GIANYAR, G-SPORTS.ID – BRI Super League musim 2025/2026 pekan-30 BRI Super League 2025/2026, Selasa (28/04/2026) sore, menjadi awan kelabu bagi Arema FC
Memainkan “partai usiran” tanpa penonton, di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar (Bali), tim Singo Edan dipaksa harus menerima kenyataan pahit. Memperagakan pola 4-2-3-1, Arema dipermalukan “rival abadinya”, Persebaya Surabaya telak 0-4.
Laga kedua tim yang berjalan dalam tempo sedang itu, justru Persebaya cerdik mampu memanfaatkan buruknya koordinasi lini pertahahan Arema. Proses terjadinya empat gol yang bersarang di gawang Lucas Henrique Frigeri terjadi begitu mudahnya.
Lawan yang dibesut pelatih, Bernardo Tavares Fernando Jose (Portugal) tersebut, sejatinya juga bermian tak terlalu istimewa. Namun Mihailo Perovic dan kawan-kawantampil lebuih sabar dan mampu membaca lemahnya lini belakang lawan.
Tampil dengan skema 4-1-2-3, Persebaya membuka keunggulan 1-0 pada babak pertama. Melaui sepakan kaki kiri Francisco Israel Rivera Davalos menut ke-49 menyambar crossing rekannya, Mihailo Perovic.
Francisco Rivera cukup leluasa meski dihalangi Rio Fahmi, menceploskan si kulit bundar tepat di depan gawang Lucas Frigeri. Sementara empat pemain Arema lainnya hanya berdiri terpaku, yakni Hansamu Yama, Roberto “Betinho” Filho, Arkhan Fikri, dan Gustavo Franca.
Gol kedua tim berjuluk Bajul Ijo lahir pada menit ke-76 melalui tendangan deras Jefferson Junio Antonio da Silva dari sudut sempit gawang Arema. Gol berawal dari tendangan penalti Bruno Moreira Soares yang mampu ditepi kiper Lucas Frigeri.
Wasit Thoriq Munir Alkatiri (Purwakarta) memberikan hadiah tendangan penalti bagi Persebaya setelah melakukan VAR checking (Video Assistant Referee( dan berkomunikasi dengan wasit VAR, Yudi Nurcahya (Bandung). Menyusul pelanggaran tandukan kepala Hansamu Yama terhadap Francisco Rivera.
Namun bola rebound cepat disambar Jefferson yang berlari bersama rekannya Francisco Rivera menyongsong bola. Mendahului dua bek Arema, Rio Fahmi dan Hansamu Yama yang terlambat bereaksi.
Gol ketiga Persebaya kembali tercipta melalui tendangan kaki kiri melengkung Francisco Rivera. Proses gol menit ke-82 ini tak kalah ciamiknya terjadi.
Sebuah transisi cepat serangan balik dari sektor kiri, Mikael Alfredo Tata mengirimkan umpan lambung mengarah ke Francisco Rivera. Lagi-lagi Hansamu Yama dan Rio Fahmi bersama Matheus “Blade” Nascimento terlambat mengkover pertahanannya, setelah kalah adu sprint
Mikael Tata menggenapi kemenangan besar Persebaya Surabaya 4-0 pada menit ke-86. Kali ini dia giliran mendapat assist dari Francisco Rivera. Counter attack cepat Baju Ijo dari separu lapangan, membuat keteteran para pemain Arema.
Hanya ada dua pemain, Hansamu Yama dan Matheus “Blade” mencoba menghalangi pergerakan lawan. Namun mereka kalah cepat, sementara para pemain lainnya tertinggal di garis tengah lapangan.
Pelatih Arema FC, Marcos “Marquinhos ” Vinícius dos Santos Gonçalves (Brazil), ungkapkan faktor utama di balik kekalahan telak tersebut. Ia menilai para pemainnya tidak memiliki mentalitas yang tepat saat menjalani laga penting ini.
