SOLO, G-SPORTS.ID – Persis Solo terus mematangkan timnya jelang persaingan di kompetisi BRI Super League 2025/26. Salah satu program yang dijalankan oleh pelatih kepala Peter de Roo adalah agenda pemusatan latihan alias TC yang sudah mulai dijalankan di Yogyakarta pada Jumat (18/7/2025).
Lokasi yang tak jauh dari Kota Solo, hanya berjarak sekitar 1,5 jam perjalanan menggunakan bus nampaknya menjadi salah satu alasan pemilihan Kota Gudeg sebagai lokasi TC.
Tak hanya itu, beberapa tim kasta tertinggi juga diketahui sedang menjalani TC di Yogyakarta seperti Bhayangkara Presisi FC hingga Madura United FC hingga tentu juga ada PSIM Yogyakarta yang memang berhomebase di Kota Gudeg.
Skuat Laskar Sambernyawa akan menjalani agenda TC selama sekitar sepekan. Tidak hanya menjalani latihan secara intensif, Eky Taufik dkk juga diagendakan untuk menjalani laga uji coba guna makin mematangkan taktikal, penguatan chemistry hingga memantau progres latihan yang sudah diberikan.
Terkait agenda laga uji coba ini, salah satu tim yang akan dihadapi disebutkan adalah tim promosi PSIM Yogyakarta.
Hal ini juga diketahui dari apa yang disampaikan oleh pelatih Persis, Peter de Roo saat ditanya mengenai agenda uji tanding berikutnya setelah melawan kontestan Championship 2025/26, Kendal Tornado FC pekan lalu.
Peter menjelaskan dirinya sudah memantau tim calon lawan uji coba tersebut lewat analisis video. Dirinya berharap para pemain dapat meningkatkan kemampuannya pada uji tanding berikutnya serta memanfaatkan sisa waktu yang dimiliki tim sebelum memulai kompetisi.
“Saya melihat mereka (PSIM) untuk pertama kali, dan saya sudah meninjau melalui video. Tentunya, saya berekspektasi tim akan meningkatkan kemampuan ke level yang lebih tinggi dan terus menjadi lebih baik. Itulah harapan saya,” ucap Peter de Roo.
Mengenai agenda TC yang dijalani Persis, pelatih asal Belanda ini menuturkan harapannya.
“Keuntungannya adalah, di dalam training camp, kita bersama selama 24 jam penuh, jadi kita harus memanfaatkan setiap momen itu dengan sangat bijak,” ujar Peter de Roo.
Sebelumnya, mengenai performa tim pada uji tanding perdana lawan Kendal Tornado FC, dikatakannya bahwa secara keseluruhan para pemain sudah menunjukkan awal yang positif, dan memahami gaya permainan yang ingin ia terapkan.
Namun ia menilai tim masih memerlukan waktu untuk dapat beradaptasi dengan pola yang ia kehendaki.
“Masih banyak ruang untuk peningkatan, terutama terkait kehilangan bola yang tidak perlu dan hal semacamnya. Pada akhirnya, ini semua diawali dari pola pikir dan intensi. Kesalahan tentu terjadi, namun yang terpenting adalah setiap kali membuat kesalahan, kita belajar dari hal yang baru. Secara keseluruhan, saya menilai ini adalah awal yang baik,” pungkasnya.
