SLEMAN, G-SPORTS.ID – PSS Sleman berhasil mencatat kemenangan krusial di laga pekan ke-15 Pegadaian Championship 2025/26. Bermain di kandang sendiri di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (10/1/2026), skuad berjuluk Super Elang Jawa menang tipis 2-1 dari PSIS.
Sejak peluit awal dibunyikan, PSS langsung mengambil inisiatif serangan. Intensitas tinggi dan pressing agresif membuat PSIS kesulitan mengembangkan permainan.
Peluang pertama hadir di menit ke-4 sekaligus langsung berbuah gol pertama untuk PSS melalui sepakan keras Muhammad Junior Haqi setelah memanfaatkan umpan dari lini tengah.
Baca juga : https://g-sports.id/2026/01/10/motivasi-tinggi-pss-ditantang-energi-baru-psis/
Berawal dari umpan jauh Gustavo Tocantins yang menusuk ke lini pertahanan PSIS, sekali kontrol bola disambut tendangan tajam Haqi yang tak mampu diantisipasi penjaga gawang PSIS. Stadion Maguwoharjo pun bergemuruh, mengangkat moral para pemain tuan rumah.
Tertinggal satu gol, PSIS mencoba keluar dari tekanan. Namun solidnya organisasi permainan PSS membuat serangan tim tamu kerap kandas sebelum memasuki kotak penalti. Hingga turun minum, keunggulan 1-0 untuk PSS tetap bertahan.
Memasuki babak kedua, PSIS tampil lebih berani dengan menaikkan kecepatan serangan. Situasi ini justru membuat pemain PSS kehilangan fokus yang berujung gol penyama kedudukan PSIS melalui Beto Goncalves di menit ke-49.
Tidak ingin mengakhiri pertandingan dengan hasil imbang, motivasi meraih kemenangan pasukan Super Elja semakin tinggi. Hasilnya terlihat di menit ke-61 ketika umpan akurat Ichsan Pratama membelah pertahanan PSIS dan diselesaikan dengan tenang Gustavo Tocantins menjadi gol kedua bagi PSS.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tidak berubah. Asisten Pelatih PSS Sleman, Gilang Ramadan, menilai kemenangan berkat dukungan dari suporter tiada henti selama 90 menit.
“Pertama-tama saya syukur alhamdulillah pada hari ini tim PSS diberikan kemenangan. Itu semua terjadi tidak hanya berkat dari kita pemain ataupun ofisial melainkan dari suporter yang tidak henti-hentinya memberikan dukungan selama 90 menit,” ungkapnya di sesi jumpa pers setelah pertandingan.
“Pastinya pertandingan ini tidak mudah bagi kami. Terlebih di pertandingan terakhir kita mengalami kekalahan. Tapi bagaimana caranya kita dan tim semuanya sepakat bahwa hari ini kita harus ambil 3 poin,” tutur Gilang Ramadan.
Baca juga: https://g-sports.id/2026/01/08/pss-sleman-optimistis-lucao-jadi-pengganti-tepat-cleberson/
Disisi lain, meski kalah, pelatih PSIS, Jafri Sastra menilai performa anak asuhnya tidak mengecewakan. Menurutnya, PSIS mampu tampil kompetitif sepanjang pertandingan, namun lengah di momen krusial jelang laga berakhir.
“Anak-anak sebenarnya bermain bagus dan sudah berjuang selama 90 menit. Kami tidak bermain buruk. Hanya saja di akhir pertandingan, Sleman bisa memanfaatkan peluang dan meraih tiga poin,” ucap Jafri Sastra.
