Panpel Persis Solo Berjuang Laga Terakhir Digelar di Stadion Manahan

Administrator

19/03/2023

4 views
Suasana Stadion Manahan Solo pada laga Persis lawan PSIS Semarang pada September 2022 lalu. (Foto : Sri Nugroho/G-SPORTS.ID)

SOLO, G-SPORTS.ID – Hasrat Panpel Persis Solo untuk dapat menggunakan Stadion Manahan saat Laskar Sambernyawa menjamu Persebaya Surabaya pada Sabtu (8/4/2023) mendatang sudah dipastikan tak terwujud.

Berikutnya, Panpel Persis sudah mengajukan izin menggelar laga terakhir tim asuhan Leonardo Medina di Stadion Manahan saat menjadi Persik Kediri pada Kamis (13/4/2023) pekan depan.

Jika nanti kembali tak terealisasi, panpel tetap menyiapkan Stadion Maguwoharjo Sleman untuk venue pertandingan. Memang sejak Januari 2023 lalu, Persis harus menjadi musafir di Stadion Maguwoharjo karena Stadion Manahan disiapkan untuk gelaran Piala Dunia U-20 yang akhirnya batal digelar di Tanah Air.

“Kita sudah lakukan pengajuan izin ke Polresta Surakarta, Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Surakarta, hingga satgas Covid-19 dan sudah dalam proses. Karena Stadion Manahan ini kan masih dalam masa perbaikan pekerjaan, jadi kami belum tahu apakah bisa digunakan atau tidak, tapi dari panpel sudah mengajukan izin,” kata Ketua Panpel Persis Solo Ginda Ferachtriawan, Rabu (5/4/2023) malam.

Ginda menyebutkan permasalahan utama penggunaan Stadion Manahan adalah berkaitan dengan proses penyulaman rumput stadion. Sedangkan terkait sisi pagar pembatas yang sebelumnya dilepas karena menyesuaikan standar FIFA, disebutnya bisa diatasi dengan penjagaan steward.  

Sementara itu Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Surakarta, Rini Kusumandari mengakui, telah mengajukan izin ke Kementerian PUPR. Khususnya terkait penggunaan Stadion Manahan selama masa pemeliharaan berjalan per-April ini.

Namun demikian, dia mengatakan mengenai boleh atau tidaknya, digunakan harus mengantongi izin dari kementerian selaku pihak yang menangani perbaikan dan penambahan fasilitas venue-venue yang sebelumnya akan digunakan untuk Piala Dunia U-20.

“Walau agenda Piala Dunia U-20 batal, proses renovasi tetap harus diselesaikan sesuai jadwal yang ditentukan. Saat ini status perawatan masih di Kementerian PUPR,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

Berita Terkait