BANDUNG.G-SPORTS.ID – Pembentukan Character Building bagi atlet dan pelatih Jawa Barat yang diproyeksikan menuju PON XXI/2024, dimulai.
Seperti biasa, program rutin KONI Jawa Barat menjelang perhelatan olahraga multieven tersebut diselenggarakan di Dodiklat Rindam III Siliwangi, Cikole, Kabupaten Bandung Barat, Senin 19 Februari 2024.
Gelombang pertama Character Building diikuti sekitar 400 atlet plus pelatih yang masuk Kontingen PON Jawa Barat.
Mereka akan menjalani rangkaian program yang lebih menitik beratkan kepada pembentukan mental tersebut selama tiga hari dan dilanjutkan oleh gelombang berikutnya dengan jumlah yang sama.
Dijadwalkan sebelum ramadhan, program yang telah dilakukan KONI Jawa Barat sejak tahun 2012 tersebut berakhir.
Secara resmi, program Character Building dibuka Ketua Umum KONI Jawa Barat, M Budiana. Turut hadir sekaligus mendampinginya, Ketua Harian KONI Jawa Barat, Arief Prayitno, Ketua III, Yunyun Yudiana dan Kabid Pembinaan dan Prestasi, Arief R.
“Ini awal kita memulai program Character Building dan diikuti 400 peserta sebagai gelombang pertama. Setiap gelombang nantinya, dirata-ratakan 300 sampai 400 atlet dan pelatih. Alhamdulilah bersama Pak Kadispora kita telah membukanya secara resmi,” ujar Budiana menjelaskan.
Budiana berharap, dengan diselenggarakannya program tersebut, seluruh atlet yang sudah masuk proyeksi PON XXI/2024, memiliki mental petarung yang tangguh. Hanya saja, kata Budiana, Character Building kali ini berbeda dengan program yang sudah-sudah.
“Untuk kali ini semua harus menjalani tahapan post and pre test psychokology dimana yang lalu tidak ada dan sekarang kita adakan dan ketika mereka (atlet) datang langsung diadakan post test atau psikotes dan informasi yang didapat ternyata diperlukan pula oleh pelatih dan cabor untuk mengetahui local and basic persoalan-persoalan keatletan,” kata Budiana menjelaskan lagi.
Budiana memastikan, tidak semua cabang olahraga mengikuti program Character Building. Seperti bola voli karena atletnya sudah menjalani Pelatda secara mandiri di klubnya masing-masing sampai persiapan mengikuti Proliga 20204.
Berikutnya, cabang olahraga menembak dimana atletnya tersebar baik yang ada di dalam maupun luar negeri. Begitu juga catur dan bridge selain atletnya tengah berada d luar negeri juga dengan pertimbangannya adalah faktor usia.
“Oleh karena itu, untuk beberapa cabor itu kami memberikan kekhususan untuk tidak mengikuti kegiatan Chaaracter Building. Bridge yang sangat berbeda karena usia rata-rata atletnya diatas 50 tahun. Jadi, untuk menggantinya kordinator Satlak telah menyiapkan kegiatan atau media lain,” katanya menambahkan.
Ditegaskan, KONI Jawa Barat tetap menyeriusi persoalannya dimana semua cabang olahraga tetap akan menjalani mekanisme dalam mempersiapkan atlet-atlet Kontingen PON Jawa Barat yang tangguh.
“Sekitar 80 sampai 90 persen seluruh cabor delapan puluhan cabor yang akan diberangkatkan ke PON nanti, menginginkan diadakannya Character Building semata-mata untuk menggembleng mental atlet dengan harapan sebagaimana diharapkan warga gubernur serta DPRD Jawa Barat agar Jawa Barat bisa mempertahankan juara umum, ” katanya memungkasi. ***
