CIBINONG,G-SPORTS.ID – Laskar Pajajaran tak kunjung meraih kemenangan. Hingga pertandingan ke-7, tim asuhan Djadjang Nurdjaman itu kembali menelan kekalahan saat bersua ka kendang Bekasi City, Sabtu (12/10/2024).
Dalam pertandingan yang berlangsung sore itu, Persikabo 1973 dikalahkan Bekasi City, 0-1. Padahal, pertandingan itu sendiri digelar di kandangnya sendiri yang mana Bekasi City bertindak sebagai tuan rumah yakni di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor.
Gol semata wayang Bekasi City dicetak Sadam Emiruddin Gaffar pada menit ke-18. Ini keenam Persikabo 1973 dari tujuh kali penampilannya.
Dengan kekalagan tersebut, Persikabo 1973 tak beranjak sebagai juru kunci Grup 1 klasemen sementara Pegadaian Liga 2 2024/2025 dengan pin 3 dari sekali kemenangannya.
Sementara itu, Bekasi City berada di peringkat ketiga dengan 11 poin kemenangan dari 3 kali menang, 2 seri dan sekali kalah.
Pelatih Persikabo 1973 Djadjang Nurdjaman, kembali memohon maaf kepada pendukungnya atas kekalahan keenam kalinya itu.
“Kami akui kami Kembali mendapatkan hasil yang tidak mengenakan, berarti dari tujuh kali pertandingan hanya sekali menang. Mohon maaf, tim baru yang membutuhkan pengalaman dan memainkan menjanjikan, masih buruk namun paling tidak di babak kedua kami sudah mulai menemukan ritme permainan,” katanya setelah pertandingan usai.
Menurut pelatih yang akrab disapa Djanur itu, tim asuhannya senantiasa memainkan pemain baru termasuk melawan Bekasi City.
“Mereka baru pertama kali main di Liga termasuk Farrel asli anak Bogor yang baru berusia 17 tahun. Ini untuk pengalaman mereka tapi secara permainan sudah cukup berani,” katanya menambahkan.
Meski begitu, Djanur menegaskan, di putaran pertama merupakan pematangan untuk menemukan bentuk permainan. Djanur menjanjikan di putaran kedua nanti timnya akan lebih baik lagi.
“Saya yakin semua pasti kecewa, mohon maaf ke depan semoga terus meningkat permainannya,” ujarnya.
Tapi menurutnya, bukan secara permainan saja yang membuat tim asuhannya terpuruk. Penyebab utamanya kataya ada;ah tidak kondusifnya di internal Persikabo 1973.
“Secara jedwal atau secara tim yang diperkuat para pemain baru, namun lebih kepada situasi internal kami yang kurang kondusif,” katanya memungkasi. (Arief K/G-sports.id)
