Jawa Barat Terbanyak Dalam Talent Scouting NPC Indonesia

Arief NK

28/05/2025

PRESIDEN NPC Indonesia, Sani Marbun (kursi roda) bersama Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan dan Ketua Pelaksana Talent Scouting Jawa Barat, Katarina Enang Sarwestri yang juga Kajati Jawa Barat disela-sela pembukaan Talent Scouting 'Mendobrak Batas, di SPOrT Jabar, Arcamanik, Bandung, Selasa (27/5/2025). (Foto: Arief K/G-SPORTS.ID)

BANDUNG, G-SPORTS.ID – Jawa Barat mendapat jatah 60 atlet yang akan digembleng di Pemusatan Latihan (TC) jangka panjang yang tengah digalakkan National Paralympik Indonesia (NPC) di Karanganyar, Jawa Tengah.

Itu jika dari 360 atlet disabilitas terbaik asal Jawa Barat lolos dalam proses Talent Scouting yang tengah diselenggarakan di Jabar SPOrT, Arcamanik, Kota Bandung, Selasa (27/5/2025).

NPC Indonesia saat ini tengah gencar menjaring atlet-atlet muda difabel untuk diproyeksikan ke ajang internasional. Yang terdekat adalah Paralimpiade Los Angeles 2028, mendatang.

Bukan saja di Jawa Barat, program yang sama juga  dilaksanakan di seluruh provinsi di Tanah Air. Jawa Barat sendiri merupakan provinsi ke-7 yang disinggahi Talent Scouting NPC Indonesia. Nantinya, ke-60 atlet NPC Jawa Barat yang berhasil terjaring akan bergabung dengan para atlet dari provinsi lain.

Bertajuk ‘Mendobrak Batas’ Talent Scouting Jawa Barat diresmikan sekaligus dibuka Wakil Gubernur Jawa Barat (Wagub), Erwan Setiawan.

Hadir Presiden NPC Indonesia Sani Marbun. Kajati Jawa Barat sekaligus Ketua Pelaksana Talent Scouting, Katarina Endang Sarwestri, Kadispora Jawa Barat, Heri Antasari dan Ketua Umum NPC Jawa Barat, Harry Susanto.

Sementara, 360 alet NPC Jawa Barat yang mengikuti Talent Scouting berasal dari 27 Kota/Kabupaten dengan klasifikasi yang berbeda – beda diantaranya, tuna daksa, tuna netra, dan tuna grahita dengan batasan usia 17 hingga 23 tahun.

Wagub Erwan Setiawan dengan mata berkaca-kaca mengaku terharu menyaksikan semangat penyandang disabilitas untuk menjadi seorang atlet. Ia pun terpanggil akan mendorong masalah kesetaraan bagi mereka.

Karena itu, ia meminta kepada Pemprov Jabar, mulai saat ini lebih memperhatikan kaum difabel dengan tidak membeda – bedakan.

“Tidak ada lagi perbedaan kepada disabilitas baik dalam hal fasilitas maupun pemberian bonus bagi mereka yang berprestasi. Bukti Pemprov tak lagi membedakan yaitu dalam hal pemberian bonus bagi atlet difabel yang berprestasi di ajang Peparnas di Solo tahun 2024 lalu. Bonus mereka sudah sama dengan atlet Jawa Barat yang beprestasi di PON Aceh dan Sumut,” katanya membeberkan.

Oleh karena itu, ia menilai, pentingnya kesetaraan dalam memperlakuan atlet disabilitas ke depannya khususnya dalam pemberian penghargaan maupun fasilitas.

“Dan saya tekankan kepada pemerintah di seluruh kota dan kabupaten di Jawa Barat tidak ada lagi diskriminasi terhadap mereka. Maka dari itu, saya sangat mengapresiasi dengan digelarnya program Talent Scouting ini dan sebagai bentuk dukungan penuh terhadap para atlet disabilitas,” katanya menambahkan.

