BANDUNG, G-SPORTS.ID – Ketika pemerintah provinsi lain telah memberikan bonus kepada atlet para pelatih yang berprestasi di ajang SEA Games Thailand 2025, atlet dan pelatih Jawa Barat justru harus gigit jari.
Para atlet dan pelatih SEA Games Thailand 2025 asal Jawa Barat itu pun mulai gerah karena ‘hilal’ akan bonus dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mereka tak kunjung terlihat.
Padahal, Jawa Barat sendiri menjadi penyumbang medali terbanyak bagi Kontingen Indonesia di Pesta Olahraga Antarnegara se-Asia Tenggara itu.
Berkat perjuangan para ‘Duta Olahraga Jabar’, itu secara keseluruhan Indonesia meraih 333 keping medali dengan rincian, 91 medali emas, 111 perak dan 131 perunggu.
Dengan perolehan medali sebanyak itu Indonesia menempati peringkat kedua di daftar klasemen akhir perolehan medali.
Dari cabang olahraga Triathlon misalnya, atlet Jawa Barat sukses mempersembahkan kepingan medali bagi Kontingen Indonesia.
Dua diantaranya atlet yaitu Rashif Amilia Yaqin dan Zahra Bulan Aprilia Putri serta satu orang pelatih yang sama – sama menjerit mengharapkan bonus segera mencair yaitu, Wahyu Hidayat.
Rashif sukses mempersembahkan 3 emas, 1 perak dam 1 perunggu. Sementara Zahra menyumbangkan 2 medali emas.
Mewakili para atlet dan pelatih Jawa Barat yang sama – sama meraih medali bagi Kontingen Indonesia SEA Thailang berharap realisasi bonus dari pemerintah daerah.
“Bagi kami, pencapaian itu menjadi kebanggaan tersendiri namun hingga kini belum diiringi dengan kepastian bonus dari Pemprov Jabar. Alhamdulillah di SEA Games lalu, saya dapat tiga emas, satu perak, dan satu perunggu untuk cabang olahraga Triathlon,” ujar Rashif menuturkan.
Rashif mengaku memberanikan diri mengungkapkan masalah bonus. Sebab, kondisi tersebut berbeda dengan atlet dari provinsi lain yang telah lebih dulu menerima bonus. Bahkan, menurutnya, pencairan di daerah lain berlangsung lebih cepat dan nominalnya cukup besar.
“Kita pengennya cepat cair, Pak. Provinsi lain itu sudah pada cair sebelum puasa dan lebaran, lebih cepat dan besar,” kata Rashif kepada media via Press Conference Call, Jumat (17/4/2026).
Menurut Rashif sampai berita ini diturunkan, soal bonus belum juga ada kejelasan kapan akan diberikan dari Pemprov Jabar. Begitu juga besaran bonus, Rashif juga tidak mengetahui secara pasti.
“Kalau nominalnya belum tahu, berapa besarannya,” ucap Rashif singkat.
Rashif mengaku lagi, sempat mendapatkan informasi bahwa pemberian bonus dari Pemprov Jabar akan diberikan sebelum Iedul Fitri Maret lalu.
“Tapi mana, Iedul Fitrinya sudah lewat dan informasi itu tidak terealisasi.Katanya dari pengurus sebelum Lebaran, tapi sampai sekarang belum juga,” ujarnya menuturkan lagi.
Menurutnya lagi, kondisi yang terjadi saat ini berbeda sekali dengan Pemprov sebelumnya dimana saat itu proses pencairan bonus atlet relatif cepat. Bahkan, katanya menambahkan, dalam waktu satu bulan setelah kejuaraan atlet sudah mendapat kepastian.
“Dulu waktu 2023 sebulan setelah even selesai, sudah ada undangan dan kejelasan. Sekarang sudah lima bulan sejak Desember belum ada kabar dari Pemprov Jabar, ” katanya mengungkapkan.
Rasif berharap, Pemprov Jabar saat ini tidak mengenyampingkan sektor olahraga dan prestasi yang telah diraih atlet seharusnya menjadi alasan untuk terus didukung.
“Jawa Barat sudah hattrick juara umum di PON, jangan sampai sektor lain terus diperbaiki tapi olahraga yang sudah bagus malah ditinggalkan,” cetusnya.
Hal senada disampaikan, Zahra Bulan Aprilia Putri. Peraih medeli emas itu mengaku senasib dengan Rashif belum menerima bonus dari Pemprov Jabar.
“Kemarin saya dapat dua medali emas di SEA Games Thailand. Harapannya sama, bonus bisa segera cair,” ujar Zahra tegas.
Baginya, soal bonus sangat penting untuk menjaga motivasi atlet dalam menghadapi kejuaraan berikutnya. Dari pengalamannhya, bonus untuk medali perunggu yang sempat dia terima dari Pemprov Jabar sebelumnya sekitar Rp 30 juta tidak lama seperti sekarang ini.
“Kalau sebelumnya perunggu sekitar 30 jutaan. Sekarang harapannya jangan lama-lama, supaya kita bisa lebih semangat untuk event berikutnya,” ujarnya menuturkan.
Pelatih Triathlon Wahyu Hidayat menimpali, berdasarkan aturan pemerintah alokasi bonus daerah umumnya sekitar 20 persen dari total bonus yang diberikan oleh Pemerintah Pusat dan diharapkan menjadi acuan Pemprov Jabar dalam menentukan besaran penghargaan bagi atletnya.
“Informasinya, sesuai aturan, bonus daerah itu sekitar 20 persen dari bonus nasional,” kata Wahyu.
Menyikapi kegaduhan masalah bonus, Ketua Harian KONI Jawa Barat, Brigjen TNI (Pur), Arief Prayitno, berkomentar apa yang diaspirasikan dua atlet dan pelatih Triathlon asal Jawa Barat adalah hal yang wajar.
“Masalah bonus itu adalah hak atlet sesuai ketentuan pemerintah pusat. Berapa pun besarannya itu hak dari atlet. Kemudian, itu kewajiban dari pemerintah daerah sementara KONI hanya menjembatani,” kata Arief menjelaskan saat ditemui di ruang kerjanya di KONI Jabar, Jalan Pajajaran, Jumat (17/4/2026).
Arief mengaku siap menyampaikan hak – hak atlet apabila ada intruksi dari Ketua Umum KONI Jawa Barat untuk menemui Gubernur Jawa Barat dalam hal Dedi Mulyadi atau Dispora Jawa Barat.
“Saya siap menjembatani dan mengantarkan mereka dan akan kami sampaikan bahwa provinsi lain sudah memberikan bonus kepada para atletnya, memang beberapa daerah sudah memberikan bonus kepada atletnya dan kalau atlet Jabar belum dapat dan saya mendapat tugas dari Pak Ketua maka saya siap menyampaikannya paling tidak bertemu dengan Kadispora,,” katanya memaparkan.
Harapan Arief normatif saja bahwa pemberian bonus kepada atler daerah yang berprestasi untuk kepentingan negara sudah menjadi tradisi dan kebiasaan pemerintan daerah.
“Normatif saja, sesuaikan saja dengan kebiasaan, masak nasional dapat, provinsi tidak, kota dan kabupaten juga sudah dapat, jadi wajar kalau atlet mempertanyakan haknya,” kata Arief memungkasi. ***
