BANDUNG, G-SPORTS.ID – Pembagian atau undian grup (drawing) Babak Kualifikasi (BK) cabang olah raga (cabor) sepak bola Porprov XV Jawa Barat 2026 diwarnai adu argumentasi.
Cukup panas antara Asprov PSSI Jawa Barat dengan Askot/Askab dalam Manager Meeting di Gedung PSSI Jawa Barat, Kamis (21/8/2025). Ada dua pasal yang memicu adu argumentasi.
Pertama, pembagian grup khususnya pada cabor Sepakbola Putri yang dinilai tidak lazim lantaran dari 17 peserta yang akan tampil di Babak Kualifikasi hanya dibagi ke dalam tiga grup yakni, Grup A dan B diisi 6 tim sementara Grup C sebanyak 5 tim.
Kedua, hasil akhir dari Babak Kualifikasi diambil 3 tim terbaik di Grup A dan B, dua tim di Grup C ditambah dua tiket wild card untuk juara bertahan dan tuan rumah hingga akhirnya yang berhak tampil di ajang Porprov XV/2026, mendatang sebanyak 10 tim.
Adu argumentasi mencuat karena berdasarkan Porprov 2022 di Kabupaten Ciamis, tim yang bertanding sebanyak 12 tim, terbagi ke dalam tiga grup dan masing-masing grup diisi empat tim.
Ketua Umum PSSI Kota Bandung H. Yoko Anggasurya menjadi orang pertama yang menentang format tersebut. Kemudian seluruh perwakilan Askot/Askab sepakat dengan apa yang diutarakan wakil dari PSSI Kota Bandung, itu karena format awal dinilai tidak lazim.
“Ya, pada Porprov di Ciamis tahun 2022, cabor sepakbola putri diikuti 12 tim. Artinya, BK cabor Sepakbola Putri tahun ini pun harus diambil 10 tim terbaik, plus dua wild card, satu tuan rumah dan satu juara bertahan. Dengan begitu, formatnya setiap grup harus sama jumlahnya dengan yang di Ciamis, yaitu 12 tim dibagi tiga grup masing-masing grup diisi 4 tim, artinya, yang lolos dari Babak Kualifikasi sepuluh tim bukan delapan tim, ” ujar H. Yoko menegaskan.
Setelah dari sana sini bersuara atas keputusan tersebut, Asprov PSSI Jawa Barat melalui Technical Delegate-nya (TD) mengubah dari opsi pertama ke opsi kedua. Yaitu, mengacu kepada Porprov 2022 di Kab. Ciamis. Format untuk Porprov XV/2026 nanti sebanyak 10 tim yang lolos Babak Kualifikasi.
Ditambah satu tuan rumah dan satu tiket juara bertahan yang berhak tampil di Porprov XV/2026. Keputusan itu pun diambil setelah TD mendapat persetujuan KONI Jawa Barat.
Meski demikian, kata Yoko, secara grouping masih tetap tidak lazim. Sebab, untuk pembagian grup tidak mengalami perubahan yaitu, tiga Grup. Grup A dan B tetap diisi 6 tim dan Grup C 5 tim.
“Idealnya menurut saya dibagi ke dalam empat grup, tetapi ya sudah karena mungkin ini efisiensi juga dari segi anggaran,” katanya menegaskan lagi.
Meski begitu, Yoko tetap mengkritisi pelaksanaan Babak Kualifikasi menyusul setiap Askot/Askab dipungut uang keikutsertaan senilai Rp 7,5 juta. Menurutnya, biaya pendaftaran sebesar itu cukup memberatkan.
“Biaya pendaftaran sebesar itu terlalu mahal jika dikaitkan dengan faktor efisiensi untuk saat ini. Bagi Kota Bandung tidak masalah, tetapi mungkin bagi Askab lain lumayan memberatkan,” katanya membeberkan.
Babak Kualifikasi Putra
Sebelumnya, dalam Manager Meeting yang dijadwalkan pukul 10:00 WIB, diawali dengan pengundian grup Babak Kualifikasi bagi cabor Sepakbola Putra.
Tetapi, pembagian grup untuk Sepakbola Putra tersebut berbeda dengan Sepakbola Putri. Asprov PSSI Jawa Barat selaku pelaksana, mambagi grup untuk Babak Kualifikasi Sepakbola Putra berdasarkan letak geografis diantaranya:
Grup Bandung Raya terdiri dari, Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, Sumedang. Venue di Lapangan Pusdikpom Cimahi.
Grup Purwasukasi diantaranya, Purwakarta, Subang, Karawang, Kabupaten Bekasi. Tuan rumah Kab. Bekasi di Stadion Wibawa Mukti.
Grup Priangan Timur: Kota/Kabupaten Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, Garut, Pangandaran. Tuan rumah Ciamis di Stadion Galuh.
Grup Pantura yakni, Kota/Kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan. Tuan rumah Kuningan di Stadion Mashud.
Grup Puncak Raya yaitu, Cianjur, Kota/Kab. Sukabumi, Kota/Kab. Bogor, Depok. Tuan Rumah Kab. Bogor di Stadion Pakansari.
Sementara itu, Kota Bekasi tidak ikut serta dalam Babak Kualifikasi tersebut dan sudah otomatis lolos. Selain sebagai tuan rumah, Kota Bekasi juga sebagai juara bertahan PORPROV 2022, lalu. Babak Kualifikasi sepakbola putra secara serentak aka digelar 6 September 2025. 11 tim terbaik dari 26 Kota/Kabupaten plus juara bertahan berhak lolos ke PORPROV 2026, mendatang.
Sekjen Asprov PSSI Jawa Barat, DR, Fahmi Hasan menjelaskan, untuk Babak Kualifikasi Sepakbola Putra diprioritaskan kelahiran 2005 sampai 2007 dengan harapan ketika PON para pemain yang berkiprah di PORPROV tetap bisa tampil.
“Kami apresiasi Kota/Kabupaten yang telah mengikuti aturan yang telah disepakati dalam dua kali kongres 2024 dan 2025 dimana batas mutasi pada September 2024. Kami tekankan Kota/Kabupaten karena merekalah tempatnya pembinaan, kami juga apresiasi setinggi-tingginya ada yang berbeda pendapat tapi semua sepakat, ” kata Fahmi menjelaskan lagi.
Fahmi berjanji, jalannya Babak Kualifikasi akan berjalan fair dan sportif. Ia yakin, dengan atmosfer dan kultur sepakbola di Jawa Barat, Kota/Kabupaten akan mendukung jalannnya Babak Kualifikasi.
“Artinya, semua daerah akan berjuang dan memperjuangkan timnya sesprotif mungkin, dan kami yakin tidak akan ada insiden berlebihan baik di dalam maupun luar lapangan,” katanya memungkasi. ***
Pembagian Grup Sepakbola Putri
GRUP A
1.Kab. Bogor
2.Kab. Bandung Barat
3.Sumedang
4.Kota Bekasi
5.Purwakarta
6.Kab. Cirebon
GRUP B
1.Kuningan
2.Pangandaran
3.Majalengka
4.Kota Bandung
5.Kab. Bandung
GRUP C
1.Garut
2.Karawang
3.Kota Cimahi
4.Indramayu
5.Subang
