Melalui Deputy CEO, PT PBB Akhirnya Mengakui Kelahiran Persib Tanggal 14 Maret 1933

Arief NK

13/03/2026

KETUA umum PSSI Kota Bandung, H. Yoko Anggasurya (kiri) menerima pengiriman jersey yang melambangkan 1933 yang diambil dari nomor punggung dua pemain Persib, Dewangga (19) dan Tom Haye oleh Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) di Sekretariat PSSI Kota Bandung, Jalan Gurame 2, Kamis (12/3/2026). (Foto: Arief K/G-SPORTS.ID)
KETUA umum PSSI Kota Bandung, H. Yoko Anggasurya (kiri) menerima pengiriman jersey yang melambangkan 1933 yang diambil dari nomor punggung dua pemain Persib, Dewangga (19) dan Tom Haye oleh Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) di Sekretariat PSSI Kota Bandung, Jalan Gurame 2, Kamis (12/3/2026). (Foto: Arief K/G-SPORTS.ID)

BANDUNG, G-SPORTS.ID – PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) akhirnya mau mengakui dan tidak akan sampai melupakan kelahiran Persib pada tanggal 14 Maret 1933.

Pengakuan tersebut dilontarkan langsung Deputy CEO PT PBB yang ditandai dengan penyerahan dua buah jersey yang melambangkan 1933. Kedua jersey tersebut masing-masing  milik Dewangga nomor 19 dan jersey milik Tom Haye nomor 33 yang dibungkus figura berukuran besar.

Deputy CEO PT PBB itu sengaja datang ke Sekretariat PSSI Kota Bandung atau dahulu Sekretariat Persib di jalan Gurame No 2 dalam rangka menjelang HUT Persib ke -93 yang jatuh pada Sabtu 14 Maret 2026.

Untuk selanjutnya, kedua buah jersey tersebut akan dipajang pada Kongres PSSI Kota Bandung sekaligus perayaan HUT Persib ke-93 di Gedung PSSI Provinsi Jawa Barat, Jalan Lodaya, Sabtu (14/3/2026).

Kedatangan CEO PT PBB di Sekretariat PSSI Kota Bandung ke Jalan Gurame disambut Ketua Umum PSSI Kota Bandung, H. Yoko Anggasurya dan jajaran pengurusnya. Sementara, CEO PT PBB datang seorang diri.

“Kedatangan kami kesini bagaimana pun juga tidak akan pernah melupakan kelahiran Persib,” kata Deputy CEO tersebut mengungkapkan.

Untuk selanjutnya, sang Deputy CEO PT PBB tersebut meminta jersey yang melambangkan hari kelahiran Persib 1933, itu dipajang pada saat Kongres PSSI Kota Bandung berlangsung.

“Nantinya, jersey ini bisa ditanda tangani oleh 36 pengurus Perkumpulan Sepakbola Kota Bandung,” ujar sang Deputy CEO PT PBB itu menambahkan.

Sebelumnya, PT PBB tidak mau mengakui hari kelahiran Persib pada tanggal 14 Maret 1933. Melalui riset yang dilakukan oleh para sejarahwan asal UNPAD hari kelahiran Persib harus diubah ke tanggal 5 Januari 1919.

Lantas, perubahan hari kelahiran Persib tersebut memunculkan reaksi keras 36 Ps termasuk tokoh sepakbola di Kota Bandung. Sebab, perubahan tanggal dan tahun kelahiran Persib 14 Maret 1933 dinilai ceroboh dan tidak ada dasar hukumnya. Tentang hari kelahiran Persib itu justru sudah terdaftar di dalam Anggaran Dasar Serikat Serikat Penetapan Menteri Kehakiman sejak tanggal 7 Agustus 1954 No.J.A.5/70/17.

Perubahan tersebut sempat masuk ruang sidang di Pengadilan Negeri Kelas IA Khusus Jalan RE Martadinata, Kota Bandung setelah 8 Ps melakukan gugatan resmi. Tetapi, berkali-kali sidang gugatan digelar pihak tergugat tidak pernah menghadiri sidang hingga akhirnya sidang untuk persoalan tersebut berhenti dengan sendirinya.

“Kami sangat mengapresiasi kedatangan Pak Deputy CEO PT PBB ke Sekretariat PSSI Kota Bandung. Apresiasi kami seperti yang diucapkan Pak Deputy CEO bahwa PT PBB tidak akan sampai melupakan hari kelahiran Persib pada tanggal 14 Maret 1933,” kata Ketua Umum PSSI Kota Bandung, H. Yoko Anggasurya menuturkan.

Yoko pun siap membawa lambang 1933 yang dituangkan ke dalam dua buah jersey tersebut ke Kongres PSSI Kota Bandung.

“Kita akan pajang sesuai permintaan PT PBB untuk ditanda tangani oleh 36 Ps,” kata Yoko memungkasi. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

Berita Terkait

PSF Academy