitas,” ujarnya menegaskan.

Dan tentu saja, ia berharap di tahun kesembilan akan lahir bibit muda yang mampu mengharumkan nama Jawa Barat baik di tingkat nasional maupun bersaing di level internasional.

“Saya berharap dari kejuaraan ITN yang kesembilan ini akan muncul bibit-bibit unggul untuk membela Jawa Barat di pentas nasional, bahkan harus muncul di internasional,” katanya memungkasi. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

Berita Terkait

PSF Academy