PSS Tunjukkan Kepedulian Terhadap Anak Difabel

Sri Nugroho

15/10/2025

Anak-anak difabel tampil sebagai player escort atau pendamping pemain saat memasuki lapangan pertandingan sebelum kickoff di laga PSS Sleman melawan Kendal Tornado FC pada laga pekan ke-5 Pegadaian Championship 2025/26 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Minggu (12/10/2025) lalu. (Foto: Dok PSS Sleman)

SLEMAN, G-SPORTS.ID – Pada laga PSS Sleman melawan Kendal Tornado FC pada laga pekan ke-5 Pegadaian Championship 2025/26 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Minggu (12/10/2025) lalu, ada pemandangan yang istimewa.

Selain tampak suporter PSS yang hadir memadati tribun stadion yang membuat suasana jadi istimewa karena ini jadi laga pertama PSS dihadiri penonton di musim ini, juga ada tamu istimewa yang hadir pada pertandingan tersebut.

Adalah anak-anak difabel yang tampil sebagai player escort atau pendamping pemain saat memasuki lapangan pertandingan sebelum kickoff.

Vita Subiyakti sebagai Executive Representative PSS menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah hasil kolaborasi PSS Sleman dengan Sadar Belajar Indonesia dalam rangka memperingati International White Cane Day.

“Inisiatif ini menjadi simbol kepedulian klub PSS terhadap kesetaraan akses dan ingin menciptakan suasana stadion inklusif bagi semua, dimana setiap individu memiliki ruang untuk merasakan kebersamaan dan kebanggaan mendukung Super Elja,” kata Vita Subiyakti.

Dengan kata lain, melalui momen ini, lanjutnya, PSS ingin menunjukkan bahwa stadion ini aman dan terbuka untuk semua, termasuk teman-teman difabel netra.

Aktivitas ini ditekankan Vita juga sekaligus menjadi simbol nyata kepedulian PSS terhadap kesetaraan akses di lingkungan olahraga, khususnya sepakbola.

“Anak-anak difabel netra tidak hanya diajak merasakan pertandingan secara langsung, tetapi juga diberi kesempatan untuk turun ke lapangan dan berinteraksi dengan para pemain sebelum kickoff,” ucapnya lagi.

Vita juga menjelaskan kehadiran anak-anak difabel netra di stadion diharapkan dapat memberi pesan kuat bahwa olahraga, khususnya sepak bola, bisa menjadi ruang yang mempersatukan siapapun tanpa batas kemampuan fisik.

“Mereka datang, merasa diterima, dan bisa menikmati atmosfer pertandingan dengan aman. Itu yang paling penting,” tambah Vita.

Sadar Belajar Indonesia sendiri menyampaikan apresiasi terhadap langkah PSS Sleman karena klub telah memberikan contoh baik bagi dunia olahraga Indonesia tentang pentingnya inklusivitas dan akses bagi semua kalangan.

Melalui kegiatan ini, PSS Sleman berharap semakin banyak pihak tergerak untuk menjadikan stadion dan ruang publik lainnya sebagai tempat yang ramah bagi penyandang disabilitas selaras dengan semangat White Cane Day yang menekankan kemandirian dan kesetaraan bagi difabel netra.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

Berita Terkait

PSF Academy