BANDUNG, G-SPORTS.ID – Pemberian bonus bagi atlet Jawa Barat berprestasi dan peraih medali tinggal menunggu waktu.
Sebab, Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) sendiri baru saja mengalokasikan anggarannya. Hanya saja, masih dalam proses tahapan validasi dan verifikasi pendataan atlet secara rinci yang berkaitan dengan by name dan by address.
“Hal itu sangat penting untuk menghindari kesalahan sasaran atau duplikasi penerima penghargaan dan ini yang membuat prosesnya harus lebih hati-hati,” kata Kadispora Jawa Barat, Hery Antasari menjelaskan saat ditemui di Kantor Dispora Jabar Komplek Olahraga SPOrT Jabar, Arcamanik, Senin (20/4/2026).
Proses pemberian penghargaan bagi atlet berprestasi memang agak terlambat khususnya penyelenggaraan even internasional SEA Games dan ASEAN Para Games 2025 tidak dilaksanakan secara beriringan.
Timeline pelaksanaan SEA Games dan ASEAN Para Games tahun ini sambung Hery, ada perbedaan dibandingkan edisi sebelumnya.
“Biasanya kedua even tersebut digelar beriringan tanpa jeda waktu yang panjang. Kalau sebelumnya SEA Games dan ASEAN Para Games selalu berdekatan, kali ini ada jeda karena perubahan jadwal. Ini yang mempengaruhi proses penganggarannya,” katanya memaparkan.
Jadi, Hery menegaskan, keterlambatan pemberian penghargaan bukan karena ketiadaan anggaran atau kurangnya perhatian pemerintah. Hal tersebut murni karena mengikuti mekanisme administrasi yang berlaku.
“Tidak ada niat menunda atau karena tidak ada anggaran. Justru atlet jadi prioritas Pak Gubernur dan pasti akan diberikan tinggal menunggu waktu saja,” katanya menambahkan seraya berharap para atlet untuk bersabar menunggu proses penganggaran perubahan 2026 yang saat ini sedang berjalan.
Menurutnya, Pemprov Jabar selama ini konsisten memberikan penghargaan kepada atlet di berbagai ajang multi-event, baik di tingkat provinsi, nasional, regional, hingga internasional seperti SEA Games dan ASEAN Para Games.
“Itu sudah menjadi komitmen pemerintah terhadap insan olahraga. Siapapun gubernurnya, termasuk Pak KDM, memiliki kepedulian besar terhadap atlet. Bahkan, kegiatan olahraga masyarakat pun tetap diberikan penghargaan,” katanya.
Pemberian penghargaan kepada atlet SEA Games dan ASEAN Para Games memang sudah kewajiban Pemprov Jabar. Bahkan Pemprov Jabar sendiri ujarnya, tidak pernah memisahkan guna menjaga kesetaraan dan kondusifitas para atlet baik yang non-disabilitas maupun disabilitas.
“Sekali lagi kami tegaskan, tidak pernah membedakan atlet. Semua memiliki level yang sama, baik atlet umum maupun atlet disabilitas. Maka penghargaan selalu diberikan dalam satu kesatuan,” ujarnya menegaskan lagi.
Hasil investigasi menyebutkan, selain SEA Games dan ASEAN Para Games, Pemprov Jabar telah mencatat empat agenda olahraga pada periode akhir 2025 hingga awal 2026. Sedikitnya, ada empat agenda besar yang tengah diakomodir Pemprov Jabar untuk penganggarannya, yakni Popnas, Peparpelnas, SEA Games dan ASEAN Para Games sehingga bagi Pemprov Jabar kondisi tersebut membuat perencanaan anggaran menjadi lebih kompleks.
Empat even besar itu pun harus masuk dalam perencanaan anggaran sehingga perlu penyesuaian timeline agar semuanya bisa terakomodir dengan baik. Untuk Popnas dan Peparpelnas yang selesai pada 2025, penganggarannya sudah dapat dimasukkan ke dalam APBD murni 2026. Sementara SEA Games dan ASEAN Para Games yang selesai di awal 2026 harus melalui proses berbeda.
“Karena SEA Games dan ASEAN Para Games selesai di awal 2026, maka proses penganggarannya harus melalui perubahan anggaran 2026, kami mohon maaf. Kami pastikan penghargaan akan diberikan, saat ini hanya tinggal menunggu proses anggaran perubahan 2026,” kata Hery memungkasi. ***
