Di Balik Sukses Piala Presiden 2025, Empat Sosok Layak Dapatkan Tribute Award

Noval Lutfianto

14/07/2025

PRAMUSIM : Tujuh edisi Piala Presiden 2015-2025. (ilustrasi : noval lutfianto/g-sports.id)

JAKARTA, G-SPORTS.ID – Tuntas sudah seluruh rangkaian delapan laga perhelatan even pramusim internasional Piala Presiden 2025, sepanjang 06-13 Juli 2025.

Trofi bergilir Presiden Indonesia, untuk pertama kalinya harus terbang keluar negeri (Thailand). Sekaligus menjadi cambuk bagi persepakbolaan Tanah Air, agar mampu lebih bersaing dengan tim-tim mancanegara di masa mendatang.

Tim asal Klong Toei, Bangkok (Thailand), Port FC membukukan hasil ekselen, “veni, vidi, vici”, menyabet gelar juara dalam tampilan perdananya. Menghentikan Oxford United FC (Inggris) 2-1, pada laga final, Minggu (13/07/2025) malam, di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung.

Sementara laga perebutan tempat ketiga dilangsungkan sehari sebelumnya, Sabtu (12/07/2025) malam di tempat yang sama. Dewa United FC menundukkan “tim dadakan” Liga Indonesia All Star 2-0.

Edisi ketujuh tahun ini, untuk pertama kalinya berstatus internasional dan diikuti enam tim. Termasuk juara BRI Liga 1 2024/2025, Persib Bandung dan juara bertahan Piala Presiden 2024, Arema FC. Agak mengejutkan, kedua tim justru sama-sama tersingkir di fase grup.

Terbagi dalam dua grup A dan B, khusus laga pembuka (opening ceremony) digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Babak penyisihan grup hingga final dihelat di Stadion Si Jalak Harupat.

Penghargaan dan Hadiah
Selain trofi bergilir Piala Presiden 2025, Port FC membawa pulang hadiah uang Rp 5,5 miliar sebagai juara. Runner-up Oxford United mendapat Rp 3 miliar, dan peringkat ketiga Dewa United memperoleh Rp 2 miliar.

Posisi keempat tim Liga Indonesia All-Stars meraih Rp 1 miliar dan urutan kelima Persib Bandung menerima hadiah Rp 200 juta. Sedangkan Arema FC yang kalah dalam klasifikasi selisih gol dibandingkan Persib, berada di posisi keenam dan mendapat hadiah Rp 100 juta.

Penghargaan individual berikut hadiah uang dan trofi, diberikan untuk empat kategori. Masing-masing, Bordin Phala (Port FC) ditasbihkan sebagai The Best Player meraih hadiah uang Rp250juta.

Topscorer atau pencetak gol terbanyak dengan tiga gol disabet striker Oxford United, Thomas Mark Harris. Pemain asal Swansea (Wales) tersebut, berhak atas hadiah Rp150juta.

Jumlah hadiah uang sama Rp150 juta, diraih Leo Snowden juga dari Oxford United, didapuk sebagai The Best Young Player. Sedangkan The Best Referee untuk Yudi Nurcahya dengan hadiah uang Rp100 juta.

Empat Sosok Layak Dapatkan Tribute Award
DI LUAR deretan peraih official award atau penghargaan individual dalam Piala Presiden 2025. Paling tidak ada empat sosok yang layak diketengahkan mendapatkan Tribute Award atau penghargaan khusus,.

Penghargaan sebagai bentuk penghormatan atas pencapaian dan dedikasi luar biasa mereka. Sepanjang kiprahnya dalam tujuh edisi penyelenggaraan turnamen pramusim tersebut (2015-2025).

Mereka adalah Maruarar Sirait, Ketua Steering Committee Piala Presiden 2025. Kemudian tiga pemain, Johan Ahmat Farizi (Arema FC), Dendi Santoso (Arema FC), dan Ricky Fajrin Saputra pemain Bali United yang tahun 2025 ini memperkuat tim Liga Indonesia All Star.

Maruarar Sirait
SANG Ketua Steering Committee (OC) Piala Presiden 2025, Maruarar Sirait, tak pelak merupakan aktor di balik layar suksesnya even ini.

Enam dari tujuh edisi, dia konsisten menggawangi even memperebutkan trofi RI-1 sebagai OC. Masing-masing pada Piala Presiden 2015, 2017, 2018, 2019, 2024, dan 2025. Minus tahun 2022 yang di-hadle langsung oleh Ketum PSSI ketika itu, Mochamad “Iwan Bule” Iriawan.

“Sejak pertama kali digelar tahun 2015 hingga saat ini 2025, tidak ada turnamen di Indonesia yang bisa digelar secara konsisten seperti Piala Presiden. Kunci sukses turnamen ini, menarik animo tinggi para sponsorhip dan dukungan dari semua pihak dan transparansi,” ujar Maruarar Sirait.

“Begitu juga support dari tim peserta dan masyarakat sepak bola yang luar biasa. Termasuk value Piala Presiden tetap terjaga, yaitu tidak ada pengaturan skor, tidak menggunakan uang negara, baik APBN maupun APBD.”.

Tugas alumni FISIP, Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) Bandung sebagai Ketua OC, tak ringan. Mulai peran dalam mencari dan membentuk kepanitiaan. Menyusun dan menentukan arah, sasaran, dan tujuan pelaksanaan acara.

Pria yang akrab disapa Ara Sirait itu, pun harus memberikan arahan, membuat kebijakan. Hingga memastikan pelaksanaan Piala Presiden berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.

