Kolaborasi Pembinaan Persib dan Askot PSSI Bandung Disahkan Kongres

Arief NK

23/03/2025

KETUA Umum PSSI Kota Bandung, H. Yoko Anggasurya membacakan pengesahan kolaborasi Persib dan PSSI Kota Bandung dalam hal kompetisi pada Kongres Tahunan PSSI Kota Bandung 2025 di Grand Pasundan Covention Hall, Minggu (23/3/2025). (Foto: Arief K/G-SPORTS.ID)
KETUA Umum PSSI Kota Bandung, H. Yoko Anggasurya membacakan pengesahan kolaborasi Persib dan PSSI Kota Bandung dalam hal kompetisi pada Kongres Tahunan PSSI Kota Bandung 2025 di Grand Pasundan Covention Hall, Minggu (23/3/2025). (Foto: Arief K/G-SPORTS.ID)

BANDUNG, G-SPORTS.ID – PSSI Kota Bandung sukses menggelar Kongres Tahunan 2025 tanpa masalah yang  mengalami deadlock.

Dalam kongres yang digelar di Grand Pasundan Convention Hall, Minggu (23/3/2025), itu menelurkan kesepakatan bersama.

Salah satunya terkait kolaborasi antara PSSI Kota Bandung dengan PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) dalam hal kompetisi dimana pada tahun ini (2025) kompetisi akan kedatangan dua kontestan baru yakni, Akademi Persib Bandung (APB) dan Akademi Persib Cimahi (APC).

Sempat terjadi perdebatan dikalangan peserta kongres yang diikuti 36 Perkumpulan Sepakbola (Ps) tersebut.

Ps ITB, salah satu voter misalnya. Ia menyarankan agar kolaborasi itu nantinya dilengkapi dengan Perjanjian Kerja Sama dengan PT PBB dalam akta notaris secara jelas menyusul bergabungnya APB dan APC dalam kompetisi PSSI Kota Bandung pada tahun ini (2025).

Hal senada dilontarkan perwakilan R-MIFA Teruna yang menginginkan ada perubahan pasal dalam statuta PSSI terkait keikutsertaan APB dan APC pada Kompetisi PSSI Kota Bandung.

Ia berharap, ke depan ada pembatasan klub-klub diluar anggota PSSI Kota Bandung yang ingin mengikuti Kompetisi PSSI Kota Bandung untuk menghindari sistem spesialisasi kepada kedua akademi tersebut.

Lain halnya dengan Andi Khadir mewakili Ps Bone FC. Ia menyambut baik dan menyetujui APB dan APC bergabung dengan PSSI Kota Bandung hanya sebatas ikut serta dalam kompetisi dan peserta bukan sebagai voters.

Senada dengan Andi Khadir, pemilik IP GS H. Taufik Faturohman ikut menyetujui APB dan APAC mengikuti Kompetisi PSSI Kota Bandung dengan catatan tidak menambah jumlah anggota yang ada (36 PS).

Hanya saja, Taufik masih meragukan rencana digelarnya kompetisi amatir. Ia mempertanyakan, akan dibawa ke arah mana kompetisi amatir yang akan digulirkan tahun ini.

“Sebaiknya amatir dilaksanakan antar kecamatan Se-Kota Bandung dan Ps berfokus pada pembinaan usia muda,” kata Taufik Faturohman menyarankan.

Perdebatan akan hadirnya APB dan APC sedikit mencair menyusul penegasan Ana Setiana mewakili Ps Saint Prima.

Ia mengajak, para voters ke-36 Ps untuk berpikir positif terkait kerja sama dan kolaborasi PSSI Kota Bandung dengan PT PBB. Sebab menurut Ana, hal tersebut akan membuka gerbang bagi para pemain yang dibina Ps menjadi pemain Persib.

“Setuju dengan masuknya Akademi Persib sebagai peserta Kompetisi tapi harus melewati kasta terbawah terlebih dahulu,” Djadjang Nurjaman pemilik Ps Djanur Kartabraja menimpali sekaligus usulan terakhir forum tanya jawab pada Kongres PSSI Kota Bandung yang sifatnya biasa.

Akhirnya, tak ada lagi yang berbeda pendapat dalam forum kongres tersebut. Semua sepakat dan menerima APB dan APC berkompetisi di lingkungan PSSI Kota Bandung dengan suara bulat APB dan APC disahkan untuk mengikuti Kompetisi Asosiasi PSSI Kota Bandung Tahun 2025 dan ditandai dengan ketukan palu oleh Ketua Umum PSSI H. Yoko Anggasurya.

Kongres itu pun menyepakati dan menyetujui perubahan nama salah satu anggota yaitu, nama PR Bandung Pro menjadi PR Star Warrior FA dan Bara Siliwangi FC menjadi Bara Siliwangi FC KSg. Satu lagi yang juga disepakati adalah, perubahan logo dari PS PR Star Warriors dan Ps Pindad.

H. Yoko Anggasurya mengungkapkan, semua sudah melalui proses yang sangat panjang. masuknya APB dan APC, Yoko menilai sangat bagus karena nantinya akan berlangsung kompetitif.

Dalam perjalanannya, Yoko berjanji, akan memperlakukan hak dan kewajiban yang sama, tidak ada ada spesialisasi dan menghilangkan istilah ‘anak emas’.

“Memang bukan anggota tapi akan berkompetisi di internal PSSI Kota Bandung. Tapi kita akan menganak emaskan seperti yang diungkapkan CEO Sport PT PBB Pak Adhitia, antara Akademi dan Ps posisinya sejajar,” kata Yoko menegaskan.

Rencana ke depan, ia menambahkan, selama kompetisi berlangsung jadi pantauan dimana akan ada direktur teknik serta talent scouting.

“Untuk ini, saya menyerahkan kepada mereka dan saya pun akan ikut memantau karena apa yang kami perjuangkan adalah pertaruhan, jangan main – main,” ujarnya menegaskan lagi.

Yoko pun gembira karena apa yang diperjuangkannya itu membuahkan hasil dimana nantinya akan sangat membantu dalam mempersiapkan pemain Kelompok Usia (KU)-13, KU-15 dan KU-17 Piala Suratin dan KU-16, KU-18 dan KU-20 lalu EPA (Elit Pro Academu).

“Jadi, semuanya itu muaranya tim satelit sehingga dalam kurun waktu dua tahun kita bisa mengirimkan dua sampai empat pemain ke tim senior Persib Bandung, setelah di tim satelit target kita pemain masuk Bandung United (BU) dan bisa kembali ke Liga 2, ” tutur H. Yoko memungkasi. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

Berita Terkait

PSF Academy