MALANG, G-SPORTS.ID – Lima laga terakhir di kandang sendiri nir kemenangan, Arema FC akhirnya menyudahinya pada laga pekan-17 penutup putaran pertama BRI Super League 2025/2026, Minggu (11/01/2026) sore.
Kemenangan Arema FC 2-1 (0-0) atas Persik Kediri terjadi begitu dramatis dan penuh perjuangan tak mudah dan tak ringan. Bahkan hingga masa injury time enam menit akan usai, Arkhan Fikri dan kawan-kawan dibayang-bayangi kekalahan hingga menit 90+4.
“Sungguh pertandingan ini tidak mudah. Persik bermain sangat baik dan sempat unggul lebih dulu. Tapi pemain Arema menunjukkan semangat dan kerja keras sampai akhirnya bisa mencetak gol kemenangan,” tanmdas pelatih Arema FC, Marcos Vinícius “Marquinhos” dos Santos Gonçalves.
“Saya sangat apresiasi untuk perjuangan seluruh pemain yang tak henti. Mereka terus tampil all out hingga pertandingan selesai. Dan mereka bisa ambil dua gol itu. Apa yang kami lakukan dan dapatkan, emua untuk Aremania,” lanjut head coach asal Brazil itu.
Persik diluar dugaan mampu leading 1-0 saat laga memasuki menit ke-79. Gol dibukukan oleh Mochammad Supriadi yang masuk di awal babak kedua menggantikan Wigi Pratama.
Berawal dari through pass yang dilepaskan Ezra Walian, bola melewati hadangan dua pemain Arema, Samuel Balinsa, Roberto “Betinho” Filho. Sambil berlari di kiri pertahahan lawan, bola disambut Supriadi yang berdiri sedikit bebas.
Memenangi sprint melawan Julian Muñoz, dia melakukan solo run cedat mendekati gawang Arema. Track ball keras kaki kanannya sempat menyentuh lutut kiper Lucas Frigeri, namun bola justru masuk menembus gawangnya. Meski Luiz Gustavo dan Bayu Setiawan mencoba menghalau bola, skor 1-0 untuk tim tamu.
Namun segalanya berubah dramatis hanya dalam hitungan tempo beberapa menit sisa injury time. Tampil kian spartan dan all out di tengah hujan gerimis dna lapangan licin, tim Singo Edan akhirnya comeback dan menutup laga dengan kemenangan 2-1.
Petaka bagi kubu Persik di sisa 11 menit usia pertandingan teritama di masa injury time,. Mereka lebih banyak men-delay bola dan bermain di areanya sendiri untuk mempertahanyakan keunggulannya. Di saat para pemain Arema justru kian gencar meningkatkan intensitas mengejar ketertinggalannya.
Adalah Matheus “Blade” Nascimento, meski dibayangi Telmo Castanheira, dia maih bisa melepaskan crossing dari sudut sempit kiri pertahahan lawan. Bola memantul ke tiang jauh usai terjadi perbutan bola antara Dedik Setiawan dengan dua pemain Persik, Kiko Carneiro dan Muhammad Firli.
Bermaksud membuang bola menjauh dari gawang timnya. Sepakan kaki kiri Mochammad Supriadi yang ditempel pemain Arema, Samuel Balinsa, justru mengarah ke dalam jala gawang, Leonardo “Leo” Navacchio, 1-1.
Gol kedua comeback Singo Edan lahir tak kalah atraktifnya di menit 90+8 di depan 2.350 Aremania-Aremanita. Gol penentu kemenangan tak lepas dari peran dua pemain pengganti, Ian Lucas Puleio Araya dan Dwiki Mardiyanto.
Sebuah umpan lambung jauh dipelaskan Julian Muñoz dan mengarah ke Dwiki Mardiyanto. Dia yang langsung berlari dan memenangi duel melawan bek lawan, Henhen Herdiana.
Krosing kaki kirinya melambung ke tiang jauh dan disambar tandukan deras Ian Lucas Puleio yang tak terkawal sama sekali. Bek Persik, Kiko Carneiro dan Muhammad Firli hanya terpana melihat gawang Leo Navacchio kembali bobol untuk kedua kalinya.
Beberapa detik setelah gol penentu kemenangan Arema 2-1, wasit Rio Permana Putra asal Pekanbaru langsung meniup peluit panjang bubaran laga. Ini kemenangan pertama SIngo Edan di Stadion Kanjuruhan (Kabupaten Malang), setelah 90 hari atau sejak tanggal 13
September 2025 silam.
“Kita mampu tampil lebih baik dari Arema FC dan mencetak gol lebih dulu, tapi di akhir kita kebobolan sehingga gagal mempertahankan keunggulan. Tapi seharusnya pantas menang,” ungkap pelatih tim Macan Putih, Marcos Reina Torres.
“Secara taktikal kami berusaha mengantisipasi skema permainan Arema jelang akhir laga. Menit akhir injury time, taktik kami hilang karena pemain juga mulai hilang fokus. Arema memanfaatkan situasi itu dan mereka cetak dua gol.Kami akan evaluasi dan benahi untuk laga ke depan,” imbuh pelatih asal Spanyol tersebut.
