BANDUNG, G-SPORTS.ID – Liga Jabar Istimewa (LJI) persembahan PSSI Provinsi Jawa Barat semakin semarak dimana – mana.
Di kota maupun di kabupaten Se-Jawa Barat dengan antusias menyambut Festival Sepakbola yang akan melibatkan anak – anak usia dini mulai KU-10 sampai 12 tahun.
Dalam sepekan setelah Kota Cimahi mengawalinya, tujuh kota dan kabupaten lainnya di Jawa Barat langsung menggelar even yang sama, seperti di Kab. Purwakarta, Kabupaten Bandung Barat, Kab. Bandung, Kab. Garut, Kab. Sumedang, Kab. Tasikmalaya, Kab. Cirebon dan Kota Cirebon.
LJI diselenggarakan bukan sekadar menggairahkan kembali pembinaan sepakbola usia dini dan usia muda di Jawa Barat. Ada misi khusus yang diapungkan dalam LJI tahun pertama ini, yakni membentuk karakter anak-anak Jawa Barat sejak usia dini.
“Dengan penyelenggaraan yang profesional di seluruh kota dan kabupaten diharapkan akan membentuk karakter anak-anak dari segi kedisplinannya, pola pikirnya dan menjadikan anak – anak di Jawa Barat benar-benar istimewa dalam segala hal melalui sepakbola,” kata Pelaksana Tugas Sekjen PSSI sekaligus penggagas Liga Jabar Istimewa , Muhammad Jailani Saputra memaparkan, Minggu (26/4/2026).
Menurut pria yang akrab disapa Bang Jae, LJI saat ini benar-benar istimewa dimana dalam penyelenggaraannya seluruh PSSI Kabupaten/Kota mengambil title PIALA BUPATI dan PIALA WALIKOTA.
Ia menjelaskan, tim – tim terbaik yang bertanding di lima wilayah di Jawa Barat (Ciayumajakuning, Priangan Timur, Bandung Raya, Purwasukasi, Puncak Raya) berhak melaju ke tingkat provinsi dan tim juara langsung meraih tiket ke tingkat nasional untuk bertemu dengan tim terbaik dari daerah se-Tanah Air di ajang Piala Presiden.
“Program yang diluncurkan oleh PSSI Jawa Barat ini bekerja sama dengan PSSI Kabupaten/Kota dalam rangka menjawab aspirasi dari pembina-pembina sepakbola khususnya yang membina usia dini yaitu U-10 dan U-12 tahun yang selama ini luput dari perhatian federasi tertinggi,” kata Bang Jae menegaskan.
Bang Jae meyakini, banyak dampak positif yang akan diperoleh dari penyelenggaraan LJI. Selain akan mengedukasi dan ajang silaturahmi para orang tua, LJI membawa dampak lainnya di sektor sosial, ekonomi dan budaya.
“Dari beberapa wilayah kota dan kabupaten yang saya kunjungi faktanya seperti itu. Disitu ada ajang silaturahim para orang tua yang mengantarkan anaknya untuk bertanding. Terjadi pertemuan para pengurus, pelatih dan pemain itu sendiri,” kata Bang Jae menambahkan.
Dampak ekonominya, menarik minat masyarakat setempat untuk ikut meningkatkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di kota maupun kabupaten penyelenggara.
“Faktanya jelas sekali dimana UMKM di daerah setempat dapat memanfaatkan keramaian dari para pembeli makanan atau minuman. Kemudian, dari sisi budaya memperlihatkan sesuatu hal yang berbeda antara pemain dari satu desa dengan desa yang lain,” ujarnya memungkasi. ***
