MALANG, G-SPORTS.ID – Pekerjaan rumah (PR) besar masih harus diselesaikan pelatih kepala Unggul FC Malang, João Nuno Alves de Almeida. Tersisa waktu hanya tiga pekan jelang kick-off kompetisi Indonesian Pro Futsal League 2024/2025 (PFL 2024/2025) pada tanggal 21 Desember 2024 mendatang
Pelatih asal Portugal tersebut, seakan berjudi dengan waktu dituntut membenahi celah lemah atau lubang yang masih ada. Yakni belum terbangun solid teamwork dan chemistry antar lini dan antar pemain di timnya. Hal itu terlihat mencolok dalam rangkaian tiga kali laga uji coba yang mereka jalani di Jakarta, 28-30 November 2024.
“Selama tiga kali pertandingan uji coba di Jakarta, hasil evaluasi masih ada perbaikan yang harus kami lakukan. Membentuk dan meningkatkan chemistry tim diantara para pemain. Ini tentu saja PR bagi kami, sebab tim ini memiliki tujuh pemain baru. Kami sedang mencoba untuk membangun tim yang berbeda untuk bermain bersama,” beber João Almeida.
Rangkaian laga uji coba pramusim Indonesian Pro Futsal League 2024/2025 di Jakarta, Unggul FC Malang alamai paceklik kemenangan. Laga Kamis, 28 November 2024, di Lapangan Tifosi Jakarta Timur, dikalahkan Cosmo JNE FC Jakarta.
Kemudian laga Jumat, 29 November 2024, juga di Lapangan Tifosi Jakarta Timur, Unggul FC Malang dimbangi tim promosi Kuda Laut Nusantara FC Jakarta. Laga uji coba terakhir Sabtu, 30 November 2024 di Lapangan Bhakti Sport Center, Bekasi, Unggul FC Malang bermian imbang melawan Sadakata United Aceh.
“Dari tiga uji coba itu, kami juga mencari bahan evaluasi yang bisa diselesaikan, mencoba hal-hal yang berbeda. Kami ingin menunjukkan kepada pemain beberapa karakter permainan berbeda yang diperlihatkan tiga lawan uji coba,” imbuh pelatih kelahiran Coimbra (Portugal), 26 Maret 1986 tersebut.
“Contohnya, kami menghadapi karakter Cosmo JNE yang mempunyai kekuatan fisik. Lalu Kuda Laut Nusantara yang memiliki penguasaan bola, organissasi bermian bagus, dan lini serang agresif. Sedangkan melawan Sadakata United, tim yang mempunyai prinsip bertahan rendah, dan menunggu kesalahan lawan.”.
Membangun teamwork dan chemistry dalam tim memang tidak mudah bagi João Almeida. Terlebih tim dihuni 35 persen (7 pemain) amunisi baru yang gabung tengah bulan November 2024 lalu. Mereka harus beradaptasi dengan karakter tim barunya, dan juga 65 persen pemain lama (12 pemain) dalam rentang waktu sebulan lebih jelang kick-off kompetisi.
Bagaimanapun, solidnya teamwork dan chemistry tim, adalah salah satu kunci kekuatan tim di kompetisi mendatang. Ini menjadi pekerjaan rumah bagi João Almeida dan jajaran staf kepelatihan tim berjuluk The Lion tersebut.
“Uji coba pramusim, momen bagus untuk menganalisa performa tim dan pemain. Sekarang kami akan bekerja keras untuk menemukan kesalahan. Ada hal-hal positif yang harus diambil dari uji coba pramusim. Tentu saja ada hal-hal negatif yang harus kami perbaiki,” jelas mantan pelatih Timnas Futsal Lebanon (2021-2022) itu.
“Terutama juga, kami perlu memperbaiki timing para pemain, pengambilan keputusan saat posisi memimpin dengan penguasaan bola. Tetapi saya berharap ada kemajuan tim jauh lebih baik dari kompetisi 2023/2024 lalu menuju kompetisi 2024/2025 diharapkan,” tandas alumni magister Faculty of Social and Human Sciences, Sports Sciences, Universidade da Beira Interior, Beira, Portugal itu.
