Derbi Klasik Persib vs Persija, Di Mata Libero Legendaris Adeng Hudaya

Arief NK

10/01/2026

ADENG Hudaya, Legenda Hidup Persib Bandung. (Foto: Arief K/G-SPORTS.ID)
ADENG Hudaya, Legenda Hidup Persib Bandung. (Foto: Arief K/G-SPORTS.ID)

BANDUNG, G-SPORTS.ID – Legenda Persib Bandung, Adeng Hudaya, menaruh apreasiasi tinggi kesemarakan jelang pertemuan Persib versus Persija di Stadion GBLA, Minggu (11/01/2026) pukul 15:00 WIB besok.

Ia memandang, fenomena tersebut sebuah atmosfer sepakbola Indonesia di zaman sekarang. Setelah pensiun sebagai karyawan di salah satu bank BUMN, Adeng Hudaya saat ini aktif di keolahragaan.

Kini, ia masuk kepengurusan KONI Jawa Barat. Yang baru lalu, ia ditunjuk menjadi Plt Manajer Tim Sepakbola Kota Bandung dan melewati Babak Kualifikasi untuk tampil di ajang PORPROV 2026 yang akan digelar di Kota Bekasi.

Nama Adeng sendiri tidak usah diragukan sebagai Legend. Orang – orang yang bertemu dengannya selalu meminta berswafoto.

Sejak muda memperkuat Persib dan mengakhiri karirnya bersama Persib. Bukan saja pemain Persib sejati predikat yang disandangnya. Ia juga sebagai dijuluki kapten sejati.

Tentang pertandingan Persib melawan Persija, Adeng tidak menampik bahwa pertandingan tersebut masuk kategori El Clasico.

Adeng pun mulai bercerita tentang Persib dan Persija di masanya. Betul kata Adeng, menghadapi Persija Jakarta tekadnya kala itu selalu ingin mengalahkan di masa itu.

“Maklum, Bandung dan Jakarta kan sama-sama Kota Besar, hanya itu yang menjadikan kita bersaing, iya lah kan kita mempertahankan gengsi daerah,” ujarya santai.

Diantaranya nama-nama beken Persija, Toni Tanamal, Adityo Darmadi, Didik Darmadi dan Marzuki Nyak Mad, ada satu yang menjadi sorotannya dan kerap menyulitkannya, yaitu Kamarudin Betay.

Dimata Adeng, Kamarudin Betay adalah pemain Persija paling berbahaya. Dikatakan berbahaya, karena kecepatannya dalam berlari sambil mengolah bola.

“Waktu itu saya benteng terakhir di belakang, jelas menjadi tugas saya untuk menahan kecepatan yang namanya Kamarudian Betay. Kalau bola sudah dikaki dia (Betay), rasa-rasanya seperti menghadapi apa gitu, bagaimana caranya dia jangan sampai lewat,” ujarnya mengenang.

Konon, satu-satunya kartu kuning yang didapat sepanjang karirnya gara-gara menjegal Kamarudin Betay agar tidak bisa masuk ke daerah gawang yang kala itu dikawal Sobur.

Tetapi dibenaknya, semua itu tinggal kenangan. Sekarang, Adeng berharap, Persib tetap mengedepankan semangat daerah dan nama besar Persib saat menjamu Persija.

“Jika ketika itu pemain yang begitu besar tekadnya, sekarang Bobotohnya yang berkeinginan agar Persib bisa mengalahkan Persija, bagus artinya fanatisme terhadap Persib semakin kuat,” ujarnya memungkasi. ***

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

Berita Terkait

PSF Academy