BANDUNG, G-SPORTS.ID – Sasana tinju Pengprov Pertina Jawa Barat di Komplek Olahraga Pajajaran, Bandung, menjadi ajang persiapan 34 atlet Pelatnas yang diproyeksikan menuju Kejuaraan Tinju Asia.
Ke-34 atlet Pelatnas tersebut meliputi 12 atlet putri dan sisanya atlet putra. Mereka disiapkan untuk tampil pada Kejuaraan Tinju Amatir se-Asia yang rencananya akan digelar di Tangerang, Provinsi Banten, 7 – 20 April 2026.
Sasana Tinju milik Pengprov Pertina Jawa Barat, itu menjadi pilihan PP Pertina karena dinilai lengkap secara fasilitas dari mulai ring, lapangan fisik, peralatan sampai mess atlet.
Para atlet Pelatnas tersebut akan berlatih di Sasana Latihan Pajajaran tersebut sampai 4 April 2026.
“Bagi kami, ditunjuknya Sasana kami untuk para atlet Pelatnasa sebuah kehormatan dan kepercayaan, terim kasih kepada PB Pertina yang telah memberikan keperacayaan kepada kami. Terlebih, ucapan terima kasih kami sampaikan kepada Ketua KONI Jabar, Pak Budiana dan Sekum KONI Jabar, Pak Ugianto atas dukungannya dan memasiltasi bagi persiapan atlet Pelatnas menuju Kejuaraan Asia,” kata Ketua Umum Pengprov Pertina Jawa Barat, Sugiharto Gandamiharja, mengungkapkan, Selasa (10/3/2026).
Menurutnya, Pengprov Pertina Jawa Barat memasilitasi semua yang dibutuhkan para atlet Pelatnas. Seperti Mess, katanya, saat ini cukup luas dan representatif setelah mengalami renovasi.
“Saya harap, semua atlet Pelatnas yang berlatih di kami bisa fokus dan maksimal dalam melaksanakan training centre, dan kami akan memberikan yang terbaik bagi prestasi mereka, ” ujarnya menambahkan.
Kejuaraan Tinju Amatir se-Asia itu sendiri akan mempertandingkan dua kategori yakni, Youth untuk usia 17 sampai 18 tahun dan U-19 sampai U-23 tahun dan akan mempertandingkan sebanyak 24 kelas.
Pada kesempatan yang sama, pelatih Jhoni Romroman, menimpali bahwa persiapan menuju Kejuaraan Asia baru dimulai. Persiapan itu sendiri ujarnya, dilakukan dalam dua tahap. Tahap minggu pertama diisi dengan persiapan secara umum. Sementara sisanya, akan dilakukan pada sesi pertandingan.
“Karena itu, tidak ada waktu lagi kita terus persiapkan para petinju semaksimal mungkin. Saat ini persiapan masih di tahapan umum, kita harus benar-benar matang dalam persiapan ini, karena kita akan menghadapi lawan-lawan berat yang levelnya Asia,” kata Jhoni Romroman menambahkan.
Akan tetapi katanya, sebagai tuan rumah, Indonesia harus bisa berbicara banyak. Sebagai penyelenggara katanya lagi harus bisa membuktikan dan memberi prestasi yang membanggakan.
“Untuk peluang sendiri kita ada di bagian putra. Di bagian putra ini ada beberapa yang berpotensi, ada juara Kejurnas, juara POPNAS, peraih medali emas SEA Games 2025, peraih emas junior SEA Games juga ikut bergabung dengan kita, dan pastinya semua yang bergabung prestasinya cukup stabil,” kata dia memaparkan.
Sementara petinju putri yang berpotensi dan ikut bergabung dalam Pelatnas tersebut adalah para atlet Pelatnas SEA Games.
Romroman sebagai pelatih Jawa Barat saat ini mengatakan, ada beberap atlet yang cukup mentereng prestasinya dan berpotensi khususya pada bagian putra.
“Menurut saya, khusus untuk petinju asal Jabar masih bisa bersaing , paling tidak bisa mengimbangi para petinju dari Uzbekistan, Tajikistan dan Kirgystan karena mereka dekat dengan Eropa,” katanya menambahkan lagi.
Mantan petinju nasional ini menceritakan kenapa Jawa Barat ditunjuk menjadi venue persiapan Kejuaraan Tinju Amatir se-Asia.
“Kalau diceritakan panjang, yang pasti ini sebuah kebanggaan, dan ini positif karena dipercaya bisa menjalani persiapan. Ini pertama dalam sejarah, karena rencana awal Pelatnas Kejuaraan Asia akan dilaksanakan di Manado sana, lalu berubah akan di Ambon, lalu Pak Ketua kita berkomunikasi dengan Pak Sekum bagaimana kalau di Jawa Barat, tidak jauh – jauh bahkan dan memang secara fasilitas Jawa Barat lengkap, mau sparing, ring dan lapangan juga ada dan apa yang dimiliki Jabar ini bermanfaat sekali, ” kata Jhoni Romroman memungkasi. ***
