NAKHON RATCHASHIMA, G-SPORTS.ID — Kontingen Indonesia sudah mendekati target raihan medali di ASEAN Para Games 2025 yang digelar di Tailan meski pertandingan masih akan tersaji hingga Minggu (25/1/2026) besok.
Raihan Indonesia dalam rekap medali hingga Jumat (23/1/2026) pukul 23.00 WIB, sudah mengumpulkan 69 emas, 75 perak dan 69 perunggu atau hanya selisih 13 emas, dua perak dan delapan perunggu dari target awal.
Tambahan 28 medali emas pada hari ketiga perebutan medali ini tak lepas dari prestasi sejumlah cabor. Tim para atletik yang dibebani target 25 emas, kini sudah memperoleh 27 emas dan masih berpeluang bertambah.
Keberhasilan serupa juga diraih tim para renang yang sudah meraih 15 emas atau nyaris dua kali lipat dari target semula yang hanya delapan emas.
Prestasi tak kalah ciamik juga ditunjukkan tim boccia dan para judo. Kedua cabor sudah memenuhi target medali di Thailand. Boccia meraih dua emas dan para judo meraih empat emas.
Raihan 69 emas, 75 perak dan 69 perunggu membuat Indonesia kokoh sebagai runner up di klasemen medali ASEAN Para Games 2025. Posisi teratas ditempati tuan rumah Tailan dengan koleksi 109 emas, 101 perak dan 84 perunggu.
Sementara Malaysia yang menjadi kompetitor dalam perebutan posisi kedua baru mengumpulkan 33 emas, 33 perak dan 43 perunggu. Kemudian Filipina menguntit dengan koleksi 26 emas, 22 perak dan 27 perunggu serta Vietnam memperoleh 24 emas, 29 perak dan 23 perunggu.
Performa ciamik yang ditunjukkan para atlet mendapatkan apresiasi dari Chef de Mission (CdM) Indonesia, Reda Manthovani. Dengan banyaknya medali yang masih diperebutkan, terutama cabor-cabor potensial Indonesia, target runner up di ASEAN Para Games 2025 optimistis bisa tercapai.
“Kalau melihat selisih medali yang lumayan jauh, saya yakin (target runner up terpenuhi). Apalagi cabor unggulan kita masih banyak yang belum dimainkan (nomor pertandingan), seperti bulu tangkis dan catur. Lalu, boccia dan tenis meja juga masih ada. Deposito kita masih banyak,” Reda Manthovani, Jumat (23/1/2026) malam.
Kontingen Indonesia kini memiliki misi lain yang coba diperjuangkan dalam dua hari tersisa. Reda berharap perbedaan raihan medali antara Indonesia dengan Tailan tak terlampau jauh.
“Insya Allah tetap bertahan di peringkat kedua dan kita upayakan selisih medalinya tidak terlalu jauh dengan Tailan,” ucap Reda Manthovani.
