Klub Sehat Finansial dan Manajemen, Dilematis Madura United Memilih Pelatih

Noval Lutfianto

22/04/2026

MADURA UNITED : Presiden Klub Madura United, Achsanul Qosasi. (Foto : Dok. Madura United)

BANGKALAN, G-SPORTS.ID – BRI Super League 2025/2026 menjadi kompetisi domestik ke-10 yang diikuti Madura United sepanjang 10 tahun terakhir (2016-2026).

Termasuk kompetisi “turnamen” Indonesia Soccer Championship A 2016 (ISC A 2016). Juga Liga 1 2020 yang terhenti pada laga pekan ketiga, karena mewabahnya coronavirus disease 2019 (COVID-19) di Tanah Air dan seantero dunia.

Mengusung bendera PT Polana Bola Madura Bersatu (PT PBMB), tim berjuluk Laskar Sapeh Kerrap ini, ber-homebase di dua venue. Yakni Stadion Gelora Bangkalan, Bangkalan (Madura) dan Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan, (Madura), Jawa Timur

Madura United didirikan pada Minggu tanggal 10 Januari 2016 silam. Setelah mengakuisisi Persipasi Bandung Raya (PBR). Atau bertepatan dengan tanggal dan bulan kelahiran sang owner, Dr. Achsanul Qosasi, SE, MM, CSFA, CFrA, 10 Januari 1966.

Track Record Madura United 2016-2026
Sepanjang 10 tahun (2016-2026) keikutsertaan dalam liga domestik di Tanah Air, digapai tim yang dinahkodai Presiden Klub sekaligus owner, Achsanul Qosasi (AQ) tersebut, mengalami pelbagai pasang surut track record.

Peringkat ketiga ISC A 2016 dan keempat Liga 1 2023/2024 sekaligus finalis atau runner-up fase Championship Series. Finis posisi kelima Liga 1 2019 dan 2017. Peringkat kedelapan Liga 1 2018 dan 2022/2023, serta posisi kesembilan Liga 1 2021/2022.

Kompetisi level Asia, Madura United bahkan mempu membawa harum nama Merah Putih, lewat sentuhan tangan dingin head coach Angel Alfredo Vera. Luiz “Lulinha” Marcelo Morais dos Reis dan kawan-kawan sukses menorehkan sejarah baru menembus semifinal.

Begitu juga di level turnamen domestik, Piala Indonesia 2018/2019, melaju hingga babak Semifinal. Kemudian untuk even pra-musim Piala Presiden, perempatfinalis 2017 dan 2018, serta semifinalis 2019.

Meski di dua musim kompetisi doemstik terakhir ini, Laskar Sapeh Kerrap mencatat hasil mengecewakan. Diluar ekspetasi sang Presiden Klub, Achsanul Qosasi. Termasuk membuat kecewa para pendukugn setia mereka, baik Taretan Dhibi, Peccot Mania, Trunojoyo Mania, maupun K-Conk Mania.

BRI Super League 1 2025/2026, sementara ini terseok-seok di posisi peringkat ke-15 papan bawah atau satu strip di atas zona degradasi. Mengokesi nilai 256 dan defisit selisih gol 29-47 (-18 gol), hasil enam kali menang, delapan seri, dan 14 kekalahan

Liga 1 2024/2025 finis urutan ke-15, juga satu strip di atas zona degradasi. Mengumpulkan poin 36, selisih gol 36-58 (-22 gol) hasil 10 kali menang, enam seri, dan 18 kalah. Mereka lolos dari degradasi, setelah pelatih pengganti Angel Alfredo Vera dalam 15 laga terakhir mampu melambungkan posisi tim keluar dari dari zona merah.

Achsanul Qosasi Merespon Hasil BRI Super League 1 2025/2026
Capaian mengecewakan Laskar Sapeh Kerrap di BRI Super League 1 2025/2026, tak urung memantik respon sekaligus reaksi Presiden Klub, Achsanul Qosasi.

