MALANG, G-SPORTS.ID Hari Minggu tanggal 1 Oktober 2023 malam ini, genap 365 hari atau satu tahun Tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada Sabtu (01/10/2022) malam silam, di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang. Tragedi Kemanusiaan berdarah yang terjadi hanya beberapa saat setelah usainya laga kompetisi BRI Liga 1 2022/2023 pekan ke-11, antara Arema FC versus Persebaya Surabaya.
Tragedi Kanjuruhan sendiri menimbulkan 135 korban Aremania-Aremanita, termasuk dua personail kepolisian asal Trenggalek dan Tulungagung juga meregang nyawa. Total korban 794 orang, 135 diantaranya meninggal dunia. Korban luka-luka 659 orang, baik luka ringan 586 orang, luka sedang 50 orang, maupun luka berat 23 orang.
Jumlah itu belum termasuk puluhan atau ratusan, bahkan bisa jadi ribuan diantara 42.906 orang penonton yang ada saat treagedi itu terjadi. Mengalami PTSD (post-traumatic stress disorder) atau gangguan stres pascatrauma yang muncul setelah mengalami atau menyaksikan peristiwa yang bersifat traumatis atau memilukan.
Tragedi Kanjuruhan menjadi insiden terbesar kedua di dunia dalam sejarah sepak bola dunia dalam 59 tahun terakhir. Setelah Tragedi Estadio Nacional pada tanggal 24 Mei 1964 sila, di Lima, Peru. Menelan korban meninggal dunia 328 orang jelang enam menit sebelum laga babak kualifikasi Olimpiade Tokyo 1964 Zona CONMENBOL atau Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan antara Peru versus Argentina.
Tragedi terbesar ketiga setelah Tragedi Kanjuruhan, yakni Tragedi Accra Sports Stadium, di Accra, ibukota Ghana, kawasan Afrika Barat. Terjadi pada tanggal 9 Mei 2001. Menelan korban 127 orang penonton meninggal dunia di antara 25 ribu penonton.
Saat berlangsung pertadingan kompetisi Ghana Premier League 2001/2002. Antara tuan rumah Accra Hearts of Oak SC menundukkan Asante Kotoko SC 2-1. Laga terhenti menit ke-85 dan tak dilanjutkan.
Setahun berlalu Tragedi Kanjuruhan, gelombang unjuk rasa damai di Malang Raya tak henti dan tak kenal lelah terusa digaungkan. Dilakukan Aremania-A|remanita dan masyarakat umum lainnya. Tak hanya di Malang Raya saja, namun di beberapa daerah lainnya. Menyuarakan pekik Justice for Kanjuruhan dan #usuttuntas.
10 Tragedi Sepak Bola Terbesar di Dunia (data G-Sports.id)
1. Tragedi Estadio Nacional
Lokasi : Lima, Peru
Tanggal : 24 Mei 1964
Korban : 328 orang penonton tewas
Penonton : 43.000 orang
Even : Kualifikasi Olimpiade Tokyo 1964 Zona Conmenbol
Venue : Estadio Nacional, Lima, Peru
Laga : Peru vs Argentina 0-1
Waktu : Terhenti menit ke-84 (tak dilanjutkan)
2. Tragedi Stadion Kanjuruhan
Lokasi : Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur (Indonesia)
Tanggal : 01 Oktober 2022
Korban : 135 orang penonton tewas
Penonton : 42.558 orang
Even : Kompetisi BRI Liga 1 2022/2023 Indonesia
Venue : Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang
Laga : Arema FC vs Persebaya Surabaya 2-3
Waktu : 30 menit pasca laga usai, pukul 22.30 WIB
3. Tragedi Accra Sports Stadium
Lokasi : Accra (Ghana)
Tanggal : 09 Mei 2001
Korban : 127 orang penonton tewas
Penonton : 25.000 orang
Even : Ghana Premier League 2001/2002
Venue : Accra Sport Stadium, Accra, Ghana
Laga : Accra Hearts of Oak SC vs Asante Kotoko SC 2-1
Waktu : Terhenti menit ke-85 (tak dilanjutkan
4. Tragedi Hillsborough Stadium
Lokasi : Sheffield (Inggris)
Tanggal : 15 April 1989
Korban : 96 orang penonton tewas
5. Tragedi Kathmandu Hailstorm
Lokasi : Kathmandu (Nepal)
Tanggal : 12 Maret 1988
Korban : 93 orang penonton tewas
6. Tragedi Estadio Mateo Flores
Lokasi : Guatemala City (Guatemala)
Tanggal : 16 Oktober 1996
Korban : 80 orang penonton tewas
7. Tragedi De La Puerta 12
Lokasi : Buenos Aires (Argentina)
Tanggal : 23 Juni 1968
Korban : 71 orang penonton tewas
8. Tragedi Port Said Stadium
Lokasi : Port Said (Mesir)
Tanggal : 01 Februari 2012
Korban : 70 orang penonton tewas
9. Tragedi Ibrox Park Stadium
Lokasi : Glasgow (Skotlandia)
Tanggal : 02 Januari 1971
Korban : 66 orang penonton tewas
10. Tragedi Luzhniki Stadium
Lokasi : Khamovniki District-Moskow (Russia)
Tanggal : 20 Oktober 1982
Korban : 66 orang penonton tewas
