MALANG, G-SPORTS.ID – Manajemen Arema FC bersama Presidium Aremania Utas akhirnya menuntaskan penyaluran santunan bagi 135 keluarga korban meninggal dunia pada Tragedi Kanjuruhan 2022 silam. Tersebar di 12 wilayah kawasan Jawa Timur sejak tanggal 8 hingga 22 Agustus 2024 lalu.
Santunan bagi para keluarga korban meninggal dunia sendiri, merupakan masukan dari Koordinator Presidium Aremania Utas 2024-2026, Muhammad Ali Rifki. Yakni memberikan santunan sebesar 13,5 persen dari total yang diperoleh Arema FC sebagai juara Piala Presiden 2024 sebesar Rp 5,250 miliar atau kisaran Rp5 jutaan untuk setiap keluarga korban.
Tim Gabungan Manajemen Arema FC bersama Presidium Aremania Utas telah mengunjungi langsung ke kediaman keluarga korban. Baik di wilayah Malang Raya maupun di luar Malang Raya. Tak lupa General Manager Arema FC, Muhammad Yusrinal Fitriandi, menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh keluarga korban. Atas doa dan dukungan kepada Arema FC sepanjang keikutersta di Piala Preisden 2024.
“Kami sangat berterima kasih atas kesabaran dan pengertian dari keluarga korban. Kami menyadari bahwa tidak ada yang bisa mengganti nyawa yang telah hilang, namun kami berharap santunan ini dapat sedikit meringankan beban keluarga,” ujar Yusrinal Fitriandi.
Dia juga juga mengajak seluruh pihak untuk menjadikan momen ini sebagai momentum untuk memperbaiki sepak bola Indonesia. “Tragedi Kanjuruhan menjadi pelajaran berharga bagi kita semua. Mari kita bersama-sama menjaga keselamatan dan keamanan dalam setiap pertandingan sepak bola,” imbuh pria yang akrab disapa Ina itu.
Ke-12 wilayah yang disambangi merupakan daerah domisili 135 korban meninggal dunia. Yakni Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Batu, Kabupaten Blitar. Kabupaten Pasuruan, dan Kota Probolinggo. Kemudian Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Trenggalek dan Kabupaten Tulungagung. Sisanya di Kabupaten Gresik, Kabupaten Magetan, dan Kabupaten Jember.
Sabtu tanggal 2 Oktober 2022 malam silam, menajdi malam kelabu bagi sepak bola Indonesia dan dunia. Tragedi Kanjuruhan yang terjadi, di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang. Beberapa saat setelah usainya laga kompetisi BRI Liga 1 2022/2023 pekan ke-11, antara Arema FC versus Persebaya Surabaya.
Insiden berdarah yang merenggut 135 korban Aremania-Aremanita, termasuk dua personail kepolisian asal Trenggalek dan Tulungagung. Total korban 794 orang, 135 diantaranya meninggal dunia. Korban luka-luka 659 orang, baik luka ringan 586 orang, luka sedang 50 orang, maupun luka berat 23 orang.
Jumlah itu belum termasuk puluhan atau ratusan, bahkan bisa jadi ribuan diantara 42.906 orang penonton yang ada saat tragedi itu terjadi. Mengalami PTSD (post-traumatic stress disorder) atau gangguan stres pascatrauma yang muncul setelah mengalami atau menyaksikan peristiwa yang bersifat traumatis atau memilukan.
“Prosespenyaluran santunan tidak hanya sekedar memberikan bantuan materi, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi antara manajemen Arema FC, Presidium Aremania, dan keluarga korban. Kami ingin membangun hubungan yang harmonis layaknya sebuah keluarga besar Kami berharap silaturahmi ini dapat terus terjalin,” tambah Inal.
“Mari kita jadikan tragedi ini sebagai momentum untuk membangun sepak bola Indonesia yang lebih baik, lebih aman, dan lebih bermartabat.”.
Korban Tragedi Kanjuruhan 2022
Total korban : 794 orang
Meninggal dunia : 135 orang
Korban luka-luka : 659 orang
1. Luka ringan : 586 orang
2. Luka sedang : 50 orang
3. Luka berat : 23 orang
Asal daerah Korban Meninggal Dunia Tragedi Kanjuruhan 2022
1. Kota Malang (35 orang)
2. Kabupaten Malang (71 orang)
3. Kota Batu (1 orang)
4. Kabupaten Blitar (5 orang)
5. Kabupaten Pasuruan (8 orang)
6. Kota Probolinggo (1 orang)
7. Kabupaten Probolinggo (3 orang)
8. Kabupaten Trenggalek (1 orang/polisi)
9. Kabupaten Tulungagung (6 orang, termasuk 1 polisi)
10. Kabupaten Gresik (1 orang)
11. Kabupaten Magetan (1 orang)
12. Kabupaten Jember (2 orang)

