Djanur Sebagai Dirtek, Persib Isyaratkan Kembali Dihuni Pemain Jabar

Arief NK

16/05/2025

DJADJANG Nurdjaman, Direktur Teknik Persib Bandung. (Foto:Arief K/G-SPORTS.ID)
DJADJANG Nurdjaman, Direktur Teknik Persib Bandung. (Foto:Arief K/G-SPORTS.ID)

BANDUNG, G-SPORTS.ID– Kejayaan Persib Bandung tidak terlepas dari peran serta talenta muda di seluruh Jawa Barat.

Hal itu pula yang kini menginspirasi Djadjang Nurdjaman yang baru saja menandatangani Memorandum of Standing (MoU) sebagai Direktur Teknik Persib Bandung.

Pucuk dicinta ulam pun tiba, program yang diapungkannya mendapat dukungan penuh PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) selaku menajemen Persib.

Menurut pria yang akrab disapa Djanur, itu untuk memperkuat barisan Tim Maung Bandung tak cukup hanya mengandalkan pemain-pemain hasil binaan Diklat, Akademi Persib atau pemain yang berasal dari 36 eks Anggota Persib yang kini berada di bawah naungan PSSI Kota Bandung.

Ke depan kata Djanur para pemain berbakat dan berpotensi yang berasal dari kota/kabupaten yang ada di Jawa Barat tidak lantas harus melanglang buana ke klub-klub di luar Jawa Barat untuk berkiprah di Liga 1, 2 atau 3.

“Dalam beberapa tahun ke belakang ini, tak sedikit pemain-pemain yang memang berasal dari klub di Jawa Barat justru bermain di klub yang ada di luar Jawa Barat. Ke depan, ada kesempatan buat mereka untuk bisa memperkuat Persib Bandung, kami bersama para talent scouting sudah merancang program ini dan akan menjaring mereka yang siap menjadi pemain Persib di masa mendatang, ” ujarnya memaparkan.

Kejayaan Persib kembali ke Divisi Utama Perserikatan karena terobosan berani yang dilakukan para pendahulu di era 1970-an.

Mulai dari angkatan Guru Wowo asli Kab. Sumedang sampai angkatan tahun 2000, banyak pemain Persib yang berasal dari kota dan kabupaten di Jawa Barat.

Bahkan, dari luar Jawa Barat pun tidak sedikit yang pada akhirnya memperkuat skuat Persib Senior setelah awalnya mereka hanya memperkuat di 36 Perkumpulan Sepakbola (Ps) dalam berkompetisi di internal Persib kala itu.

Djanur sendiri berasal Kab. Majalengka. Selain itu, ada nama Adeng Hudaya (Cikajang Garut), Jafar Sidik (Sumedang), alhmarhum Bambang Sukowiyono (Solo Jawa Tengah), Sutiono Lamso (Purwokerto Jawa Tengah) dan banyak lagi angkatan muda lainnya yang berasal dari Jawa Barat ikut membesarkan Persib Bandung seperti, Anwar Sanusi, Kekey Zakaria, Mulyana (Subang), Ruhiat (Sumedang), Zaenal Arif (Cikajang Garut), Imam Riyadi (Serang). Bahkan dari luar Jawa Pun ada yakni, Wolter Sulu (Bengkulu).

“Jadi, sangat disayangkan jika pemain-pemain yang berbakat di Jabar ini harus mencari klub ke luar Jabar, untuk sekarang kenapa tidak kita galakkan, mencoba lagi kita merekrut mereka, dulu di tahun 1986 dan 1994 ketika juara kan tidak murni pemain Persib berasal dari Bandung banyak non Bandung-nya juga saat itu,” kata Djanur menambahkan.

Status Persib sendiri sangat unik. Jika klub-klub lain hanya dimiliki warga kotanya saja, seperti Persebaya, Persija, Arema FC, PSIS, dan lainnya, tetapi Persib bukan lagi milik warga Bandung, tetapi secara keseluruhan sudah menjadi milik masyarakat Jawa Barat.

“Untuk mencarinya, program awal yang sudah kita bahas dengan PSSI Kota Bandung dan PT PBB adalah menyelenggarakan turnamen yang jangkauannya lebih luas yaitu sebuah turnamen sepakbola se-Jawa Barat, dari sana kan pasti banyak bermunculan talenta-talenta muda yang bisa kita rekrut untuk lebih memperkuat barisan Persib di masa mendatang,” kata Djanur memaparkan lagi.

Kompetisi PSSI Kota Bandung

Sebagai program awal sejak ditunjuk menjadi Dirtek, saat ini Djanur fokus kepada pencarian pemain usia 16, 18 dan 20 tahun yang akan diproyeksikannya menuju Elit Pro Academy (EPA) tahun ini (2025).

“Saat ini, PSSI Kota Bandung dan PT PBB sudah berkolaborasi dalam pembinaan. Kebetulan juga sekarang sedang digelar kompetisi oleh PSSI Kota Bandung di Kelompok Usia 18 tahun dan 15 tahun, dari sanalah kita akan menjaring calon pemain untuk ke EPA,” ujarnya menegaskan.

Djanur menyebutkan, dari lima kali pertandingan yang sudah dijalani baik di usia 18 atau 15 tahun, pihaknya bersama jajaran talent scouting yang diterjunkan telah mengantongi beberapa pemain yang dibutuhkan.

“Dari lima kali pertandingan sudah cukup, bahkan sudah kita kantongi siapa-siapanya. Saya sudah memberikan tugas kepada semua talent scouting untuk memantau dan memilih pemain terbaik dari semua SSB yang ikut berkompetisi,” kata Djanur memungkasi. ***

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

Berita Terkait

PSF Academy