BANTUL, G-SPORTS.ID – PSIM Yogyakarta akhirnya harus gigit jari saat mengawali laga putaran kedua atau pekan ke-18 BRI Super League 2025/26. Bermain di kandang sendiri menjamu Persebaya Surabaya di Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu (25/1/2026) sore, Laskar Mataram kalah telak 0-3.
Tiga gol Persebaya di laga itu diciptakan oleh Gali Freitas menit ke-34, Jefferson Silva menit ke-73, dan Rachmat Irianto menit ke-83.
Ini menjadi pukulan telak bagi PSIM yang sejak awal bertekad mencatat poin penuh di laga perdana putaran kedua sekaligus untuk membuktikan konsistensinya di papan atas.
Baca juga: https://g-sports.id/2026/01/25/psim-dan-persebaya-saling-puji-kekuatan-lawan/
Kekalahan ini membuat posisi PSIM di klasemen sementara melorot satu strip dari posisi enam ke peringkat tujuh dengan koleksi 30 poin. Sedangkan Persebaya naik ke peringkat enam dengan nilai 31.
Usai pertandingan, pelatih PSIM, Jean Paul Van Gastel menilai sebenarnya anak asuhnya tampil cukup baik pada babak pertama. Namun kesalahan dalam menjaga posisi pemain lawan menjadi awal petaka bagi timnya.
“Kami tahu bahwa Persebaya lebih banyak menunggu kami melakukan kesalahan. Dan saya rasa pada gol pertama posisi kami tidak terjaga dengan baik,” kata Van Gastel.
Pelatih asal Belanda itu menjelaskan, PSIM gagal mengantisipasi pergerakan pemain tengah dan sayap Persebaya, yang berujung pada kebobolan gol pembuka sebelum turun minum.
Baca juga: https://g-sports.id/2026/01/18/kisah-bahagia-dan-sedih-bek-psim-usai-cetak-gol-perdana-di-indonesia/
Babak kedua, PSIM mencoba tampil lebih agresif dengan mengambil risiko lebih besar demi mengejar ketertinggalan. Namun strategi tersebut justru membuka ruang bagi Persebaya untuk menambah keunggulan.
“Saat pertandingan berlanjut, kami harus ambil lebih banyak resiko. Kami coba mencari gol, tetapi konsekuensinya kami bermain lebih terbuka dan memberikan lebih banyak peluang bagi mereka,” ucapnya lagi.
Van Gastel juga menyoroti kondisi lini belakang PSIM yang mengalami masalah, sehingga memaksa timnya melakukan rotasi pemain di posisi yang tidak ideal.
