Tectona Terancam Degradasi

Sri Nugroho

19/09/2025

Tim putri Tectona (biru) dalam posisi bahaya dan terancam terkena degradasi ke Divisi Satu usai menelan kekalahan ketiga. (Foto: Dok Humas PBVSI)

BOJONEGORO, G-SPORTS.ID — Tim putri Tectona dalam posisi bahaya dan terancam terdegradasi ke Divisi Satu usai menelan kekalahan ketiga.

Tectona menelan kekalahan ketiganya setelah ditaklukkan Bharata Muda 0-3 (15-25, 15-25, 20-25) dalam lanjutan Livoli Divisi Utama 2025 Putaran Reguler Kedua di GOR Utama Bojonegoro, Jumat (19/9/2025).

Kekalahan pertama tim asuhan Agus Irawan itu kalah atas Kota Impian Wahana dan kedua lawan Jenggolo Sport Sidoarjo masing-masing 0-3.

Tectona masih menyisakan dua laga di Pul DD ini. Dua sisa laga itu menghadapi TNI AU Electric dan Petrokimia Gresik Pupuk Indonesia masing-masing pada Sabtu (20/9/2025) dan Minggu (21/9/2025).

Dalam laga tersebut, Bharata Muda menunjukkan dominasi setiap set.

Set pertama Bharata Muda yang dimotori Calista Maya langsung tampil agresif sejak awal. Serangan cepat dan blok solid membuat Tectona kesulitan mengembangkan permainan. Bharata Muda unggul jauh dan menutup set pertama dengan kemenangan 25-15.

Set kedua Tectona mencoba bangkit, Pascalina Mahuze dkk. berusaha memperkuat pertahanan dan memanfaatkan servis untuk menekan. Namun Bharata Muda tetap konsisten dan mampu menjaga keunggulan hingga akhir set kedua dengan 25-15.

Set ketiga, momentum tetap dikendalikan Bharata Muda. Calista Maya dkk tampil sangat percaya diri, meski Tectona berusaha memberikan perlawanan.

Di akhir set ketiga Bharata Mudha terus melakukan serangan dari sayap dan Tectona pun tak mampu membendung smas-smas tajam dari anak-anak Bharata Muda. Akhirnya Tectona pun menyerah dengan 20-25.

Kemenangan pertama ini bagi Bharata Muda memperkuat posisi anak-anak dari DLI Jakarta di klasemen Pul DD, untuk lepas dari ancaman degradasi.

Usai laga,  pelatih Tectona, Agus Irawan mengakui sangat sulit pemainnya mengembangkan permainan, “Masalah utama kami di receive, anak-anak selalu gagal di bola pertama. Itu permasalah utama tim kami,” ucapnya.

Agus Irawan juga tak memungkiri kalau timnya lemah di setter dan Libero, “Dua posisi ini kami sangat lemah,” tukasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

Berita Terkait

PSF Academy