PEKANBARU, G-SPORTS.ID — PSPS Pekanbaru gagal mengamankan poin penuh di laga pekan ke-17 Pegadaian Championship 2025/26. Bertanding di kandang sendiri di Stadion Kaharudin Nasution, Pekanbaru, Jumat (23/1/2026) malam, PSPS main imbang 1-1 lawan Adhyaksa FC Banten.
PSPS membuka keunggulan lebih dulu melalui gol Asir Asiz pada menit ke-11 setelah menerima assist dari Ariyanto. Namun kemudian Adhyaksa FC berhasil menyamakan kedudukan lewat eksekusi penalti Makan Konate pada menit 45+5.
Gol tersebut memastikan skor imbang 1–1 hingga pertandingan berakhir. Ini tentunya bukan hasil yang diinginkan Askar Bertuah karena sejak awal membidik poin penuh.
Baca juga: https://g-sports.id/2026/01/23/menjamu-adhyaksa-fc-jadi-ujian-konsistensi-psps/
Tambahan satu poin membuat koleksi nilai PSPS kini jadi 21 poin dan masih ada di peringkat ke-8 dari 10 tim di Grup 1 atau Grup Barat.
Di peringkat ke-9 ada Persekat Tegal dengan nilai 17 dan peringkat 10 alias juru kunci ada Sriwijaya FC dengan dua poin saja.
Pada laga lawan Adhyaksa FC, PSPS sebenarnya memiliki peluang emas untuk memenangkan pertandingan jika saja wasit tidak menganulir gol yang diciptakan oleh Antonio Agusto pada menit ke-64.
Tendangan kerasnya menjebol gawang Adhyaksa FC, namun wasit VAR menyatakan kontrol bola dadanya menyentuh tangan, dan wasit menyatakan gol Antonio tidak sah. Pelatih PSPS Aji Santoso, tidak dapat memendamkan kekecewaannya, dan itu diperlihatkan saat terjadi aksi protes dengan wasit yang memimpin pertandingan.
Dimana pada babak pertama PSPS memiliki peluang menambah gol pada menit ke 34 setelah pemain PSPS, Vier Donny dilanggar di kotak pinalti, dan wasit langsung menunjuk titik putih.
Baca juga: https://g-sports.id/2026/01/16/debut-manis-antonio-gamaroni-bersama-psps/
Namun sebelum eksekusi penalti, wasit VAR menginformasikan Vier melakukan diving sehingga penalti dibatalkan. Aksi protes dilakukan oleh Aji Santoso bersama jajaran pelatih dan manajer serta pemain tidak digubris oleh wasit Yendi Krisdianto.
Usai laga, pelatih PSPS, Aji Santoso kembali menyampikan bahwa hasil yang diraihnya bersama tim, sudah maksimal meski hanya mampu meraih satu poin.
“Ini modal bagus buat kita main terakhir di Banda Aceh, saya tidak mau menuduh siapapun, silahkan rekan-rekan menganalisa sendiri, hanya saya sampaikan ini memalukan,” tegas Aji Santoso.
