JAKARTA, G-SPORTS.ID – Tim Nasional Putra Futsal Indonesia tak ubahnya skuad muda atau Timnas B, berasal dari enam klub kompetisi Pro Futsal League 2025/2026, menghadapi ajang ASEAN Futsal Championship 2026.
Dalam even yang akan diselenggarakan pada 5 hingga 12 April 2026 di Nonthaburi Stadium, Nonthaburi, Thailand tersebut. Daftar skuad timnas, diluar nama-nama pemain yang membawa Indonesia finis runner-up pada AFC Futsal Men’s Asian Cup 2026 (Piala Asia 2026) lalu.
Pelatih Timnas Indonesia, Héctor Souto Vazquez, hanya menjadi ajang tersebut sebagai regenerasi pemain jangka panjang. Persiapan Timnas Garuda telah memasuki persiapan akhir jelang Piala AFF Futsal 2026 di Thailand.
“Target utama saya di Piala Futsal AFF 2026 adalah melihat bagaimana para pemain ini dapat beradaptasi dengan persiapan singkat dan tampil di turnamen yang sangat penting seperti AFF. Saya tidak terlalu khawatir tentang hasil akhir,” ujar Héctor Souto.
Pelatih asal Chantada (Spanyol) itu, menegaskan bahwa turnamen regional ini akan menjadi fase pengembangan baru bagi skuad Garuda. Dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (31/03/2026), dia memaparkan strategi pemanggilan pemain muda dan wajah baru.
Sebagai langkah konkret mempersiapkan kedalaman tim menuju target jangka panjang. Yakni FIFA Futsal World Cup 2028 dan 2032 (Piala Dunia Futsal).
Setelah membawa Timnas Futsal mencapai level bersejarah dalam satu setengah tahun terakhir, Héctor Souto kini fokus memperluas pool pemain nasional menjadi 30 hingga 40 nama yang siap dipanggil kapan saja. Dalam pemusatanlLatihan (TC) singkat di Jakarta yang berlangsung selama satu pekan ini, terdapat 19 pemain yang tengah digembleng paska-berakhirnya Professional Futsal League (PFL) dan bulan suci Ramadan.
Beri Jam Terbang di Kompetisi Nyata, Targetkan Semifinal
Menghadapi Piala AFF 2026 dengan waktu persiapan yang minim dan kondisi fisik pemain yang belum mencapai titik maksimal. Usai libur kompetisi, Héctor Souto memiliki pandangan tersendiri mengenai target tim.
“Saya ingin melihat mereka membuktikan diri dalam kompetisi nyata yang penuh tekanan, bukan sekadar laga persahabatan. Tentu saja, target kami adalah mencapai babak semifinal, dan setelah itu kami akan berjuang keras untuk hasil yang lebih baik lagi,” tegas Héctor
Souto.
Strategi Pemilihan Pemain: Fokus pada Usia 18-24 Tahun
Terkait susunan pemain, Héctor Souto merombak cukup banyak komposisi skuad dari ajang AFC sebelumnya. Tim pelatih hanya mempertahankan dua pemain muda dari skuad tersebut, yakni Yogi Saputra dan Dewa Rizki.
Selain itu, nama-nama yang sempat absen seperti Guntur Sulistyo kembali dipanggil untuk dievaluasi kesiapannya. Langkah berani juga diambil dengan memanggil pemain berusia 19 tahun, M Farhan , ke dalam skuad senior.
“Kita masih memiliki tantangan dalam sistem kompetisi usia dini (grassroots). Oleh karena itu, di tim nasional kami harus proaktif membantu pemain muda untuk promosi. Memasukkan pemain berusia 19, 21, atau 22 tahun saat ini adalah investasi, karena dalam enam atau tujuh tahun ke depan menuju Piala Dunia 2032,” tegas Héctor Souto.
“Merekalah yang akan berada di usia emas. Kami menyadari ada kekurangan jumlah pemain di rentang usia 18 hingga 24 tahun di PFL saat ini, dan kami mendorong klub-klub untuk berani memberi mereka menit bermain,” imbuhpPelatih asal Chantada (Spanyol) tersebut.
