BANDUNG, G-SPORTS.ID – Pengprov PGSI Jawa Barat akan memberangkatkan 10 atletnya ke ajang Kejuaraan Gulat ‘Malaysia Open’, Mei mendatang.
Ke-10 atlet tersebut diangtaranya 4 pegulat adalah atlet unggulan Jawa Barat dan 6 pegulat lagi merupakan atlet asal Kota Bandung dan mereka akan bertolak menuju Malaysia pada 10 Mei 2025.
Ketua Umum PGSI Jawa Barat, H. Yoko Anggasurya menjelaskan, keberangkatan mereka salah satu bagian dari program PGSI Jawa Barat di tahun 2025 selain agenda Rapat Kerja (Raker) sebagai program utama.
“Mengikuti kejuaraan di Malaysia sebagai program terdekat PGSI Jawa Barat dari 16 sampai 20 Mei. Kami akan memberangkatkan 10 orang atlet binaan, disana mereka bisa mengasah dan mendapatkan jam terbang, tanpa jam terbang cukup berat seperti contoh di PON Sumut lalu, atlet-atlet kita minim sekali jam terbang, makanya dengan mengikuti Malaysia Open kita berharap semoga atlet gulat kita semakin siap dengan pengalamannya ,” katanya membeberkan.
Ke-10 atlet yang diberangkatkan diantaranya, Sirojudin, Dimas, Juan dan satu lagi, Rio eks atlet Sambo yang kembali terjun ke gulat.
Sementara 6 atlet asal Kota Bandung masing-masing, dua atlet puteri yakni, Nasma sebagai calon pengganti Sarah di kelas 50kg. Adis yang bisa diturunkan di dua kelas 50 dan 53 kg.
Sedangkan empat atlet putra disebutkan Yoko, masing-masing, Fadli dan beberapa atlet yang junior yang berprestasi Kejurkot junior 2024, lalu.
“Untuk atlet Kota Bandung diproyesikan menuju PORPROV 2026 dan puteri berpotensi besar di PON 2028. Namun, kami tidak menargetkan mereka harus juara, kami sengaja memberangkatkan sebagai ajang latihan bagi mereka yang memang kurang dalam jam terbang, ” kata Yoko menambahkan.
Yoko bersyukur, keeenam atlet asal Kota Bandung mendapat dukungan penuh dari KONI Kota Bandung berupa bantuan dana pemberangkatan. Sementara untuk empat atlet asal Jabar akan diajukan kepada KONI Jawa Barat.
“Angaran atau dana untuk mengikuti Malaysia Open paling minimal Rp 35 juta. Alhamdulilah, atlet asal Kota Bandung telah dibantu KONI Kota Bandung karena mereka memiliki potensi besar. Untuk atlet Jabar akan dibuatkan proposalnya perihal bantuan kepada KONI Jabar, tapi kalau pun tak mendapat bantuan saya tetap akan memberangkatkan mereka karena atlet-atlet kita memang butuh jam terbang,” ujar Yoko membeberkan.
Yoko menyebutkan, PGSI Jabar akan banyak menghadapi berbagai even nasional di tahun 2025. Diantaranya, even Kejurnas di Pulau Dewata Bali. Piala Puan Maharani dan itu harus diikuti.
“Hanya saja kekuatan kita Pengprov PGSI apabila tak ada bantuan paling bisa hanya mengirimkan dua sampai empat orang atlet tak bisa lebih dari itu. Seperti sekarang ke Malaysia Open hanya empat dan mereka akan berangkat pada 16 Mei karena 17 Mei akan bertanding dan akan didampingi Agus sebagai pelatih, ” ujar Yoko memungkasi. ***