Menurutnya, ada sikap yang relatif kurang serius dari para pemain sejak awal laga. Itu berdampak langsung pada performa tim di atas lapangan. Dia juga memahami bahwa hasil ini sulit diterima oleh supporter (Aremania). Disadarinya, ekspektasi besar Aremania terhadap tim kesayangan mereka.
“Kondisi pemain memang agak letih, dari Bandung ke sini. Tapi kita tidak boleh datang ke sini berpikir untuk liburan. Masih ada empat permainan dan kita harus lebih siap,” ucap Marcos Santos.
Kekalahan mencolok dalam laga tanpa penonton tersebut, tak lepas absennya sederet pemainnya. Terutama bek Sneyder Julian Guevara Munoz. Selain juga tenaga mereka terkuras 101 menit ketika menahan imbang tuan rumah Persib Bandung 0-0 (24/04/2026) lalu. Saat itu, ini belakang tim Singo Edan tampil begitu ekstra disiplin
Juga tidak ada nama-sama Gildson Pablo de Oliveira Silva, Muhammad Rifad Marasabessy, dan Samuel Gideon Balinsa. Termasuk winger Achmad Maulana menepi lama akibat cedera ACL
Valdeci Moreira da Silva hanya dimasukkan pada menit ke-77 atau bermain 13 menit. Bahkan nama-nama Walisson Moreira Farias Maia, Salim Akbar Tuharea, Bayu Setiawan, dan Muhammad Iksan Lestaluhu hanya duduk manis di bench pemain sepanjang 90 menit.
Sementara itu, pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, mengungkapkan dalam 45 menit pertama, irama permainan timnya berjalan tak mudah dan tak maksimal.
“Saat jeda, kami melakukan evaluasi agar di babak kedua pemain harus tinkatkan intensitas permainan, lebih cepat. Setelah babak pertama kesulitan karena cuaca panas,” tukas Bernardo Tavares.
“Setelah kami cetak gol pertama, poemain kami tampil lebih percaya diri. Kondisi itu juga yang membuat kami bisa menambah tiga gol ke gawang lawan. Tapi, kami nilai hal yang tidak mudah mudah melawan Arema dan cetak empat gol. Pemain kami sangat luar biasa mentalitas dan attitude.”.
BRI Super League 2025/2026
Selasa, 28 April 2026 (pekan-30)
Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali
Arema FC vs Persebaya Surabaya 0-4
Gol : Arema FC 0 vs Persebaya Surabaya (Francisco Israel Rivera Davalos 49’, 82’ ; Jefferson Junio Antonio da Silva 76’ ; Mikael Alfredo Tata 86′)
Wasit : Thoriq Munir Alkatiri, S.Pd (Purwakarta)
VAR : Yudi Nurcahya (Bandung)
Penonton : tanpa penonton
Starting Line-up
Arema FC (4-2-3-1) : 31 Lucas Henrique Frigeri (pg), 87 Johan Ahmat Farizi ©, 66 Hansamu Yama Pranata, 28 Roberto “Betinho” Pimenta Vinagre Filho, 2 Ilham Rio Fahmi, 77 Gustavo Franca Amadio, 8 Arkhan Fikri, 25 Matheus “Blade” da Conceição Nascimento, 94 Dalberto Luan Belo, 9 Joel Vinicius Silva dos Anjos, 7 Gabriel Silva Costa
Pelatih : Marcos “Marquinhos ” Vinícius dos Santos Gonçalves (Brazil)
Persebaya Surabaya (4-1-2-3) : 52 Andhika Ramadhani (pg), 2 Arief Catur Pamungkas, 44 Gustavo Fernandes Henrique Querino, 5 Risto Mitrevski, 17 Jefferson Junio Antonio da Silva, 7 Francisco Israel Rivera Davalos ©, 88 Milos Raickovic, 68 Toni Firmansyah, 22 Paulo Domingos Gali da Costa Freitas, 11 Mihailo Perovic, 14 Riyan Ardiansyah
Pelatih : Bernardo Tavares Fernando Jose (Portugal)
