PT PBB Segera Merealisasikan MoU Kolaborasi Pembinaan Bersama 36 Ps dan Askot PSSI Bandung

Administrator

14/11/2024

PERTEMUAN PT PBB, 36 Ps dan Askot PSSI Bandung berlangsung penuh keakraban menuju Kolaborasi Pembinaan Usia Muda di Kota Bandung. (Foto: Arief K/G-SPORTS.ID)
PERTEMUAN PT PBB, 36 Ps dan Askot PSSI Bandung berlangsung penuh keakraban menuju Kolaborasi Pembinaan Usia Muda di Kota Bandung. (Foto: Arief K/G-SPORTS.ID)

BANDUNG, G-SPORTS.ID – PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) segera membuat Memorandum of Understanding (MoU), membangun fasilitas training camp dan memprioritaskan pemain lokal asal Jawa Barat khususnya Kota Bandung.

Demikian tiga hal utama yang terangkum dari pertemuan segi tiga, PT PBB dengan 36 Perkumpulan Sepakbola (Ps) dan Asosiasi PSSI Kota Bandung (Askot) yang berlangsung di ‘Rumah Sepakbola’, Gedung Asprov PSSI Jawa Barat, Jalan Lodaya, Rabu sore (13/11/2024).

Ketiga hal utama tersebut siap direalisasikan oleh PT PBB sebagai bentuk Kolaborasi Pembinaan Usia Muda antara Persib, 36 Ps serta Askot PSSI Bandung untuk jangka panjang.

Hadir dalam pertemuan tersebut, dua sosok penting dari PT PBB, yakni Komisaris, Kuswara S Taryono dan Director of Sports, Aditya Putra Herawan.

Sementara, diluar PT PBB hadir langsung, Ketua Umum Askot PSSI Bandung, H Yoko Anggasurya, Wakil Ketua, Budhi Agung, Komite Eksekutif (Exco), H. Nono Tugiono, Sekretaris Jenderal (Sekjen), H Laga Sudarmadi dan 36 Ps.

Yang lainnya adalah, jajaran pelatih, para mantan pemain Persib, Adjat Sudrajat, Adeng Hudaya, Yusuf Bachtiar, Uut Kuswendi dan Khair Rifo serta dua tokoh sepakbola Kota Bandung, H. Taufik Faturohman dan M Achwani, Sekum Persib 1983.

Dihadapan undangan yang hadir, Aditya secara gamblang dan panjang lebar memaparkan rencana kolaborasi yang nantinya akan dirintis bersama – sama.

Sedikitnya, ada enam item yang dipaparkannya untuk rencana program jangka panjang. Yakni, Pemain Muda adalah Masa Depan Persib. Visi Misi Kolaborasi. Fokus Kolaborasi. Frame Network Pembinaan. Kompetisi berjenjang. Teknologi dan Inovasi dan terakhir, Pembangunan Fasilitas.

Aditya menegaskan, esensi dari pertemuan tersebut adalah untuk membuka komunikasi dengan 36 Ps dan Askot PSSI Bandung untuk kolaborasi yang jauh lebih baik ke depannya.

Karena itu, terkait masalah MoU, Aditya berjanji segera merealisasikan secepatnya. Sebab, dengan penanda tanganan MoU secara bersama – sama program kolaborasi akan terus berkesinambungan meskipun di tengah jalan ada pergantian pengelolaan di PT PBB.

“Jadi, ketika ke depan ada perubahan direktur di PT PBB kolaborasi ini tidak terhenti karena sudah ada MoU. Karena sudah ada MoU kolaborasi yang sudah kita rancang harus terus berjalan tidak harus diubah-ubah lagi. Karena itu, di tahun ini (2024) MoU harus segera kita selesaikan secepatnya,” katanya membeberkan di akhir pertemuan.

Untuk rencana fasilitas, katanya lagi, membangun training center menjadi priroitas utama agar proses pembinaan oleh 36 Ps dan Askot PSSI Bandung bisa berjalan secara optimal.

“Untuk lokasinya, kami mengajak 36 Ps atau Askot PSSI Bandung bersama-sama mencari apabila ada lahan yang betul-betul refresentatif dan kita rencanakan membangunnya. Nantinya, bisa digunakan untuk proses pembinaan itu sendiri, kompetisi bisa digelar disana. Ini awalnya dulu dan sambil berjalan kita coba lengkapi semuanya,” ujarnya menjelaskan.

Khusus untuk masalah pembinaan, Aditya menegaskan, CEO PT PBB Glenn Sugita berharap, calon pemain Persib masa depan berasal dari Kota Bandung dan Jawa Barat untuk kebutuhan Akademi Persib, Elite Pro Academy (EPA) maupun pemain senior.

“Kelompok usia 12, 15 sampai 16 tahun nantinya dibina oleh 36 Ps dan Askot PSSI Bandung, untuk usia 18 tahun masuk Akademi Persib, jika oke prestasinya kita seleksi untuk masuk senior. Bapak kita juga, Pak Gleen menginginkan untuk pemain EPA prioritas dari Jawa Barat,” katanya menegaskan.

Aditya pun menjadwalkan dalam waktu dekat ada pertemua lanjutan untuk mendetailkan dari gambaran yang telah dipaparkannya.

“Gambaran besarnya sudah saya paparkan, maka akan ada pertemuan lanjutan, dalam waktu dekat kita adakan pertemuan serupa untuk yang lebih spesifik lagi,” katanya memungkasi.

Sementara itu, Ketua Umum Askot PSSI Bandung, H. Yoko Anggasurya, mengacungi jempol rencana atau program yang dipaparkan pihak PT PBB. Ia menilai, pemaparan yang disampaikan tersebut, jelas dan sangat bagus untuk sebuah program pembinaan.

“Meskipun belum secara keseluruan, pemaparannya sangat bagus, kami sangat setuju, karena seperti itulah skema programnya. Tinggal kita membentuk tim teknis dan meminta masukan dari rekan-rekan pengurus dan 36 Ps untuk menindak lanjutinya. Masalah MoU bidang hukum kita bersama PT PBB yang akan merumuskan pasal per pasalnya, kita serahkan semuanya,” kata Yoko menuturkan.

Yoko yakin, 36 Ps sangat memahami apa yang dipaparkan dan penjelesan yang disampaikan PT PBB. Bahkan, Yoko mengaku lega dengan pertemuan segi tiga tersebut dimana sudah ada solusi untuk menyelenggarakan pembinaan pemain usia muda secara bersama-sama.

“Rasanya plong, tinggal kita menunggu rencana pertemuan berikutnya yang kita harapkan kepada sebuah kesepakatan bersama,” katanya lagi menegaskan. (Arief K/G-sports.id)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

Berita Terkait

PSF Academy