Pria kelahiran Sumenep (Madura, Jawa Timur), 10 Januari 1966 tersebut, bijak menanggapi raihan hasil timnya. “Madura United adalah satu-satunya klub yang berada di dalam zona papan bawah yang tidak memiliki masalah dalam komitmen,” ujar Achsanul Qosasi, kepada G-Sports.id

“Mengapa kami ada di posisi klasemen papan bawah. Masalah Madura United hanya terjadi saat pemilihan pelatih sebelumnya. Dimana pelatih menerapkan skema main yang tidak sesuai dengan karakter para pemain yang ada. Diluar urusan teknis, tim selama mengarungi BRI Super League 1 2025/2026, kami tidak memiliki masalah apa pun,” ungkap alumni FE-Universitas Pancasila S-1 tahun 1989 itu.
.
Achsanul Qosasi menyebut, mengawali 2025/2026 timnya menghadapi dilema dalam memilih pelatih kepala. Diakui, seorang calon pelatih baru yang memiliki track record bagus dan telah sepakat gabung mendadak batal, karena alasan non teknis.

“Sehingga kami tetap memakai jasa pelatih musim sebelumnya, Alfredo Angel Vera asal Argentina. Awalnya dia kami kontrak sebagai direktur teknik klub sekaligus memberikan apresiasi kepadanya. Artinay awal kompatisi, pergantian atau pemilihan pelatih, tidak sesuai dengan recruitment pemain, dan menjadi sulit dalam penetapan strategiy.”.

Lebih jauh alumni magister di Jose Rizal University, Mandaluyong City, Filipina itu membeberkan. Jika para pemain Madura United dipilih sebelum dimulainya musim 2025/2026, adalah pemain untuk skema 4-3-3 atau 4-3-2-1. Itu juga terjadi saat persiapan tim jelang Liga 1
2024/2025.

Memilih pemain lokal Fransiskus Alesandro “Sandro“ Nimo Olepue (winger kiri) sebagai pengganti Andi Irfan (winger kanan). Kemudian memilih Novan Setya Sasongko (bek kiri) dan Giovani “Gio” Jorim Herzon Dacosta Numberi (bek kiri-kanan) menggantikan Koko Ari
Araya (full-back kanan).

“Kami juga memperbaiki lini belakang dengan menghadirkan Jorge Ambrosio Mendonça (center-back/Brazil). Mengganti striker dengan menghadirkan dua penyerang asal Brazil, Riquelme Sousa Silva dan José Brandão Gonçalves Júnior,” imbuh peraih gelar doktor dalam bidang Administrasi Bisnis dari Universitas Padjadjaran tersebut.

“Ternyata, coach Paulo Jorge Coelho Meneses dari Portugal di awal musim 2024/2025 dan Carlos Eduardo Biasi Parreira dari Brazil awal musim 2025/2026, lebih menyukai skema 3-5-2. Sehingga pemilihan pemain menjadi terbatas dan bahakn banyak pemain yang terpaksa menjadi cadangan.”.

Tak bisa dipungkiri, perbedaan skema taktik dari sang pelatih, kerap kali berujung pada performa tim yang merosot. Dimana pemain kesulitan beradaptasi dengan pola baru pelatih. Ketidakcocokan antara filosofi pelatih dan materi pemain, sertamerta mengganggu permainan tim.

Anggota Badan Pemeriksa Keuangan/BPK periode 2019-2024 itu, menyebut beberapa pemain-pemain tak masuk skema kedua pelatih tersebut. Seperti Jordy Hendrik Nicolaus Wehrmann (mildfielder/Belanda), Sandro Olepue, Gio Numberi, dan Roger “Ruxi”Bonet Badía (bek tengah dan bek kiri/Spanyol), dan Riski Afrisal (wigner kiri)

“Akibatnya, cara main tim menjadi berubah karena tak terbiasa, dan pemain yang ada tak leluasa dalam skema pelatih 3-5-2. Sebagai Presiden Klub, tentunya saya pusing menghadapinya, ciri-khas style permainan Madura United menjadi hilang. Saya mencoba bersabar untuk melihat racikan strategi mereka,” ujar pria yang familiar disapa AQ itu.

