MALANG, SPORTS.ID – Mendung gelap menyelimuti langit di atas Kota Malang, Minggu (18/01/2026) sore. Saat digelar turnamen Trofeo All Stars menuju peringatan 100 tahun Stadion Gajayana Kota Malang 1926-2026.
Partai eksibisi antar pesepakbola veteran. Menghadirkan beberapa pemain yang tergabung dalam tiga tim legendaris. Yakni Persema Malang Legends, Persib Bandung Legends, dan SDF Indonesia Legends.
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un, bek legendaris, Kuncoro menghembuskan nafas terakhir, usai babak pertama trofeo. Berpulang ke Rahmatullah, di Stadion Gajayana Kota Malang.
Stadion Gajayana Kota Malang penuh historis bagi karinya. Saat dia mengawali karir pertama kalinya sepak bola bersama Arema Malang (1991-1996) di kompetisi semipro Galatama dan Ligina Dvisi Utama.
Kuncoro meninggal dunia, usai menjalani pertandingan babak pertama turnamen trofeo yang digelar oleh Persema Reborn. Sempat bersistirahat di bench pemain, namun kemudian terhuyung-huyung jatuh. Dia kemudian mendapatkan perawatan awal dari petugas medis di suttle band.
Kondisinya tak kunjung berangsur membaik, oleh rekan-rekannya dan petugas medis. Kuncoro langsung dilarikan ke UGD RS Dr Saiful Anwar Malang (RSSA) Kota Malang yang hanya berjarak 500 meter dari stadion. Guna mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.
Setelah mendapatkan perawatan intensif, Kuncoro dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 17:47 WIB. Pukul 19:25 WIB jenazah dibawa menggunakan ambulan ke kediamannya di Jalan Turi RT 05/RW 02 Desa Putat Kidul, Kecamatan Gondanglergi, Kabupaten Malang sekitar 50 kilometer selatan Kota Malang.
Kuncoro dan karir kepelatihan-pemain
Semasa hidupnya, almarhum merupakan asisten pelatih Arema FC yang tengah berlaga di kompetisi BRI Super League 2025/2026. Posisi asisten pelatih cukup lama dia emban bersama Arema, yakni sejak ISL musim 2011/2012.
Sebagai pemain dengan multi-position, mulai fullback, gelandang bertahan, hingga bek tengah, Kuncoro sempat membela 14 klub. Baik era Galatama, Ligina-Divisi Utama, Divisi 2, maupun Divisi Utama. Gaya permainannya saat itu, khas Malang-an keras tanpa kompromi dengan rambut gondrongnya.
Era Galatama musim 1991-1996 (Arema Malang). Era Ligina-Divis Utama musim 1996-1997 (Mitra Surabaya), dan 1997-1998 Assyabaab Salim Group Surabaya (ASGS). Juga 1998-1999 (Persija Jakarta), 1999-2000 (PSM Makassar), 2001 (Arema Malang), dan 2002 (Gelora Putra Delta).
Kemudian 2003 di Perseden Denpasar, 2003 bersama Persik Kediri, 2004 (Persijap Jepara), 2005 (Persegi Gianyar), dan 2007 (Persipro Probolinggo). Musim 2008 berlabuh di PSIR Rembang, 2009 PSMP Mojokerto, dan terakhir 2010 bersama Persikubar/Persebaya DU.
Karier senior, dsia pernah merasakan tiga kali podium juara nasional. Yakni Arema Malang juara Galatama 1992/1993, PSM Makassar juara Liga Indonesia 1999/2000, dan 2003 Persik Kediri juara Liga Indonesia 2003.
Dia juga permah menjadi bagian dariTim Nasional Indonesia. Yaitu tahun 1991 Timnas Indonesia U-19, tahun 1994 Timnas PSSI Harimau, dan tahun 1998 Timnas Indonesia.
Dia memulai karir akademi sepak bola yunior dan klub amatirbersama Kaki Mas Dampit (Kabupaten Malang). Klub anggota kompetisi internal Askot PSSI Kota Malang. Sebagai pelatih dia telah memiliki lisensi Lisensi A PSSI-AFC Diploma tahun 2022 lalu.
Innalillahi wainnailaihi rojiun, min ahlil khair min ahlil jannah. Aamiin allahumma alamin. Al Fatihah. Selamat jalan coach Kuncoro.
BIODOATA
Nama lengkap : Kuncoro
Tanggal lahir : Singosari, Kabupaten Malang, 7 Maret 1973
Karier Klub Yunior
• Kaki Mas Dampit, Kabuaten Malang
Karier Klub Senior
• 1991-1996 Arema Malang
• 1996-1997 Mitra Surabaya
• 1997-1998 ASGS (Assyabaab Salim Group Surabaya)
• 1998-1999 Persija Jakarta
• 1999-2000 PSM Makassar
• 2001 Arema Malang
• 2002 Gelora Putra Delta
• 2003 Perseden Denpasar
• 2003 Persik Kediri
• 2004 Persijap Jepara
• 2005 Persegi Gianyar
• 2007 Persipro Probolinggo
• 2008 PSIR Rembang
• 2009 PSMP Mojokerto
• 2010 Persikubar/Persebaya DU
Tim Nasional
• 1991 Timnas Indonesia U-19
• 1994 Timnas PSSI Harimau
• 1998 Timnas Indonesia
