BANDUNG, G-SPORTS.ID – Persatuan Olahraga Layar Indonesia Jawa Barat (PORLASI) mencanangkan dua program inti.
Yakni, program jangka pendek dan jangka panjang. Program jangka pendek yaitu mengoptimalkan Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV),
Khusus untuk program yang satu ini , Ketua Umum PORLASI Jawa Barat, Arief Prayitno beralasan bahwa PORPROV sebagai fondasi yang sangat penting dalam rangka proses pembinaan atlet layar Jawa Barat secara berjenjang.
“Karena itu, yang paling utama adalah PORPROV harus sukses,” kata Purnawirawan TNI Bintang Satu ini menegaskan kepada media di ruangan kerjanya di Gedung KONI, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Jumat (17/4/2026).
Bagi Arief Prayitno, Pesta Olahraga di Provinsi Jawa Barat yang akan digelar akhir Oktober 2026 mendatang bukan sekadar persaingan antar daerah. Di samping itu, PORPROV sangat strategis sebagai sarana penjaringan atlet potensial.
Yang jelas, katanya, PORPROV jadi panggung bagi atlet muda. Dari sana diharapkan bermunculan bibit – bibit muda yang siap bersaing di tingkat nasional.
“PORPROV sebagai batu loncatannya untuk selanjutnya kita bisa mendapatkan atlet berpotensi dan berprestasi dan kita siapkan untuk terjun di PON 2028,” kata Ketua Harian KONI Jawa Barat, itu menambahkan.
Karena itu lanjut Arief, Pekan Olahraga Nasional 2028 (PON) di NTT dan NTB masuk dalam list program jangka panjang PORLASI Jawa Barat dan PORLASI Jawa Barat akan menjadi garda terdepan dalam menyukseskan Jabar meraih Quad – trick atau juara umum keempat kali berturut – turut di Pekan Olahraga Nasional itu.
“Makanya, di PON 2028 di NTT dan NTB target kita harus bisa melebihi perolehan medali emas yang sempat kita raih di PON Aceh dan Sumut tahun 2024. PON 2024 lalu, dua medali emas menjadi tolok ukur yang ingin kita pertahankan, bahkan ditingkatkan. Target berikutnya, minimal dua medali emas bisa bertahan, atau kalau memungkinkan meningkat jadi tiga sampai empat emas,” katanya membeberkan.
Arief optimistis, tradisi juara umum bisa kembali dipertahankan oleh Jawa Barat di ajang PON karena Jawa Barat didukung kuat oleh sumber daya manusia (SDM) dengan jumlah atlet yang memadai dengan kualitas yang terus berkembang sebagai modal utama dalam meraih prestasi.
“Yang pasti, SDM kita sangat berpotensi dan siap bersaing,” ujarnya menegaskan.
Akan tetapi, faktor pendanaan tetap menjadi hal yang paling krusial untuk mencapai target tersebut minimal anggarannya seperti yang sudah – sudah.
“Dengan anggaran yang baik, tentu ada kepuasan bagi pengurus, pelatih, dan atlet dalam menjalankan program nantinya,” kata dia seraya mengatakan bahwa keberhasilan cabang olahraga Layar Jawa Barat di ajang PON 2024 silam dikarenakan strategi dan perencanaan yang matang.
“Komitmen PORLASI Jabar sejak awal memanbg meraih hasil terbaik melalui strategi dan perencanaan yang matang itu. Sebagai pengurus KONI saya paham betul bagaimana strategi dan perencanaannya dalam menghadapi turnamen seperti PON sehingga kita memiliki dasar dalam menentukan target dan langkah ke depan,” ujarnya memungkasi. ***
