SLEMAN, G-SPORTS.ID — Tim PSS Sleman tengah menjalani sesi latihan intensif di pekan pertama bulan Juli tahun 2024 di Lapangan Pakembinangun, Sleman. Di tengah ketatnya jadwal latihan, ada dua penggawa PSS yang mengalami cedera. Dua pemain tersebut yaitu bek kiri PSS, Abduh Lestaluhu dan bek kanan PSS, I Nyoman Ansanay.
Mengenai kondisi Abduh, dia terpantau melakukan latihan terpisah dengan kebanyakan didampingi oleh tim fisioterapi PSS. Menurut dokter tim PSS, Lutfi Afifudin, pemain kelahiran Tulehu 30 tahun yang lalu tersebut mengalami cedera pada siku tangan kanan saat menjalani latihan.
“Untuk Abduh dia mengalami cedera di siku tangan kanan saat latihan. Dari hasil rontgennya, ada masalah di tulangnya. Hari ini dia sudah menjalani Magnetic Resonance Imaging (MRI) karena ada kecurigaan gangguan di ligamennya,” kata Lutfi Afifudin.
“Menindaklanjuti hal tersebut, tim medis PSS melakukan pemulihan di mess serta lapangan untuk Abduh. Tidak hanya itu, kami juga berkonsultasi ke dokter ortopedi untuk hasil MRI nanti,” dia menambahkan.
Lutfi juga menjelaskan kondisi penggawa PSS lainnya yang mengalami cedera yaitu Nyoman Ansanay. Pemain muda asal Papua ini harus menepi usai dibekap cedera saat menjalani latihan beberapa waktu lalu.
“Ansanay ada masalah di ankle kanan yang didapat juga saat latihan. Dari hasil rontgennya baik, tapi perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan dokter ortopedi. Tim medis pun sudah menjadwalkan untuk konsultasi,” ucapnya.
Lutfi juga mengatakan belum bisa memperkirakan waktu kesembuhan keduanya. “Hal ini karena kami masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut terkait itu. Tapi yang pasti sejauh ini mereka belum bisa mengikuti latihan PSS,” tambahnya.
Kebugaran serta kondisi pemain juga terus dipantau oleh tim medis skuat Super Elang Jawa setiap harinya. Lutfi mengungkapkan kondisi para pemain dalam secara keseluruhan dalam keadaan baik.
“Kondisi seluruh pemain baik termasuk hasil medical check-up pemain baru hasilnya bagus semua. Secara umum, kondisi semua pemain siap berlatih untuk menyambut kompetisi,” pungkasnya.*
