Sukses Liga 4 Piala Bandung Utama 2025, Farhan Rencanakan Tambah Kapasitas Stadion SIDOLIG

Arief NK

20/10/2025

TRIBUN timur Lapang SIDOLIG yang biasanya tidak pernah tersentuh penonton, pada babak final Liga 4 Piala Bandung Utama 2025, Minggu (19/10/2025) justru tak tersisa sedikit pun 15 ribu penonton hAdir dalam partai final yang mempertemukan Riverside Forest FC Vs Bina Pakuan. (Foto: Arief K/G-SPORT.ID)
TRIBUN timur Lapang SIDOLIG yang biasanya tidak pernah tersentuh penonton, pada babak final Liga 4 Piala Bandung Utama 2025, Minggu (19/10/2025) justru tak tersisa sedikit pun 15 ribu penonton hAdir dalam partai final yang mempertemukan Riverside Forest FC Vs Bina Pakuan. (Foto: Arief K/G-SPORT.ID)

BANDUNG, G-SPORT.ID  – Liga 4 Piala Bandung Utama 2025 berakhir sukses, Minggu (19/10/2025) dan  juara direbut Riverside Forest FC.

Usainya turnamen, ada rencana menarik dari statemen Walikota Bandung, Muhammad Farhan. Bakal memperluas areal tribun bagi penonton di Stadion SIDOLIG yang terletak di Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung.

“Pak Wali sempat mengatakan, kalau kondisinya seperti itu, mungkin sudah waktunya membangun kembali tribun penonton di Stadion SIDOLIG. Beliau sangat antusias melihat euforia masyarakat,” kata Kadispora Kota Bandung, H. Sigit Iskandar seusai mengikuti Upacara Penyerahan Pengharagaan (UPP) kepada juara pertama, kedua dan ketiga Liga 4 Piala Bandung Utama 2025.

Memang, babak final Liga 4 Piala Bandung Utama 2025 mencatat sejarah tersendiri sepanjang penyelenggaraan kompetisi sepakbola amatir di Lapang SIDOLIG tersebut.

Pada babak final Liga 4 Piala Bandung Utama 2025, penonton yang hadir jumlahnya diluar dugaan. Diprediksi, jumlah penonton yang akan hadir berkisar 3 sampai 5 ribuan.

Akan tetapi, pada partai final itu jumlahnya mencapai 15 ribu lebih. Tak ada ruang kosong, baik di tribun utama di sebelah utara, timur, di samping lapangan, bahkan gedung yang biasa digunakan sebagai Mess Persib, dipenuhi para penonton.

Walikota Bandung itu sendiri hadir langsung untuk mengalungkan medali dan menyerahkan tropi serta hadiah dalam upacara pemberian penghargaan (UPP) kepada juara pertama, kedua dan ketiga.

“Itu sebagai bentuk perhatian khusus Pak Walikota terhadap antusiasme penonton sehingga beliau berencana akan meninjau kembali fasilitas Lapang SIDOLIG agar dapat menampung lebih banyak penonton di masa mendatang,” kata Sigit menambahkan.

Pada kesempatan yang sama, Sigit mengungkapkan, kehadiran penonton yang mencapai 15 ribu tersebut menjadi momentum kebangtikan Liga Amatir.

“Itu tandanya, masyarakat sangat antusias diadakannya kembali kompetisi amatir di Kota Bandung. Ini jelas menjadi momentum penting untuk membangkitkan gairah sepkabola lokal kita dan harus terus dilanjutkan menjadi kalender tahunan. Selama 20 tahun saya di PSSI, belum pernah ada ajang seperti ini. Ini sejarah baru bagi sepak bola Bandung,” ujar Sigit sesaat setelah partai final itu berakhir.

Sigit juga menyoroti bahwa kesuksesan Liga 4 Piala Bandung Utama 2025 bukan semata – mata dari sisi penyelenggaraan. Lebih dari itu, ujarnya, ada dampak positif yang dirasakan pemain dan suporter.

“Atmosfer pertandingannya yang berlangsung seru, semarak sehingga mampu membentuk karakter dan mental para pemain muda sekaligus menjadi sarana edukasi bagi penonton agar lebih tertib dalam mendukung tim kesayangan mereka,” ujarnya menambahkan.

Di hari terakhir Liga 4 Piaa Bandung Utama 2025, rupanya sang Kadispora mengamati semua yang terjadi di lapangan.

“Saya melihat, penontonnya begitu antusias, bahkan sampai memadati pinggir lapangan. Ini sangat bagus. Dari informasi yang saya terima, jumlah penonton diprediksi hanya 3 ribuan sampai 5 ribuan saja, namun ternyata hampir 15 ribu orang memenuhi Stadion Sidolig. Ini sangat luar biasa,” katanya memaparkan.

Kendati demikian, ujarnya, dibalik itu semua tentu saja ada pihak – pihak yang menjadi kunci suksesnya penyelenggaraan Liga 4 Piala Bandung Utama tahun pertama itu.

“Yaitu, Askot PSSI Kota Bandung sebagai pelaksana. Saya selaku pemerintah menyampaikan apresiasi kepada PSSI Kota Bandung, panitia pelaksana, serta aparat keamanan yang telah bekerja keras memastikan jalannya turnamen berjalan lancar dan aman. Ini jelas sebuah fakta bahwa sepak bola lokal masih memiliki daya tarik besar di tengah masyarakat,” katanya mengungkapkan.

Sigit berharap, kompetisi amatir tersebut dijadikan sebagai agenda rutin, berkelanjutan sebagai bagian dari pembinaan sepakbola di Kota Bandung.

“Kami dari Dispora senantiasa akan mendukung setiap kegiatan positif yang menghidupkan sepak bola Bandung. Semoga tahun depan bisa lebih besar, lebih tertib, dan lebih berkualitas,” ujarnya memungkasi. ***

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

Berita Terkait

PSF Academy