Kota Bandung Terus Membayangi Jadi Tuan Rumah PEPARDA Jabar 2026

Arief NK

17/04/2025

KETUA NPCI Kota Bandung, Yadi Sofyan (kiri) saat menyerahkan proposal dan diterina Wasekum NPCI Jabar, H. Doody,, di SPOrT Jabar, Rabu (16/4/2025. (Foto: Arief K/G-SPORTS.ID)
KETUA NPCI Kota Bandung, Yadi Sofyan (kiri) saat menyerahkan proposal dan diterina Wasekum NPCI Jabar, H. Doody,, di SPOrT Jabar, Rabu (16/4/2025. (Foto: Arief K/G-SPORTS.ID)

BANDUNG, G-SPORTS.ID – NPCI Jawa Barat menargetkan April 2025, ini kepastian tuan rumah Pekan Paralympik Daerah Jawa Barat tahun 2026 (PEPARDA) sudah bisa didapat.

Tuan rumah utama yang telah ditetapkan adalah Kabupaten Indramayu. Sementara Kota Bandung menjadi kota alternatif.

Masalah tuan rumah saat ini menjadi pekerjaan besar NPCI Jawa Barat, sebagai induk olahraga penyandang disabilitas.

Tarik ulur masalah tuan rumah PEPARDA 2026 masih terjadi menyusul belum diterbitkannya Surat Keputusan (SK) dan surat edaran dari pemerintah provinsi Jawa Barat.

“Ini menjadi ‘PR’ kami di tahun 2025. Kami masih menunggu SK dari Pemprov Jabar. Sebelumnya, kami sudah sowan ke Indramayu dan secara lisan sudah menyatakan kesiapan dan Pemkab Indramayu pun sedang menunggu surat penunjukannya dari Pemprov Jabar,” kata Ketua Umum NPCI Jawa Barat, Harry Susanto, Selasa (15/4/2025).

Harry menyerukan kepada Pemkab dan NPCI Indramayu untuk segera melayangkan kesiapannya secara tertulis.

“Sementara masalah Kota Bandung yang akan melamar menjadi tuan rumah kami apresiasi dan sah-sah saja dan kalau Indramayu tidak siap silahkan beraudensi dengan Kota Bandung sebagai alternatif karena masih fifty-fifty,” kata Harry menegaskan.

Menurut Harry, dalam penilaian siapa yang pantas menjadi tuan rumah, NPCI Jawa Barat tetap akan bersikap realistis berdasarkan plus minusnya.

“Secara sarana pra sarana, Kota Bandung terbilang lengkap, sementara Indramayu masih ada beberapa venus yang harus dibenahi dan kalau pun ada pembangunan paling lintasan atletik saja termasuk lintasan untuk cakram,” ujar Harry menjelaskan.

Menurut Harry, untuk venue lainnya di Indramayu tertolong oleh PT Pertamina yang bisa dimanfaatkan dimana di dalam komplek dilengkapi dengan berbagai fasilitas olahraga sehingga bagi Indramayu menjadi sebuah andalan untuk maju sebagai tuan rumah.

“Begitu juga hotel – hotelnya juga sudah cukup lengkap, ada asrama haji secara fasilitas layak karena kapasitasnya besar. Jadi, kita tinggal menunggu terbitnya surat penunjukan dari Pemprov Jabar dan kesiapan dari Kabupaten Indramayu,” kata Harry memungkasi.

Kota Bandung Akhirnya Melamar
Sejurus dengan itu, NPCI Kota Bandung memenuhi tekadnya yakni melamar dan menyatakan kesiapannya sebagai tuan rumah PEPARDA 2026.

Melalui Ketua Umumnya, Yadi Sofyan, NPCI Kota Bandung menjambangi Sekrektariat NPCI Jabar yang lama di SPOrT Jabar, Arcamanik, Rabu pagi (16/4/2025) guna memastikan kesiapan sebagai tuan rumah.

Kedatangan rombongan NPCI Kota Bandung disambut Wakil Sekretaris Umum (Wasekum), Haji Doddy NPCI Jawa Barat bersama jajaran pengurus lainnya.

“Baru saja kami menerima ketua NPCI Kota Bandung dengan agenda audensi dan mengungkapkan keinginan serta kesiapannya menjadi tuan rumah PEPARDA 2026,” kata Haji Dodi menginformasikan.

Ia menegaskan, banyak hal yang dibahas dalam pertemuan tersebut. Khususnya, masalah penyelenggaraan hajatan besar Pesta Olahraga Disabilitas di Jawa Barat tersebut.

Menurut Doddy, Kota Bandung langsung mengungkapkan keinginannya. Sementara, NPCI Jawa Barat kata Doddy, menampung apa yang diungkapkan NPCI Kota Bandung.

“Memang, Kabupaten Indramayu daerah yang pertama yang menyatakan kesiapannya, namun sampai saat ini belum ter SK-an, kami memiliki waktu dalam dua pekan ke depan untuk bisa memastikan dimana akan diselenggarakan PEPARDA 2026, kalau seandainya Indramayu tidak siap, Kota Bandung sudah siap menjadi tuan rumah sesuai surat lamaran dengan melihat kesiapan venue yang ada,” katanya membeberkan.

Menurut keputusan siapa yang akan menjadi tuan rumah tersebut harus segera diputuskan karena nantinya akan menyangkut dengan penganggarannya. Sebagai tuan rumah katanya, dipastikan akan menyangkut kepada administrasinya.

“Jadi, di bulan Mei nanti sudah ada kepastian, intinya itu hasil pembicaraan dengan kawan-kawan NPCI Kota Bandung yang didampingi oleh DISPORANYA, jika menyangkut kepada sistem penganggaran di bulan Mei dan Juni harus sudah ada di SIPD aka di bulan ini (April) sudah harus ada kepastian, kalau Indramayu tidak maka kita SK-an Kota Bandung,” ujar Doddy menjelaskan.

Dan lanjut Doddy, tak menutup kemungkinan dibuat tuan rumah bersama. Sebab, ada beberapa venue yang tidak dipunyai Indramayu ada di Kota Bandung.

“Seperti bowling dan track sepeda, hanya Kota Bandung yang punya dan itu bisa saja pelaksanaan di Indramayu dan venue yang tidak ada disana bisa digelar di Kota Bandung, yang pasti kesiapan Kota Bandung juga sudah dilengkapi dengan proposalnya,” katanya memungkasi. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

Berita Terkait

PSF Academy