Dua Kali Pergantian Pelatih Musim 2025/2026
Menghadapi kondisi yang semakin tidak bagus di 25 laga awal BRI Super League 1 2025/2026, dia akui terpaksa mengambil “keputusan sulit” dengan dua kali melakukan pergantian pelatih. Baik Carlos Eduardo Biasi Parreira maupun Ángel Alfredo Vera.

“Sebagai orang bola, saya tahu penyebabnya. Namun sebagai Presiden Klub saya juga harus menghargai pelatih. Seiring berjalannya waktu, situasi semakin tak bagus. Saya harus ambil resiko pada saat situasi tak menguntungkan. Karena jika ini dibiarkan, maka yang menjadi korban adalah klub,” tandas Achsanul Qosasi.

“Pemain dan pelatih bisa kapan saja pergi. Sedangkan klub ini harus tetap survive, harus tetap berdiri tegak walaupun hanya tinggal saya sendirian. Sekarang dengan hadirnya coach caretaker Rakhmad Basuki yang memahami kelebihan semua pemain tentunya berharap kita “dapat keluar” dalam situasi sulit seperti ini.”.

Madura United, Klub Sehat Finansial dan Manajemen
Diluar urusan teknis sepak bola, Achsanul Qosasi menyebut Madura United sebagai peserta BRI Super League 1 2025/2026 tak memiliki masalah.

“Sponsor selalu berkomitmen tinggi, cashflow dan cash management terkelola baik. Suasana internal tim sangat bagus. Komunikasi di antara pemain-pelatih-ofisial-manajement dan President Club berjalan baik dan sangat harmonis,” bebernya.

Tak urung Asian Football Confederation (AFC) dan PSSI lewat Club Licensing Committee PSSI, empat musim mengapresiasi Madura United. Empat kali memperoleh AFC Club Professional Licensing. Yakni pada edisi tahun 2025/2026, 2024/2025, 2023/2024, dan 2022/2023.

Melalui verfikasi ketat dalam lima aspek pemenuhan kriteria. Masing-masing, aspek sporting, infrastructure, personnel and administration, legal, serta financial.

“Hubungan kami dengan supporter dan stake-holder yang lain juga bagus dan tak ada masalah. Sehingga jika kami berhasil keluar dari situasi ini, maka memang wajar, karena kami tak memiliki masalah apapun, ” terang penerima anugerah Profesor Kehormatan dari Universita Arilangga Surabaya (Unair) atas kontribusinya pada koperasi dan UMKM tersebut.

Namun lanjutnya, jika timnya gagal dari misi bangkit, maka sangat kami sayangkan. Walaupun dia tetap akan menerima dengan hati lapang. Tak urung diakatkan, bahwa sepak bola Indonesia memang terlalu banyak faktor yang turut mempengaruhi.

TRACK RECORD MADURA UNITED 2016-2026

Pelatih di BRI Super League 2025/2026
Rakhmad Basuki (Indonesia)
Kompetisi : BRI Super League 2025/2026
Status : Pelatih caretaker
Lisensi : A AFC License.
Ditunjuk : 15 Maret 2026
Mundur : –
Durasi : –
Laga : 3
Track record : main 3 : menang 2 : seri 0 : kalah 1 : selisih gol 5-5 : poin 6
Posisi Klasemen : 15