Ia berharap, program Talent Scouting tidak menjadi sia-sia dan harus menjadi tolok ukur menuju kesetaraan.

“Ke depan, kami akan memenuhi semua kebutuhan mereka sebagai pembinaan menuju prestasi. Artinya, fasilitas bagi atlet disabilitas siap kami samakan dengan atlet reguler. Akan menjadi percuma jika program talent scouting tidak dibarengi dengan fasilitas yang dibutuhkan,” katan Erwan menegaskan.

Dalam kesempatan yang sama, Sani Marbun mengapresiasi ucapan Sang Wagub perihal kesetaraan. Sani menegaskan, bahwa Jawa Barat merupakan provinsi paling pesat dalam prestasi atlet disabilitas. Tidak di Solo, dukungan terhadap kaum disabilitas di Jawa Barat juga sangat baik.

“Fakta membuktikan bahwa potensi atlet disabilitas di Jawa Barat yang terus bertambah karena dukungan pemerintahnya. Saya tak akan berhenti mendorong dan memotivasi atlet NPC, tak henti-hentinya saya serukan. Jangan pernah menghitung berapa yang hilang, tapi hitunglah berapa yang masih tersisad di dalam tubuh kita,” kata Sani berapi – api.

Menurut Sani, program Talent Scouting, merupakan program nasional yang digelar di 36 provinsi di Indonesia. Jawa Barat ujarnya, merupakan provinsi yang ke-7.

“Jika saja di setiap provinsi terjaring empat untuk calon atlet yang potensial rasa-rasanya sudah sangat bagus. Sebab, mencari dan membina mereka untuk atlet disabilitas tidaklah mudah. Talent Scouting tidak asal jaring, tetap setelah itu pelatih yang menangani harus menyeleksi kembali untuk mereka mana kira-kira cabang olahraga yang cocok, ” katanya memaparkan.

Disisi lain, Katarina Endang Sarwestri yang juga Chef de Mission (CdM) Kontingen Peparnas Jawa Barat, berharap Jawa Barat bisa memenuhi kuota yang dibutuhkan NPC Indonesia. Sebab menurutnya, Talent Scouting merupakan kesempatan untuk menunjukkan seorang disabilitas memiliki potensi menjadi atlet.

“Ini momen yang sangat penting khususnya bagi yang muda-muda. Bukan saja kesempatan masuk pemusatan latihan, disamping itu ada jenjang yang lebih bagus ke tingkat interasional, bahkan jika terus berprestasi akan mendapat kesempatan tampil di Paralimpiade di Los Angeles nanti,” ujar Katarina mengungkapkan.

Katarina mengaku bangga dengan semangat peserta Talent Scouting di Jawa Barat. Ia berharap, ke depan muncul atlet nasional asal Jawa Barat.

“Manfaatkanlah kesempatan ini sebaik-baiknya, karena ini jalan menuju prestasi,” katanya memungkasi.

Juga dalam kesempatan yang sama, Ketua NPC Jawa Barat, Harry Susanto, siap menampung para calon atlet disabilitas yang belum masuk usianya.

“Yang dimajukan untuk Talent ini usianya 17 sampai 23 tahun. Kami melihat banyak yang belum di usia 17 tahun tetapi potensi mereka sudah kelihatan kami akan rangkul sebagai aset masa depan. di NPC pusat program sedang fokus regenerasi, kenapa tidak di kita juga melakukan program yang sama, jika melihat atlet Jabar yang saat ini sudah memasuki usia lanjut,” katanya mengungkapkan.

Apalagi kata Harry, Jawa Barat termasuk provinsi terbanyak dalam jumlah yang mengikuti Talent Scouting.

“Karena itu, mereka yang tidak lolos akan kami masukan data base NPCI Jabar selanjutnya akan kita bina secara berkelanjutan. Provinsi kami yang ke-7 dan kami yang terbanyak,” ujarnya menambahkan. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

Berita Terkait

PSF Academy