BANDUNG, G-SPORTS.ID – Penantian panjang Sean Winshand Cuhendi untuk meraih gelar Grandmaster (GM) tercapai tahun ini. Gelar GM tersebut diraih saat turun di turnamen catur bertajuk ‘Nusantara Grandmasters Tournament’ yang berlangsung di Hotel Mewangi di Bilangan Karang Setra, Kota Bandung, 22 sampai 27 Juli 2025.
Usia menerima tropi Sean mengatakan, sejak tahun 2017, telah memiliki norma tiga GM. Sedangkan, untuk menjadi GM persyaratannya harus ada tiga norma dengan rating 2.500 dan itu dicapai oleh Sean di turnamen yang sarat gengsi tersebut. Kenaikan rating Sean di turnamen tersebut secara hitungan dari 2.0486 menjadi 2.5009 dengan kenaikannya sekitar 23 poin.
Sean mengaku, keberhasilan tersebut mimpi yang tertunda. Bukan karena tidak mengikuti turnamen demi turnamen tetapi performanya tidak selalu naik kadang bisa turun saat bermain ketika itu.
Pada Nusantara Grandmasters Tournament tersebut, Sean tak sekali pun mengalami kekalahan. Tetapi, menurutnya di Nusantara Grandmasters Tournament semua lawan berat-berat.
“Di babak keempat paling susah, tapi saya dapat 2500 pertama di babak keempat, tapi yang lainnya semua berat, ” ujarnya menambahkan.
Kunci sukses mendapat poin di Nusantara Grandmasters Tournament kata dia, diraih karena selama ini konsisten mengelola sekolah catur di Gading Serpong setelah dipercaya oleh Grandmaster Utut Adianto dan Pembina PB PERCASI, Eka Putra Wirya.
“Jadi selama ini lebih banyak pegang catur dan secara teori lebih siap,” katanya memungkasi.
Atas keberhasilan tersebut, federasi tinggal melakukan apply ke FIDE Master (FM) untuk Sean karena onditional ratingnya sudah tercapai.
Ketua Wasit, Bunawan, menjelaskan, untuk memenuhi persyaratan kenaikan rating seperti Sean untuk meraih 2500 memang harus ada tiga kali norma. Menurutnya, yang belum dicapai Sean akhirnya berhasil dan ditetapkan di turnamen tersebut.
“Dengan demikian, tinggal kita apply Sean ke FIDE Master untuk onditional ratingnya sudah tercapai, sehingga grandmasternya secara resmi bisa dikeluarkan, selain Sean, Grand Master Indonesia sudah punya 9, yang empat orang sudah almarhum, lima yang masih ada, Grandmaster Utut Adianto, Cerdas Barus, Novendra Prismoro, Susanto dan Sean,” kata Bunawan menjelaskan.
Nusantara Grandmaster Tournament itu pun mengantarkan bagi pecatur yang belum memiliki gelar International Master (IM). Seperti juara Super Chess National Tournament yang baru lalu dengan raihan full point, Satria Duta Cahaya.
Pada Nusantara Grandmasters Tournament, Satria berhasil naik rating ke International Master (IM) dari sebelumnya, FIDE Master setelah meraih 5,5 poin seperti yang dibutuhkan untuk mencapai International Master.
“Hanya disini persyaratannya 7 poin dari 9. Sebelumnya Satria sudah mempunyai dua norma IM karena syaratnya tiga dan ratingnya sudah cukup. Tinggal diapply saja bahkan di bulan Agustus ada rapat pleno FM, mudah – mudahan sekarang di apply dan nanti sudah bisa sah,” ujar Bunawan menjelaskan lagi.
“Mudah – mudahan bisa nambah, tapi Satria Duta Cahaya calon harapan berikutnya,” kata Bunawan menambahkan lagi.
Bunawan kembali menjelaskan bahwa turnamen catur seperti Nusantara Grandmasters Tournament kapan saja bisa dilaksanakan. Hanya kata dia, pihak penyelenggara harus melaporkan ke federasi catur dunia dan sebulan sebelumnya harus membuat aplikasi untuk menegaskan bahwa di Indonesua akan menyelenggarakan turnamen.
“Tetapi, syaratnya harus mengundang 10 pemain dengan syarat lagi harus ada empat pecatur luar negeri dengan minimal dari dua negara, disini ada tiga pemain Filipina satu pemain Vietnam. Jadi sudah cukup, dua federasi ditambah dari pecatur kita, jadi kalau 9 babak, 10 pecatur, GM 3 sudah cukup, tapi kita undang Grandamaster disini lebih,”ujarnya memungkasi.
Ditempat yang sama, panitia penyelenggara yang juga Women Grandmaster (WGM) Dewi Ardiaya Anantasya Citra, mengatakan, turnamen tersebut diinisiasi dengan tujuan utama memberikan kesempatan kepada pecatur Indonesia untuk menaikkan rating mereka, sekaligus mengejar norma untuk gelar Internasional Master (IM) maupun Grandmaster (GM).
“Kami ingin memberi ruang bagi pecatur tanah air agar bisa menggenapkan norma, serta memajukan catur Indonesia ke level internasional,” ujar Dewi Citra yang juga bertindak sebagai ketua pelaksana ‘Nusantara Grandmasters Tournament”, katanya.
Menurutnya, turnamen ini diikuti oleh 10 peserta dari tiga negara yakni, Indonesia, Vietnam dan Filipina. Komposisinya terdiri dari 5 Grandmaster, 3 Internasional Master dan 2 Fide Master.
Turnamen ini juga mendapat dukungan penuh dari PB Percasi. Ketua Dewan Pembina PB Percasi Eka Putra Wirya selaku Dewan Pembina PB Percasi dan menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif ini.
“Kami sangat mendukung turnamen seperti ini, apalagi dengan adanya sponsor. Ini sangat baik bagi perkembangan catur nasional,” kata Eka pada kesempatan yang sama. ***