Carlos Eduardo Biasi Parreira (Brazil)
Kompetisi : BRI Super League 2025/2026
Status : Pelatih kepala
Lisensi : Pro UEFA Licence
Gabung : 14 November 2025
Mundur : 14 Maret 2026
Durasi : 120 hari
Laga : 14
Track record : Main 14 : menang 1 : seri 4 : kalah 9 : selisih gol 14-30 : poin 7
Posisi Klasemen : 18

Angel Alfredo Vera (Argentina)
Kompetisi : BRI Super League 2025/2026
Status : Pelatih kepala
Lisensi : Pro UEFA Licence
Gabung : 11 Juni 2025
Mundur : 10 November 2025
Durasi : 152 hari
Laga : 11
Track record : main 11 : menang 3 : seri 4 : kalah 4 : selisih gol 10-12 : poin 13
Posisi Klasemen : 18

Prestasi Kompetisi Nasional
• 2025/2026: BRI Super League 1 (sementara peringkat 15)
• 2024/2025: Liga 1 (Peringkat 15)
• 2023/2024: Liga 1 (Peringkat 4)
• 2022/2023: Liga 1 (Peringkat 8)
• 2021/2022: Liga 1 (Peringkat 9)
• 2020 : Dibatalkan (pandemi COVID-19) Liga 1
• 2019 : Liga 1 (Peringkat 5)
• 2018 : Liga 1 (Peringkat 8)
• 2017 : Liga 1 (Peringkat 5)
• 2016 : Indonesia Soccer Championship A (Peringkat 3)

Prestasi Piala Indonesia
• 2018/2019 Babak Semifinal

Prestasi Piala Presiden (pra-musim)
• 2024 Posisi 3 Grup B
• 2022 Posisi 4 Grup B
• 2019 Semifinal
• 2018 Perempat final
• 2017 Perempat final

Prestasi Kompetisi Asia
• 2024/2025 AFC Challenge League 2024/2025 (ACGL) Semifinal

Daftar Pelatih Kepala 2016-2026
• 2025/2026 Pelatih caretaker (Rakhmad Basuki/Indonesia)
• 2025/2026 Carlos Eduardo Biasi Parreira (Brazil) 14 laga
• 2025/2026 Ángel Alfredo Vera (Argentina) 11 laga
• 2024/2025 Ángel Alfredo Vera (Argentina) 15 laga
• 2024/2025 Paulo Jorge Coelho Meneses (Portugal) 6 laga
• 2024/2025 Widodo Cahyono Putro (Indonesia) 4 laga
• 2023/2024 Maurício Ferreira de Souza (Brazil) 34 laga
• 2022/2023 Fabio Araujo Lefundes (Brazil) 34 laga
• 2021/2022 Fabio Araujo Lefundes (Brazil) 23 laga
• 2021/2022 Rahmad Darmawan (Indonesia) 11 laga
• 2019 Rasiman (interim/Indonesia) 6 laga
• 2019 Dejan Antonić (Serbia) 28 laga
• 2018 Wesley Gomes de Oliveira (Brazil) 21 laga
• 2018 Milomir Šešlija (Bosnia and Herzegovina) 11 laga
• 2018 Wesley Gomes de Oliveira (Brazil) 4 laga pramusim
• 2017 Wesley Gomes de Oliveira (Brazil) 34 laga
• 2016 Wesley Gomes de Oliveira (Brazil) 34 laga

Pelatih caretaker
• 2025/2026 Rakhmad Basuki
• 2025/2026 Rakhmad Basuki
• 2024/2025 Rakhmad Basuki
• 2023/2024 Rakhmad Basuki (Championsgip Series)
• 2021/2022 Rakhmad Basuki
• 2019 Rasiman
• 2018 Djoko Susilo

AFC Club Professional Licensing
• Madura United AFC Club Professional Licensing 2025/2026
• Madura United AFC Club Professional Licensing 2024/2025
• Madura United AFC Club Professional Licensing 2023/2024
• Madura United AFC Club Professional Licensing 2022/2023

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

Berita Terkait

PSF Academy