Tambahan tiga poin di laga pentutup putaran pertama, sudah cukup bagi Arema FC finis posisi ke-10 papan tengah klasemen. Meraih poin 21 dan selisih gol 23-23. Naik satu tingkat menggusur PSM Makassar. Sedangkan Persik Kediri terpaku di urutan ke-12 dengna nilai 19 dan selisih gol 19-26 atau setingkoat di atas klasemen papan bawah.
BRI Super League 2025/2026
Minggu, 11 Januari 2026 (Pekan-17)
Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kab Malang
Arema FC vs Persik Kediri 2-1 (0-0)
Gol : Arema FC 2 (Moch Supriadi 90’+5/own goal Persik Kediri ; Ian Lucas Puleio Araya 90’+8) vs Persik Kediri 1 (Moch Supriadi 80’)
KK : Arema FC ( ): Persik Kediri (Williams Jose Lugo Ladera 10’ ; Leonardo “Leo” Navacchio 88’ ; Francisco “Kiko” Pereira Carneiro
90’+4)
KM : –
Match Commissioner : Drs I Made Witarka
Wasit : Rio Permana Putra (Pekanbaru)
VAR : Muhammad Tri Santoso (Yogyakarta)
Penonton : 2.350 orang
Susunan pemain
Arema FC (4-2-3-1) : 31 Lucas Henrique Frigeri (pg), 96 Muh Iksan Lestaluhu/13 Samuel Gideon Balinsa 75’, 6 Sneyder Julian Guevara Muñoz ©, 26 Luiz Gustavo Tavares Conde, 72 Bayu Setiawan, 25 Matheus “Blade” da Conceição Nascimento, 28 Roberto Pimenta Vinagre Filho, 11 Salim Akbar Tuharea/17 Dwiki Mardiyanto 75’, 8 Arkhan Fikri, 10 Valdeci Moreira da Silva/21 Ian Lucas Puleio Araya 69’, 94 Dalberto Luan Belo/27 Dedik Setiawan 79’
Cadangan : 30 Muh Adi Satryo, 4 Odivan Koerich, 23 Muh M.Anwar Rifai, 12 Muh Rifad Marasabessy, 14 Jayus Hariono, 15 Fikri Arjidan, 17 Dwiki Mardiyanto, 13 Samuel Gideon Balinsa, 41 Dendy Santoso, 20 Teuku Razzaa Fachrezi Aziz, 21 Ian Lucas Puleio Araya, 27 Dedik Setiawan
Pelatih: Marcos Vinícius “Marquinhos” dos Santos Gonçalves (Brazil)
Persik Kediri (4-4-2) : 1 Leonardo “Leo” Navacchio, 22 Henhen Herdiana, 85 Muh Firli, 3 Francisco “Kiko” Pereira Carneiro, 24 Yoga Adiyatama, 17 Syahrian Abimanyu/6 Krisna Bayu Otto Kartika 66’/8 Telmo Ferreira Castanheira 90’+2, 16 Williams Jose Lugo Ladera/20 Pedro Miguel Serra Matos 66’, 4 Imanol Garcia Lugea, 37 Wigi Pratama/23 Moch Supriadi 46’, 21 Jose Enrique Rodriguez, 10 Ezra Harm Ruud Walian©
Cadangan : 33 Husna Al Malik Riwani Saputra, 27 Muh Rizqi Abhirama, 42 Vava Mario Yagalo, 7 Yusuf Meilana Fuad Burhani, 25 Novri Setiawan, 11 Ady Eko Jayanto, 6 Krisna Bayu Otto Kartika, 23 Moch Supriadi, 8 Telmo Ferreira Castanheira, 20 Pedro Miguel Serra Matos, 77 Rifqi Ray Farandi, 99 Yandi Sofyan Munawar
Pelatih : Marcos Reina Torres (Spanyol)
Klasemen Pekan-17
1. Persib Bandung 17 12 2 3 27-11 38
2. Borneo FC 17 12 1 4 31-16 37
3. Persija Jakarta 17 11 2 4 32-14 35
4. Malut United 17 10 4 3 33-19 34
5. Persita Tangerang 17 9 4 4 24-14 31
6. PSIM Yogyakarta 17 8 6 3 23-18 30
7. Persebaya Surabaya 17 7 7 3 24-16 28
8. Bali United 17 7 6 4 22-18 27
9. Bhayangkara FC 16 6 4 6 13-14 22
10. Arema FC 17 5 6 6 23-23 21
11. PSM Makassar 17 4 7 6 21-19 19
12. Persik Kediri 17 5 4 8 19-26 19
13. Madura United 17 4 5 8 18-24 17
14. Dewa United 16 5 2 9 17-24 17
15. PSBS Biak 16 3 4 8 17-38 13
16. Persis Solo 17 2 4 11 19-36 10
17. Semen Padang 17 3 1 13 13-29 10
18. Persijap Jepara 16 2 3 11 14-30 9
Keterangan
Posisi 1 : Lolos ke play-offs AFC Champions League Two 2026/2027 dan ASEAN Club Championship 2026/2027
Posisi 2 : Lolos ke play-offs AFC Challenge League 2026/2027 dan ASEAN Club Championship 2026/2027
Posisi 16 s/d 18 : Degradasi ke Pegadaian Championship 2026/2027
BRI Super League 2025/2026 (Pekan-17)
