SEMARANG, G-SPORTS.ID – PSIS Semarang sudah dipastikan menjadi satu dari tiga tim yang terdegradasi dari BRI Liga 1 2024/25 menuju Liga 2 musim depan. Rentetan hasil buruk yang membuat skuad Mahesa Jenar turun kasta membuat CEO PSIS, Yoyok Sukawi memohon maaf kepada seluruh pecinta PSIS dan warga Semarang.
Pada laga terakhirnya atau pekan ke-34 BRI Liga 1 2024/25, PSIS yang bermain di kandang sendiri di Stadion Jatidiri, Semarang, Sabtu (24/5/2025) kalah 1-2 dari PS Barito Putera.
Kekalahan ini menjadikan PSIS mencatat 10 kekalahan di 14 laga terakhirnya dimana 4 laga lainnya berakhir dengan hasil imbang. Sebuah hasil yang tentunya sangat mengecewakan untuk PSIS dan suporternya.
PSIS juga mengakhiri kompetisi dengan ada di posisi terakhir alias peringkat ke-18 dengan hanya mengoleksi nilai 25 hasil dari 34 laga yang dijalani.
Sedangkan di peringkat 16 dan 17 yang menemani PSIS turun kasta ke Liga 2 adalah Barito Putera dan PSS Sleman yang mengoleksi 34 poin.
“Dengan sepenuh hati saya ingin mengucapkan permintaan maaf sebesar-besarnya atas hasil di musim ini dimana PSIS terdegradasi ke Liga 2,” kata Yoyok Sukawi, Minggu (25/5/2025) malam.
“Saya juga meminta maaf karena selama ini banyak situasi dan masalah yang telah membuat gaduh, karena komunikasi yang kurang baik serta krisis keuangan yang dialami oleh PSIS yang menyebabkan adanya gaji atau hak pemain yang terlambat terbayarkan, sehingga mempengaruhi prestasi PSIS musim ini,” ucap Yoyok menambahkan.
Tak lupa dia juga meminta maaf kepada seluruh pemain, ofisial, staf, dan seluruhnya yang sudah bekerja berjuang di PSIS yang harus terdampak melalui permasalahan yang ada.
“Sebagai CEO klub, saya yang bertanggung jawab atas kejadian di musim Liga 1 2024/25. Untuk pemenuhan hak pemain atau ofisial selalu diupayakan dan akan menjadi tanggungjawab saya selaku pemegang saham terbesar dan pengelola PSIS, Insya Allah tuntas tepat waktu sesuai rencana,” ujarnya lagi.
Tidak hanya itu, terkait hutang PSIS beberapa tahun terakhir yang rencana akan dikonversi menjadi saham, Yoyok menjelaskan, juga telah ditawarkan kepada pemegang saham satu per satu, hingga batas waktu tidak ada yang bersedia menutup atau membeli serta tidak ada yang bersedia mengambil alih pengelolaan PSIS.
“Akhirnya karena kecintaan saya kepada PSIS hutang tersebut sudah saya lunasi tuntas dan PSIS sudah sehat kembali, tidak terbebani hutang masa lalu sudah tinggal melangkah dengan kekuatan baru,” Yoyok mengatakan.
Kemudian terkait permasalahan di FIFA, Yoyk Sukawi juga mengaku akan segera selesaikan dalam waktu dekat. “Tuntas seluruhnya menjadi tanggungjawab saya,” tegasnya.
Saat ini menurut Yoyok, dia sudah menyerahkan pengelolaan PSIS kepada pemegang saham dan menginstruksikan kepada direktur utama, Agung Buwono untuk mencari investor baru yang bersedia mengelola PSIS kedepannya.
“Ini supaya PSIS musim depan bisa cepat bangkit kembali berjaya dan segera kembali promosi ke Liga 1 musim depan. Saya mohon kebesaran hati seluruh pecinta PSIS dan warga Semarang untuk berkenan menerima permohonan maaf saya,” pungkasnya.