Dendi Santoso, Johan Farizi, dan Ricky Fajrin Eksis di Tujuh Edisi
TUJUH edisi penyelenggaran Piala Presiden 2015-2025, tercatat dalam hitugan total diikuti 3.240 pemain dari 108 tim. Jika dalam hitungan rata-rata, setiap tim mengirimkam 30 pemain setiap edisinya.

Dihitung per nama tim dalam tujuh edisi Piala Presiden, ada 38 tim yang pernah mengikutinya. Termasuk dua tim luar negeri pada tahun 2025 ini, Port FC (Thailand) dan Oxford United FC (Inggris), serta tim selection Liga Indonesia All Star .

Piala Presiden 2025 diikuti enam tim (180 pemain) dan tahun 2024 ada delapan tim perserta (240 pemain). Sebelumnya, pada tahun 2022 diikuti 18 tim (540 pemain).

Tahun 2019 (600 pemain), 2018 (600 pemain), dan 2017 (600 pemain) sama-sama mengundang 20 tim. Hanya pada tahun pertama 2015 menyertakan 16 tim (480 pemain).

Hanya dua tim yang paling konsisten lengkap mengikuti tujuh edisi penyelenggaraan Piala Presiden 2015-2025. Yakni Persib Bandung (juara 2015) dan Arema FC (juara 2024, 2022, 2019, dan 2017).

Namun dari tujuh edisi Piala Presiden 2015-2025 yang diikuti 3.240 pemain secara menyeluruh. Tercatat tiga pemain saja tak pernah absen alias lengkap mengikuti semua tahun penyelenggaraan.

Pertama, Johan Ahmat Farizi, bek kiri sekaligus kapten Arema FC kelahiran Sumber Pucung (Kabupaten Malang), 25 Mei 1990. Eksis di tujuh edisi Piala Presiden 2015-2025.

Selain mengoleksi tiga gol, dia bersama timnya juga naik podium empat kali sebagai juara Piala Presiden tahun 2024, 2022, 2019, dan 2017. Sisanya peringkat keenam tahun 2025, perempatfinalis tahun 2018, dan juara ketiga tahun 2015.

Kedua, Dendi Santoso, gelandang sayap yang juga kapten kedua Arema FC kelahiran Kota Malang, 16 Mei 1990. Track record-nya sama seperti rekannya Johan Farizi. Koleksi tiga gol dan empat kali juara tahun 2024, 2022, 2019, dan 2017. Sisanya peringkat keenam tahun 2025, perempatfinalis tahun 2018, dan juara ketiga tahun 2015.

Ketiga, Ricky Fajrin Saputra, bek kiri Bali United yang khusus tahun 2025 ini memperkuat tim Liga Indonesia All Star. Pemain kelahiran Semarang, 6 September 1995 itu, juga tak pernah absen di tujuh edisi Piala Presiden 2015-2015, meski belum pernah sekalipun merasakan gelar juara.

Tahun 2025 bersama Liga Indonesia All Star finis peringkat keempat. Sebelumnya dalam enam edisi, Ricky Fajrin membela klubnya sendiri Bali United.

Masing-masing Piala Presiden 2024 (peringkat ke-4 fase Grup B), tahun 2022 (posisi ke-3 fase Grup C), dan tahun 2019 (uruta kedua fase Grup B). Tahun 2018 timnya Bali United finis runner-up usia dikalahkan Persija Jakarta di babak final, dan tahun 2017 (posisi ke-4 fase Grup 4), serta tahun 2015 (perempatfinalis).

Tribute Award Piala Presiden 2015-2025
Maruarar Sirait
Ketua Steering Committee Piala Presiden
Menteri PKP RI (Perumahan dan Kawasan Permukiman)
Singapura, 23 Desember 1969
• Ketua Steering Committee Piala Presiden 2025
• Ketua Steering Committee Piala Presiden 2024
• Ketua Steering Committee Piala Presiden 2019
• Ketua Steering Committee Piala Presiden 2018
• Ketua Steering Committee Piala Presiden 2017
• Ketua Steering Committee Piala Presiden 2015

Dendi Santoso
Arema FC
Malang, 16 Mei 1990 (umur 35)
Gelandang sayap
7 edisi Piala Presiden (3 gol)
• Piala Presiden 2025 (Arema FC peringkat 6)
• Piala Presiden 2024 (Arema FC juara)
• Piala Presiden 2022 (Arema FC juara)
• Piala Presiden 2019 (Arema FC juara)
• Piala Presiden 2018 (Arema FC perempatfinalis)
• Piala Presiden 2017 (Arema FC juara)
• Piala Presiden 2015 (Arema FC juara ketiga)

Johan Ahmat Farizi
Arema FC
Malang, 25 Mei 1990
Bek Kiri
7 edisi Piala Presiden (3 gol)
• Piala Presiden 2025 (Arema FC peringkat 6)
• Piala Presiden 2024 (Arema FC juara)
• Piala Presiden 2022 (Arema FC juara)
• Piala Presiden 2019 (Arema FC juara)
• Piala Presiden 2018 (Arema FC perempatfinalis)
• Piala Presiden 2017 (Arema FC juara)
• Piala Presiden 2015 (Arema FC juara ketiga)

Ricky Fajrin Saputra
Bali United dan Liga Indonesia All Star
Semarang, 06 September 1995
Bek kiri dan bek tengah
7 edisi Piala Presiden (0 gol)
• Piala Presiden 2025 (Liga Indonesia All-Star peringkat 4)
• Piala Presiden 2024 (Bali United ke-4 Grup B)
• Piala Presiden 2022 (Bali United ke-3 Grup C)
• Piala Presiden 2019 (Bali United ke-2 Grup B)
• Piala Presiden 2018 (Bali United runner-up)
• Piala Presiden 2017 (Bali United ke-4 Grup 4)
• Piala Presiden 2015 (Bali United perempatfinalis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

Berita Terkait

PSF Academy